logo blog

Konsep Trinitas




Pertama-tama, lebih mudah jika kita merujuk kepada sumber Kristen dan membaca apa penjelasan mereka tentang Trinitas. The New Westminster Dictionary of the Bible mengatakan

“kata trinitas tidak ada di dalam Bible.”

Menurut Harper Collins Encyclopedia of the Bible

“Doktrin tentang trinitas tidak ditemukan di dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru.”

Jika kata trinitas tidak ada dalam Bible, maka darimana dia berasal? Dan kenapa begitu banyak orang yang mempercayainya? Sebenarnya konsep trinitas diciptakan oleh Tertullian, seorang pengacara dari Cartage (sebuah daerah di Afrika yang berada di bawah kekuasaan Romawi) di sekitar tahun 220 M.  Tertullian mengemukakan konsep tentang terbaginya keilahian di antara Tuhan Bapa, Yesus Kristus, dan Roh Kudus.

Konsep ini mulai ada pada tahun 220 M, setelah kalender Masehi dimulai. Dan misi Yesus Kristus dilaksanakan di sekitar tahun 34-37 M. Berarti konsep Trinitas baru muncul 200 tahun setelah misi Yesus berakhir. Berarti selama 200 tahun, orang Kristen manapun tidak pernah mendengar tentang konsep trinitas. Dan memang umat Kristen pada masa-masa awal tidak setuju dengan konsep trinitas. Jadi ada sekte Kristen pada masa awal yang percaya bahwa Tuhan itu satu (tanpa trinitas). Dan Yesus Kristus memang mengajarkan bahwa Tuhan itu Esa.

Menurut Hans Kohn, seorang sarjana Kristen yang terkenal:

“Di seluruh Perjanjian Baru tidak ada doktrin tentang satu Tuhan dalam tiga kepribadian, tiga entiti, seperti keimanan adanya Tuhan Bapa, Yesus sang anak, dan Tuhan Roh Kudus. Tidak ada doktrin tentang Tuhan menjadi tiga atau trinitas.”

Dengan kata lain, menurut Bible Harper Dictionary

“Doktrin formal tentang trinitas seperti yang ditemukan dalam Dewan Gereja pada abad ke-4 dan ke-5, tidak ditemukan dalam Perjanjian Baru.”

Dan dalam komentar lainnya, Hans Kohn berkata:

“Konsep trinitarian adalah sesuatu yang rumit dan terkadang tidak masuk akal, dan butuh pemikiran keras untuk mengerti konsepnya.”

Saya rasa semua orang tahu bahwa Kredo Nicea dihasilkan dari Dewan Nicea pada tahun 325 M. Ada sebuah komentar

“Pengakuan iman akhirnya disetujui oleh para uskup Nicea untuk membela keimanan melawan para Arianisme, meskipun ada perasaan was-was karena ini bukanlah sebuah terminologi dalam Bible.”

Jadi dari pernyataan di atas kita dapat menarik kesimpulan sebagai berikut: 

Pengakuan iman dari Kredo Nicea akhirnya disetujui dengan perasaan was-was, mereka tidak yakin akan hal itu. Kenapa? Karena konsep trinitas tidak disebutkan dan tidak sesuai dengan Bible. Yang berarti ada sekumpulan orang yang menciptakan konsep ini dan mereka menyukainya, kemudian mengesahkannya.

Hal lainnya yang dapat kita pelajari adalah para uskup Nicea menciptakan konsep trinitas untuk melawan para Arianisme.

Ini adalah poin yang sangat penting. Aries adalah seorang uskup yang menentang trinitas. Dia berkata:

Jika Tuhan adalah Bapa dan Yesus adalah Anak, maka pasti ada masa ketika sang Bapa mendahului sang Anak, jadi sang Anak tidak abadi. Bagaimana mungkin sang Anak bersifat abadi jika dia berasal dari sang Bapa? Pasti ada suatu waktu ketika Bapa mendahului anak.

Argumen Aries adalah iman unitarian (menolak trinitas), dia percaya bahwa Tuhan itu satu, seperti kata Yesus Kristus sendiri. Dalam 3 tempat di Perjanjian Baru, Yesus Kristus ditanya tentang perintah Tuhan yang paling utama dan dia menjawab “Ketahuilah wahai Israel, Tuhanmu adalah satu.” Tidak pernah sekalipun dia menyebut-nyebut tentang trinitas.

Jadi, kenapa dunia Kristen merasa butuh untuk menyatukan pendapat dalam iman trinitas? Dalam satu sisi, ada Aries dengan iman Kristen unitarian-nya dan uskup lainnya yang mengikuti Kekristenan Aries. Tapi umat Kristen lainnya ingin menetapkan trinitarian. Kenapa mereka melakukan ini? Mereka melakukan ini karena Kaisar Konstantin (Kaisar Romawi pada waktu itu) melihat kerajaannya terpecah belah karena pertengkaran agama. Dan pada saat yang sama, Kerajaan Romawi sedang berperang dalam banyak pertempuran. Jadi semua ini memaksa Kaisar Konstantin agar kerajaannya bisa bersatu dalam satu keimanan agama. Dan pada saat itu, trinitarianisme adalah paham mayoritas karena mereka dipaksa untuk menganutnya, bukan karena jalan penyebaran agama.

Meskipun Kristen trinitarian sudah ditetapkan pada masa Konstantin, tapi paham ini pernah menghilang karena Konstantin meninggal. Dia meninggalkan 2 anak laki-laki, yaitu Constan dan Constantius. Constan lebih kuat daripada saudaranya. Dia memerintah setengah kerajaan sedangkan Constantius memerintah setengahnya lagi. Constan memaksa adanya gereja-gereja trinitarian di seluruh kerajaan. Dan Constan juga memaksakan iman trinitarian kepada Constantius yang merupakan Arian.

Tapi Constan meninggal lebih dulu. Seiring Constan meninggal, maka Constantius menggantikan posisinya dan menetapkan Arian atau Kristen Unitarian di seluruh kerajaan. Jadi kerajaan kembali menjadi Kristen Unitarian.

Tapi hal ini belum berakhir. Setelah Constantius meninggal, Julian naik menggantikan tahtanya. Julian mencoba untuk mengembalikan Kerajaan Roma menjadi paganisme yang dulunya pernah dipraktekkan. Dia tidak berhasil karena hidupnya singkat. Ketika dia meninggal, anaknya mengambil alih, dan sekali lagi mereka terpecah belah. Yang satu menguasai setengah kerajaan di bawah Kristen Trinitarian, dan yang satunya lagi menguasai setengah lainnya di bawah Kristen Arian.

Hingga akhirnya ketika mereka meninggal, Kristen Trinitarian telah tumbuh pesat dan menjadi Kristen Orthodox Roma. Kesimpulannya adalah paham trinitarian mengalami sejarah yang berfluktuasi dan banyak penentangan.

Kemudian kredo Nicea memberikan kekuasaan kepada dewan Chalcedon pada tahun 451 M. Meskipun begitu, pada saat itu keadaan Romawi begitu kacau.  Di dalam The New Catholic Encyclopedia tertulis

“Pada paruh kedua abad ke-20, memang susah untuk menemukan tulisan yang jelas, objektif, dan dapat dipertanggungjawabkan tentang wahyu, evolusi doktrin, dan pengembangan teologi tentang misteri Trinitas, diskusi tentang trinitas, Katholik Roma. Hal-hal lainnya juga berada dalam bayangan yang samar karena konsepnya sendiri tidak mewakili ajaran dari masa awal dan merupakan hasil dari pengembangan doktrin abad ke-3. Paham Trinitarian-lah yang menggantikan sumbernya (paham Unitarian) dan benar-benar bertanggung jawab atas bayangan yang samar.”

Jadi menurut The New Catholic Encyclopedia, Kristen trinitarian mengikuti konsep yang tidak mewakili ajaran aslinya. Dengan kata lain, trinitas tidak sesuai dengan ajaran Yesus Kristus, para muridnya, dan umat Kristen masa awal.

Seakan-akan hal ini tidak cukup, di dalam The New Catholic Encyclopedia juga tertulis

“Prinsip satu Tuhan yang berada dalam 3 bagian tidak secara kuat diimani, tidak secara kuat dianut dalam kehidupan umat Kristen dan dalam pengakuan iman umat Kristen sebelum akhir abad ke-4. Konsep ini yang pertama kali memperoleh gelar “Dogma trinitas.” Akan tetapi, di antara para Bapa Apostolik, tidak ada yang memiliki sikap atau pandangan seperti itu (menganut trinitas).”

Wow, jadi butuh 300-400 tahun menjauh dari masa asalnya sebelum akhirnya trinitas diciptakan dan diterapkan ke dalam iman umat Kristen. Bahkan para Bapa Apostolik tidak ada yang mengakui iman trinitas.

Jadi apakah ada agama yang mengikuti ajaran Yesus Kristus yang sebenarnya? Apakah ada agama yang tidak perlu jangka waktu lama, sekitar 300-400 tahun untuk menerapkan doktrin yang tidak dikenal oleh para Bapa Apostolik? Apakah ada agama yang menjalankan paham monoteisme yang diajarkan Yesus Kristus ketika dia berkata “Ketahuilah wahai Israel, Tuhanmu adalah satu.” Jika kau menjawab Islam, maka jawabanmu benar.

Allah berfirman di dalam Al-Qur’an:

“Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Yesus Kristus, anak Maria itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maria, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan : "Tuhan itu tiga", berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah menjadi Pemelihara.” (An-Nisaa’:171)

Dalam Al-Qur’an, Allah juga memperingatkan:

“Katakanlah: "Hai Ahli Kitab, janganlah kamu berlebih-lebihan (melampaui batas) dengan cara tidak benar dalam agamamu. Dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu orang-orang yang telah sesat dahulunya (sebelum kedatangan Muhammad) dan mereka telah menyesatkan kebanyakan (manusia), dan mereka tersesat dari jalan yang lurus." (Al-Ma’idah:77)

Kita mungkin ingin membahas masalah ini lebih jauh. Kita bisa mengutip pernyataan sarjana lainnya. Bart D. Ehrman dalam menanggapi ajaran Paulus:

“Para Adoptionus menganggap Paulus yang merupakan salah satu penulis Perjanjian Baru yang terkenal, sebagai seorang yang menyesatkan dan bukannya seorang rasul.”

Kita bisa mengutip Joel Carmichael:

“Kita berada pada jarak yang amat jauh dari Yesus. Kedatangan Yesus hanyalah untuk menggenapi hukum Taurat dan para nabi. Jika dia mengatakan “Tidak satu iota atau setitik pun yang akan dihapus dari hukum Taurat” bahwa perintah Tuhan yang paling utama adalah “Dengarlah Wahai Israel, Tuhanmu adalah satu dan tak ada seorang pun yang baik kecuali Tuhan”, maka apa yang akan Yesus lakukan jika dia melihat pekerjaan kotor Paulus?”

Dan mari kita ingat bahwa Paulus-lah yang mengucapkan dan menciptakan ideologi dan teologi Pauline dan kemudian mengubahnya menjadi prinsip trinitas. Dalam komentar Dr. Johaness Weiss yang merupakan penulis terkenal:

”Karena itu, iman dalam Kristus seperti yang diyakini oleh gereja-gereja primitif dan Paulus adalah sesuatu yang baru, bukan seperti ajaran Yesus. Ini adalah sebuah agama jenis baru.”

Yesus Kristus mengajarkan keesaan Tuhan dan para Kristen masa-masa awal juga beriman kepada keesaan Tuhan, para Bapa Apostolik juga percaya keesaan Tuhan. Adalah prinsip yang dikhotbahkan oleh gereja-gereja Kristen pada masa selanjutnya yang menjadi prinsip trinitarian.

Baigent dan Lee menyimpulkan hal ini sebagai berikut:

“Dalam semua perubahan yang mengikutinya, perlu ditekankan bahwa Paulus adalah seorang Kristen sesat yang pertama. Dan ajarannya yang menjadi pondasi dari Kristen pada masa-masa selanjutnya, adalah sebuah penyimpangan besar dari ajaran aslinya atau ajaran bentuk baru.”

Eisenman menyatakan:

Yakobus muncul sebagai penjaga ajaran asli, orang yang menerangkan ajaran yang murni, dan seorang yang taat terhadap hukum Taurat, dan dia tidak ingin adanya agama baru dimana Paulus menciptakannya.”

Jadi teologi mana yang menang hari ini? Kupikir kita semua tahu. Pada masa sekarang gereja Trinitarian-lah yang paling dominan di dalam dunia Kristen, sedangkan gereja Unitarian sangat menjadi minoritas. 

Ketika kita meminta bukti-buktinya kepada umat Kristen trinitarian, apa saja bukti yang mendukung konsep trinitas, bukti yang selalu mereka angkat adalah I Yohanes 5:7-8. Dalam ayat inilah disebutkan tentang Bapa, Anak, dan Roh Kudus dan disebutkan bahwa ketiganya adalah satu hakikat. Ayatnya berbunyi sebagai berikut:

“Sebab ada tiga yang memberi kesaksian di dalam sorga: Bapa, Firman dan Roh Kudus; dan ketiganya adalah satu.” (I Yohanes 5:7-8)

Tapi masalahnya adalah, ayat ini tidak ada di dalam kitab aslinya. Ayat ini hanya ada di dalam Bible terjemahan. The Interpreter’s Bible menyatakan

King James Version yang menyertakan ayat ini haruslah ditolak. Ayat ini tidak ada dalam manuskrip kuno berbahasa Yunani, juga tidak pernah diucapkan oleh para pendeta Yunani.

Dr. Scofield dalam Bible-nya, The Scofield Reference Bible menulis:

“Sudah disepakati bahwa ayat ini tidak ada dalam manuskrip aslinya dan telah disisipkan.”

Professor Bruce M. Metzger mengatakan:

“Ayat ini palsu dan tidak punya hak untuk dimasukkan dalam Perjanjian Baru, dia merupakan ayat sisipan.”

Jadi bagaimana mungkin ayat ini bisa ada? The Johannine Comma yang merupakan nama lain ayat ini, I Yohanes 5:7-8 dimasukkan ke tepi halaman oleh para penulis Bible. Beberapa orang menyukainya, kemudian mereka memasukkannya ke dalam Bible dan dari situlah masalahnya berlanjut. Tapi sekarang dengan adanya kejujuran dari sarjana-sarjana Kekristenan modern, kita tahu bahwa ini adalah ayat sisipan yang tidak ada dalam kitab aslinya. Itulah mengapa para sarjana Kristen menginginkan ayat ini agar ditolak. Ayat ini telah dihapus atau diubah dalam Bible Revised Standard Version , The New Revised Standard Version, The New International Version, The New American Standard Bible, The Good News Bible, The New English Bible, The Jerussalem Bible, Dobius New Translation, dan masih banyak lagi yang lainnya. Para sarjana Kristen yang jujur mengakui bahwa ayat ini tidak memenuhi syarat dalam analisis kritikal. 

Ada banyak bukti lain yang lebih lemah tapi juga mendukung, aku hanya ingin mengatakan bahwa aku telah mempersembahkan bantahan-bantahan untuk argumen-argumen Kekristenan Trinitarian dan mereka semua ada jawabannya. Aku mengundang siapa saja ingin tahu lebih banyak tentang masalah ini, tolong kunjungi websiteku www.leveltruth.com, kau juga akan menemukan bukuku, MisGod’ed dan God’ed, juga artikel-artikel dari bab-bab yang belum dipublikasikan.