logo blog

Apakah Umat Kristen Benar-benar Mengikuti Ajaran Yesus Kristus?




Artikel ini adalah lanjutan dari artikel sebelumnya yang berjudul “Dimana Posisi Yesus dalam Kekristenan?”

Ketika aku mengunjungi gereja Kristen dari berbagai sekte, aku melihat ke segala tempat dan berpikir, dimana dari semua ini aku menemukan ajaran Yesus Kristus? Dimana aku dapat menemukan penampilan, tata krama, dan ajarannya?

Coba pejamkan matamu dan bayangkan bagaimana wajahnya Yesus. Dan gambar itu adalah hasil dari lukisan, patung-patung, gambar kaca gereja, dan dari lukisan dinding yang pernah kau amati. Tapi secara garis besar aku menjamin dimanapun kau melihatnya, Yesus Kristus memiliki sesuatu yang hampir tidak dimiliki oleh umat Kristen. Dan jika kau jujur dengan gambar yang kau lihat dalam pikiranmu, hal yang kau lihat adalah jenggot. Sangat sedikit orang Kristen yang berjenggot. 

Sekarang, pejamkan matamu dan bayangkan ibunda Yesus, yaitu Maria. Dan bayangkan bagaimana wajah Maria dan pikirkanlah “seperti apa rambutnya?” Kita tidak tahu karena hampir setiap lukisan dan patung menunjukkan bahwa rambut Maria ditutupi dengan penutup kepala.

Dan jika kita melakukan zoom out, kita tidak lagi melihat wajahnya, kita melihat dirinya secara keseluruhan, pernahkah kita melihat Yesus Kristus mengenakan celana pendek atau baju ketat? Pernahkah Maria mengenakan rok mini? Tidak. Kedua orang ini mengenakan pakaian yang sopan. Kedua orang ini berpakaian dari pergelangan tangan hingga ke pergelangan kaki dalam pakaian yang longgar dan tidak terbuka.

Dan kita baru membicarakan tentang penampilan. Dan yang lebih penting adalah perilakunya. Yesus fokus pada keselamatan akhirat, dia bukanlah orang yang mengejar kesenangan duniawi. Bukan sifat yang sering ditunjukkan orang-orang zaman sekarang. Jika ada seorang yang religius bergabung dengan sekelompok orang yang membicarakan kesenangan duniawi seperti mobil, acara TV tadi malam, atau tentang artis tertentu, jika orang-orang yang religius bergabung dalam percakapan macam ini dan mencoba untuk mengubahnya menjadi percakapan agama, maka orang-orang seperti ini akan dijauhkan oleh teman-teman mereka dan dikucilkan oleh masyarakat, karena membicarakan agama atau bukan hal yang populer pada zaman sekarang.

Jika kau memikirkan kembali hal-hal yang baru saja kukatakan, tanyakan dirimu sendiri, dimana kau melihat hal-hal ini paling sering dipraktekkan? Di dalam kelakuan umat Kristen atau dalam kelakuan umat muslim? Siapa yang cenderung memanjangkan jenggot? Di agama mana wanitanya berpenampilan tertutup dan sopan? Di dalam agama mana para pengkhotbah berbicara tentang keselamatan akhirat dan menjauh dari pembicaraan yang tidak penting? Di agama mana yang saling mengucapkan salam damai satu sama lain? Yesus Kristus mengajarkan muridnya untuk menyapa dengan salam damai menurut Lukas 10:5. Empat kali dalam Bible Yesus Kristus menyapa dengan kalimat “Semoga damai menyertaimu” atau dengan kedamaian. Jadi dimana kita menemukan suatu pengikut ajaran agama saling bertegur sapa dengan salam damai? Kita melihatnya dalam budaya umat muslim yang saling menyapa dengan Assalammu ‘alaikum dan dijawab dengan Wa‘alaikum salam yang berartisemoga kedamaian menyertaimu” dan “semoga kedamaian menyertaimu juga.Sebenarnya mengucapkan salam damai adalah salah satu tata krama dalam Kekristenan. Dan tata krama ini lebih dipraktekkan umat Muslim.

Sekarang kita akan membicarakan tentang praktek-praktek keagamaan. Pertama-tama, Yesus Kristus disunat. Ini merupakan bagian dari keimanan agama Abrahamic. Tetapi Paulus menentangnya. Sebagai hasilnya, kita lihat banyak umat Kristen pada masa ini, lebih mengikuti ajaran Paulus daripada mengikuti perbuatan dan ajaran Yesus Kristus. Di sisi lain, tradisi sunat dipertahankan oleh umat Islam sampai sekarang.

Begitu juga, Yesus Kristus dikenal sebagai Rabbi Yesus, dia seorang Yahudi Orthodox, dia hidup sesuai dengan hukum Musa. Dia tidak makan babi, siapa lagi yang mengikuti perbuatan itu jika bukan umat Islam? Umat Kristen zaman sekarang tidak lagi mengharamkan daging babi.

Yesus Kristus tidak mengambil bunga (riba), mengambil bunga (riba) itu dilarang, dan setiap orang tahu kisah tentang Yesus Kristus yang hampir membalikkan meja seorang money changer di dalam kuil. Bunga (riba) adalah salah satu dosa paling besar pada zaman Yesus Kristus, tapi pada zaman sekarang umat Kristen mempraktekkan bunga bank dalam sistem keuangan mereka. Sedangkan di sisi lain, umat Muslim mendirikan Bank Syariah, dan bunga bank tidak ada di dalam sistem keuangan umat muslim.

Mari kita lihat contoh yang lain, seks diluar pernikahan. Yesus Kristus adalah orang yang sederhana. Dia tidak pernah melakukan hubungan seks di luar pernikahan dengan wanita, kemungkinan ada seks di luar pernikahan yang dilakukan sebatas ketika memberikan persembahan atau penyembuhan. Tapi jika dibandingkan dengan apa yang kita lihat dalam masyarakat Kristen zaman sekarang, seks pranikah begitu marak. Sekali lagi, dalam masyarakat Muslim kau tidak menemukan hal ini. Kau lihat bahwa umat muslim lebih mencontoh perbuatan Yesus Kristus.

Dengan setiap bagian yang kubahas disini, aku masuk jauh lebih mendalam kepada masalah yang lebih penting. Kita memulainya dengan penampilan, kemudian tata krama, praktek religius, dan sekarang mari kita bahas tentang praktek ibadah.

Yesus Kristus adalah seorang Yahudi Orthodox, sesuai dengan ajaran pada zamannya, dia menyuruh bersuci sebagai bagian dari ibadah. Bacalah Keluaran 40:31-32 dimana Musa bersuci. Ini adalah ajaran yang benar pada masanya. Sebuah ajaran yang tidak dipertahankan umat Kristen, tapi dipertahankan umat Islam.

Yesus Kristus sembahyang dengan bersujud, bacalah keseluruhan Bible, dan bacalah ayat manapun yang menjelaskan tata cara Yesus Kristus sembahyang. Ketika Yesus Kristus pergi ke Taman Getsamani, dia bersujud ketika sembahyang. Sujud yang dilakukan Yesus Kristus sama dengan yang dilakukan oleh para nabi dan para pemimpin suatu kaum dalam Perjanjian Lama.

Yesus Kristus berpuasa lebih dari sebulan lamanya pada masa itu, dia mencontoh perbuatan orang-orang saleh sebelumnya. Dan dia juga berziarah untuk tujuan ibadah. Ziarah pada masanya adalah dengan pergi ke Yerusalem.

Jadi Yesus Kristus membersihkan diri sebelum beribadah, berpuasa, dan melakukan ziarah. Sekali lagi dimana perbuatan ini ditiru diantara para pengikutnya, oleh umat Kristen atau umat Muslim? Siapa yang bersuci sebelum sembahyang, siapa yang bersujud, siapa yang berpuasa di bulan Ramadhan, dan berziarah ke Mekkah sebagai bagian dari ibadah?

Sekarang kita lanjut ke masalah iman. Yesus Kristus mengajarkan tentang tauhid yang berarti keesaan Tuhan. Sebanyak 3 kali di dalam Perjanjian Baru dia ditanya tentang perintah Tuhan yang paling utama dan dia menjawab “Ketahuilah wahai Bani Israel bahwa Tuhanmu adalah satu.” Kita menemukan ajaran ini dalam Matius, Markus, Lukas, dan ajaran ini diambil langsung dari perintah Tuhan yang pertama. Dan sekali lagi, dimana kita melihat keesaan Tuhan, lebih diaplikasikan sebagai iman agama, diantara umat Kristen atau umat Muslim? Umat Muslim percaya bahwa Tuhan itu satu tanpa sekutu dan tanpa bagian-bagian.

Begitu juga dalam beberapa ayat Yesus Kristus menyebut dirinya sebagai manusia dan seorang rasul. 88 kali dia menyebut dirinya sebagai anak manusia, tidak pernah sekalipun dia menyebut dirinya sebagai anak Tuhan secara harfiah. Sekali lagi, dalam agama mana yang menghargai Yesus Kristus sebagai seorang manusia dan seorang rasul Tuhan, jika tidak dalam agama Islam?

Dari semua yang telah kubahas, maka timbul satu pertanyaan. Siapa yang mengikuti ajaran, tata krama, penampilan, dan iman yang diajarkan Yesus Kristus? Umat Kristen yang mengaku mengikuti ajaran Yesus Kristus atau umat Muslim yang juga mengaku mengikuti ajaran semua nabi termasuk Yesus Kristus?

Ayo Subscribe ke YouTube Channel Lampu Islam: youtube.com/arceuszeldfer
Ayo Like Facebook Page-nya: Lampu Islam