logo blog

Ayat-ayat yang Bertentangan Dalam Bible




Dalam tulisan ini aku akan membicarakan tentang “Dimana posisi Yesus di dalam Kekristenan?” Alasan mengapa aku ingin membahas topik ini karena banyak orang yang membaca kitab suci umat Kristen tapi mereka merasa ajaran Yesus Kristus bertentangan dengan prinsip-prinsip agama Kristen.

Sekarang, kita mulai dengan membahas Perjanjian Lama. Meskipun umat Kristen mengacu pada Perjanjian Baru, namun Yesus Kristus adalah seorang Yahudi Ortodoks, inilah mengapa seringkali dia dijuluki sebagai Rabbi Yesus. Yesus Kristus mengajarkan hukum Perjanjian Lama kepada murid-muridnya.

Mari kita mulai dengan Kejadian bab 32 dimana tertulis disana bahwa Yakub bergulat dengan Tuhan. Meskipun Bible terjemahan pada zaman sekarang menerjemahkan bahwa Yakub bergulat dengan seorang “manusia” atau “malaikat” tapi kita harus membaca kitab ini dalam bahasa aslinya. Dalam manuskrip asli Perjanjian Lama tertulis bahwa Yakub bergulat dengan Tuhan.

Sekarang, mari kita analisis hal ini. Luas jagat raya adalah 384.000.000.000.000.000.000.000 km. Dan dalam jagat raya ini, terdapat milyaran galaksi. Dan meskipun jagat raya begitu luas, tapi jagat raya terus meluas dengan kecepatan 90% dari kecepatan cahaya. Inilah jagat raya ciptaan Sang Pencipta, tapi Bible berkata bahwa Yakub yang manusia biasa bergulat dengan Sang Pencipta dari jagat raya yang teramat luas ini, dan tidak hanya bergulat dengan-Nya, tapi Bible juga menyatakan bahwa Yakub menang.

Dan banyak kesalahan-kesalahan lainnya di dalam Bible. Salah satu kesalahan terbesar dalam Bible dapat ditemukan dalam II Samuel 24:1. Dalam II Samuel 24:1 tertulis:

Bangkitlah pula murka TUHAN terhadap orang Israel; Ia menghasut Daud melawan mereka, firman-Nya: "Pergilah, hitunglah orang Israel dan orang Yehuda."

Tapi apa yang tertulis dalam I Tawarikh 21:1?

“Iblis bangkit melawan orang Israel dan ia membujuk Daud untuk menghitung orang Israel.”

Disini kita melihat dua ayat dimana yang satu berbicara tentang Tuhan dan yang lainnya berbicara tentang setan tapi menjelaskan peristiwa yang sama. Jadi mana yang benar? Apakah Tuhan atau setan? Ini membuktikan bahwa Perjanjian Lama adalah kitab yang penuh kesalahan. Karena Tuhan bersifat Maha Sempurna dan Maha Mengetahui, maka tak mungkin Tuhan berbuat kesalahan. Dan mungkin umat Kristen bisa berkata “Oke, mungkin kesalahan ini berasal dari para penulis Bible”, tapi jika ada kesalahan dalam satu bagian Bible, maka bagian mana yang bisa dipercaya?

Dan umat Kristen percaya bahwa Perjanjian Baru bebas dari kesalahan semacam ini. Umat Kristen mungkin berkata “Jangan khawatir tentang kesalahan itu karena sudah ada Perjanjian Baru, itu sudah tidak berlaku lagi karena Perjanjian Baru menggantikan Perjanjian Lama.” Dan untuk menganalisisnya, kita harus melihat Perjanjian Baru dan meneliti apakah ada kesalahan juga di dalamnya. Jadi mari kita lakukan itu.

Pertama-tama, ketika Yesus dan keluarganya diduga melarikan diri karena takut dianiaya, dalam Matius tertulis bahwa keluarganya melarikan diri ke Nazareth tapi dalam Lukas dikatakan keluarganya melarikan diri ke Mesir. Jadi mana yang benar?

Dalam Matius 6:9-13 dengan Lukas 11:2-4, ada dua versi tentang doa Yesus. Kita tidak membicarakan tentang doa kecil yang tidak penting, kita membicarakan tentang doa-nya Yesus yang sering diucapkan oleh umat Kristen di seluruh dunia sepanjang sejarah Kekristenan. Tapi ada 2 versi darinya. Do’a ini tercatat dalam 2 Gospel tapi kata-katanya tidak sama. Seberapa besar ketidaksamaannya?

Beberapa tahun yang lalu “The Jesus Seminar” dihadiri lebih dari 300 sarjana. Dan mereka adalah akademis terkemuka dan para ahli di bidang teologi. Kemudian mereka menganalisis kitab suci umat Kristen dalam naskah aslinya, bukan Bible terjemahan yang sering kita baca sehari-hari. Seberapa besar perbedaannya dalam do’a Yesus? Perbedaannya begitu besar sampai-sampaiThe Jesus Seminar” setuju bahwa satu-satunya kata yang diyakini sebagai ucapan Yesus adalah kata “Bapa.” Inilah do’a yang seringkali diucapkan umat KristenBapa kami di surga, dalam nama.... “ dan seterusnya, tapi meskipun banyak umat Kristen yang percaya pada do’a ini dan berpikir bahwa ini adalah kata-kata Yesus, para sarjana Kristen dan pakar teologi terkemuka dalam “The Jesus Seminar” telah menyimpulkan bahwa satu-satunya kata yang benar-benar diucapkan Yesus adalah kata “Bapa.”

Sekarang pikirkan hal ini. Sepanjang sejarah, kapanpun ada orang terkenal dan ketika orang itu mati, maka para fans, orang-orang yang mencintai orang itu, atau yang menulis kisah biografi tentang orang itu, mereka menunggunya pada saat sekaratnya hanya untuk menunggunya mengucapkan kata-kata terakhirnya. Bahkan ada sebuah buku yang berjudul “Famous Last Words” (Kata-kata terakhir yang terkenal). Dan yang menarik adalah tidak ada perbedaan tentang kata-kata terakhir dari orang terkenal itu dalam buku seperti “Famous Last Words.” Tapi jika dibandingkan dengan Yesus Kristus, dalam satu gospel ditulis bahwa kata-kata terakhirnya adalah “Selesai sudah” tapi dalam gospel lainnya tertulis bahwa kata-kata terakhirnya adalah “Bapa, dalam genggamanmu aku menyerahkan jiwaku.Jadi, mana yang benar?

Jadi sebenarnya ada banyak kesalahan-kesalahan di dalam Perjanjian Baru. Dalam Matius 11:13-14 dikatakan bahwa Yohanes Pembabtis adalah Elia tapi dalam Matius 17:11-13 dan Yohanes 1:21 dikatakan bahwa Yohanes Pembabtis bukanlah Elia. Jika Perjanjian Baru memang sebuah kitab dari Tuhan, seharusnya  tidak ada kesalahan-kesalahan seperti ini.

Seharusnya juga tidak ada pertentangan seperti misalnya siapa yang membawa salib? Dalam Matius, Markus, dan Lukas disebutkan Simon yang membawa salibnya, tapi di dalam Yohanes, disebutkan Yesus yang membawa salibnya. Sekali lagi, mana yang benar? Tentu seharusnya tidak ada perbedaan dalam hal-hal sepele seperti misalnya apa warna jubah yang Yesus kenakan? Apakah merah tua seperti yang disebutkan dalam salah satu gospel atau ungu seperti yang disebutkan dalam gospel lainnya? Apakah tentara Roma menaruh empedu di dalam minuman anggur (Matius 27:34), atau apakah mereka menaruh dupa (Markus 15:23)? Apakah Yesus disalib sebelum jam 3 (Mark 15:25) atau setelah jam 6 (Yohanes 19:14-15). Dan ini baru membicarakan tentang peristiwa sebelum penyaliban. Setelah penyaliban, semua kisahnya menjadi semakin bertentangan.

Ini hanyalah sebagian dari begitu banyak kesalahan dalam Bible. Dan umat Kristen mengatakan bahwa Perjanjian Baru adalah penyempurna Perjanjian Lama. Sebuah kitab yang membuat umat Kristen merasa nyaman karena keselamatan mereka bergantung kepada kitab ini. Mereka percaya bahwa kitab ini akan membuat mereka masuk surga karena merupakan firman Tuhan. Tapi sebenarnya seperti yang sudah kujelaskan bahwa sangat banyak ayat-ayat yang bertentangan dalam Perjanjian Baru. Dengan begitu timbul pertanyaan “Dimana posisi Yesus Kristus di dalam Kekristenan?

Dalam satu sisi, agama Kristen dikatakan menurut ajaran Yesus Kristus, dan jika anda menanyakan umat Kristen, “Apa artinya menjadi seorang Kristen?” mereka akan menjawab “Artinya adalah mengikuti ajaran dan mencontoh perbuatan Yesus Kristus.” Tapi jika ini alasannya, kenapa kita menemukan begitu banyak pertentangan antara yang Yesus Kristus ajarkan dengan yang Gereja ajarkan sebagai dasar dari keimanan Kristen Trinitarian?

Biarkan aku memberikanmu beberapa contoh. Yesus Kristus mengajarkan hukum Perjanjian Lama, itulah mengapa dia dikenal sebagai Rabbi Yesus, tapi Paulus menyatakan kebalikannya. Yesus Kristus mengatakan bahwa Tuhan hanya ada satu, tapi para pengikut ajaran Paulus mengajarkan trinitas. Yesus mengatakan dirinya adalah anak manusia sebanyak 88 kali dan tidak sekalipun dia mengatakan dirinya anak Tuhan. Tapi Paulus mengatakan Yesus Kristus adalah anak Tuhan. Dan tampaknya umat Kristen zaman sekarang lebih setuju dengan Paulus karena mereka percaya bahwa Yesus adalah anak Tuhan.

Jadi, apakah umat Kristen lebih mengikuti ajaran Yesus Kristus atau ajaran Paulus? Ajaran Paulus sebagian besar bertentangan dengan ajaran Yesus Kristus. Paulus membuang hukum Perjanjian Lama, tidak setuju bahwa Tuhan hanya satu (tanpa trinitas), menolak pengakuan dosa secara langsung (langsung berdo’a kepada Tuhan bukannya malah berdo’a kepada seorang pendeta atau seorang perantara), dan Paulus mengatakan Yesus Kristus sebagai anak Tuhan, bukan sebagai anak manusia. Inilah perbedaan yang sangat mencolok antara ajaran Paulus dengan Yesus Kristus. Paulus tidak hanya bertentangan dengan ajaran Yesus Kristus tapi dia juga ditentang oleh para murid Yesus.

Tercatat dengan jelas dalam Perjanjian Baru, permusuhan antara Petrus dan Paulus, permusuhan antara Yakobus dan Paulus. Jadi sekali lagi “Dimana posisi Yesus Kristus di dalam Kekristenan?” Karena yang Yesus Kristus ajarkan bertolak belakang dengan Gereja trinitarian pada saat ini. Gereja trinitarian pada saat ini didominasi oleh ajaran Paulus.

Berapa banyak orang yang tahu masalah ini? Apakah hal ini tidak pernah terlintas dalam pikiran para sarjana Kristen manapun? Sebenarnya mereka tahu tentang masalah ini tapi mereka malu membicarakannya.

Aku akan membacakan sebuah kutipan.  Lehmann berkata

“Apa yang Paulus ajarkan tentang Kekristenan adalah kesesatan yang jelas dan tidak dapat disamakan dengan iman Yahudi, atau iman Essene, atau ajaran Rabbi Yesus.”

Schonfield berkomentar:

kesesatan yang diajarkan Paulus, menjadi keimanan umat Kristen Orthodox dan gereja-gereja membiarkan kesesatan ini.”

Bart D. Ehrman yang merupakan sarjana terkemuka dan ahli dalam bidang kritik tekstual Bible mengomentari tentang masalah ini:

“Pemahaman Paulus tidak diterima secara umum atau seseorang mungkin bisa berargumen bahwa hal ini tidak umum. Bahkan yang lebih mengejutkan lagi bahwa surat yang ditulis Paulus sendiri menandakan bahwa ada seorang pemimpin Kristen yang secara terang-terangan, jujur, dan aktif yang dengan jelas menyatakan bahwa pemahaman Paulus adalah sebuah pengrusakan dari pesan Yesus yang sebenarnya. Harus diingat bahwa dalam surat Galatia, Paulus menentang Petrus tentang suatu masalah. Dia tidak setuju bahkan dengan Petrus yang merupakan murid terdekatnya Yesus.

Bart D Ehrman juga mengomentari tentang tulisan Pseudo-Clementine:

“Paulus telah mengkorupsi iman yang sebenarnya dengan pemikiran tanpa dasar dan hal itu dapat dipastikan. Dengan begitu, Paulus adalah musuh para nabi dan bukanlah pemimpin mereka. Dia berada di luar iman yang benar, seorang sesat yang seharusnya dikutuk, bukan seorang rasul yang harus diikuti.

Joel Carmichael menulis:

“Jarak kita dengan Yesus teramat jauh. Jika Yesus datang hanya untuk memenuhi hukum-hukum dan para nabi, jika dia mengajarkan bahwa tidak satu iota pun, tidak setitik pun hukum yang akan dihapus, bahwa hukum yang utama adalah:”Ketahuilah wahai Bani Israel, Tuhan kita adalah Allah. Tuhan adalah satu dan tidak ada seorang pun yang baik kecuali Tuhan, maka apa yang akan dia lakukan ketika melihat tentang pekerjaan Paulus? Kemenangan Paulus berarti perusakan yang mendalam dari ajaran Yesus.”

Ada banyak sarjana lain yang berkomentar sama, poin pentingnya adalah ketika kita menganalisis Kekristenan, maka kita harus memilih dari siapa kita mengambil ajarannya? Apabila kita memutuskan untuk memilih ajaran yang bersumber dari Nabi Yesus, mari ikuti Red Letter Bible yang menandakan semua ucapan Yesus dalam garis merah, dan kita akan menemukan bahwa semua yang Yesus katakan begitu jelas. Kau akan menemukan bahwa dia membicarakan tentang Tuhan yang satu, dia berkata bahwa dirinya adalah anak manusia dia berkata tentang pertanggungjawaban langsung, dan dia hanya diutus untuk Bani Israel.

Tapi jika kau lebih memilih untuk mengikuti ajaran Paulus, dengan begitu silahkan ikuti para Kristen pengikut Paulus yang merupakan mayoritas umat Kristen pada saat ini. Tapi sebelum kau melakukannya, aku akan menyarankan satu hal. Mari kita analisis dengan teliti masalah-masalah yang telah kujelaskan. Yesus Kristus mengajarkan bahwa hanya ada satu Tuhan, dia mengajarkan bahwa para nabi hanyalah manusia dan merupakan anak manusia, mengajarkan tentang pertanggungjawaban langsung, maka apakah ada agama yang menyampaikan nilai-nilai yang penuh kebenaran ini?

Jika kau menjawab Islam, maka kau benar. Islam adalah agama yang menghargai Yesus Kristus sebagai seorang nabi, mengenali sifat manusianya, mengenali pesannya yang benar, dan pada saat yang sama juga mengenali kerusakan-kerusakan ayat Bible. Islam juga merupakan agama tauhid, beriman pada Tuhan yang satu sebagaimana yang Yesus sampaikan dan Islam adalah sebuah agama yang memenuhi segalanya yang Yesus Kristus katakan