logo blog

Perbedaan Antara Kekristenan dan Islam | Bagian Pertama




Kita mulai membahas perbedaan antara Islam dan Kristen tentang Yesus Kristus. Kita mulai dari surat Ali Imran ayat 45-47:

“(Ingatlah), ketika Malaikat berkata: "Hai Maria, seungguhnya Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putera yang diciptakan) dengan firman (yang datang) daripada-Nya, namanya Yesus Kristus, anak Maria. Seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah), dan dia berbicara dengan manusia ketika masih dalam buaian dan ketika sudah dewasa dan dia adalah termasuk orang-orang yang saleh. Maria berkata: "Ya Tuhanku, bagaimana mungkin aku mempunyai anak, padahal aku belum pernah disentuh oleh seorang laki-lakipun." Allah berfirman (dengan perantaraan Jibril): "Demikianlah Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Apabila Allah berkehendak menetapkan sesuatu, maka Allah hanya cukup berkata kepadanya: "Jadilah", lalu jadilah dia.

Ayat di atas menjelaskan percakapan antara malaikat Jibril dan Maryam (Maria) ketika Jibril menampakkan diri di hadapannya. Pada saat itu Jibril datang membawa pesan dari Allah tentang kelahiran Yesus Kristus.

Aku akan memulainya dari sini karena Yudaisme tidak percaya bahwa Yesus Kristus adalah Rasul Tuhan.  Dan Kekristenan terbagi dalam beberapa sekte dan setiap sekte saling berbeda pendapat tentang sosok Yesus Kristus. Ada perbedaan pendapat antara Kristen Unitarian dan Trinitarian, antara Kristen Timur dan Kristen Barat. Tapi di luar Kekristenan, Islam-lah satu-satunya agama yang menghormati Yesus Kristus sebagai seorang nabi Tuhan.

Dan dari ayat yang baru saja kubacakan, kita dapat belajar banyak hal. Kita tahu bahwa namanya adalah Yesus Kristus anak dari perawan Maria. Kita tahu bahwa Islam menghormati Yesus Kristus. Kita tahu bahwa “Allah menggembirakan kamu  dengan firman yang datang  daripada-Nya” bukan firman yang menjelma menjadi manusia seperti dalam pandangan Kristen. Yesus Kristus juga berbicara dengan manusia ketika masih dalam buaian dan ketika sudah dewasa.” Kita juga tahu bahwa Maria berkata “Ya Tuhanku, bagaimana mungkin aku mempunyai anak, padahal aku belum pernah disentuh oleh seorang laki-lakipun.” Jadi artinya melahirkan dalam keadaan perawan. Semua ini merupakan bagian dari iman Islam.

Kesimpulannya adalah, umat muslim menghargai Yesus sebagai firman dari Tuhan, dia seorang messiah, dia lahir dari seorang wanita perawan, dia diberitakan oleh Roh Kudus (Jibril A.S.), dan dia melakukan banyak mukjizat. Menurut Islam, Yesus dapat berbicara kepada orang-orang sejak dia masih bayi, dan ini adalah salah satu mukjizatnya.

Dan dia menerima wahyu Tuhan yang kemudian dia sampaikan kepada umat manusia, dia menyembuhkan penderita kusta, dia menyembuhkan orang buta, dan dia membangkitkan orang mati, semuanya atas izin Allah.

Yesus Kristus juga akan kembali ke bumi untuk membunuh Anti-Kristus, kemudian dia akan menegakkan agama Kebenaran di seluruh dunia. Islam mengajarkan bahwa agama Kebenaran itu adalah ajaran Yesus di dalam Perjanjian Lama, di dalam Perjanjian Baru, dan juga yang diajarkan dalam Islam, bahwa Tuhan itu satu dan Tuhan mengirim para nabi ke dunia. Tuhan memberikan wahyu-Nya, dan Kitab Injil adalah bagian dari wahyu-Nya. Yesus Kristus akan menegaskan bahwa dia hanyalah manusia, bukan anak Tuhan, dan bukan Tuhan. Dia seorang nabi Allah.

Dalam Islam dikatakan bahwa Yesus tidak disalib, dia diselamatkan dari penyaliban dan diangkat ke surga. Dengan kata lain, ini hanyalah sebuah trik. Jadi yang disalib adalah dan orang lain untuk menggantikan tempatnya, sehingga orang-orang mengira bahwa Yesus-lah yang disalib.

Dan sebenarnya banyak sekte Kristen pada masa-masa awal yang percaya bahwa Yesus Kristus tidak disalib, sama seperti iman dalam Islam.

Sang Pencipta Maha Adil. Apakah masuk akal Tuhan menyalibkan seorang nabi yang dikasihi-Nya? Bukankah lebih masuk akal bahwa dia menyalibkan seseorang yang lebih pantas untuk disalib, misalnya seorang pengkhianat seperti Yudas? Inilah menurut sudut pandang Islam. Jadi bukan Yesus yang disalib, tapi Yudas-lah yang disalib.

Sebenarnya ada beberapa persamaan dan perbedaan antara sudut pandang Islam dan Kristen. Menurut Islam dan Kristen, ketika Yesus kembali maka dia akan menolak orang-orang dengan iman yang salah. Yesus akan menerima orang-orang dengan iman yang benar, dia akan menegakkan hukum Tuhan dan menciptakan sebuah zaman dimana kebaikan yang menang. Dalam Kekristenan, Yesus Kristus akan kembali dan menetapkan Kristen sebagai iman yang benar, tapi Islam memandang bahwa Yesus akan kembali dalam kemenangan iman yang benar, dan dia akan menetapkan ajaran yang sama yang pernah dia ajarkan di dalam Perjanjian Baru.

Dan aku telah membahas dalam tulisan sebelumnya, bahwa Kristen sebenarnya lebih mengikuti ajaran Paulus. Yesus mengajarkan keesaan Tuhan, tapi Paulus mengajarkan trinitas. Yesus menyebut dirinya sebagai anak manusia sebanyak 88 kali, tidak pernah dia memanggil dirinya sebagai anak Tuhan dalam makna harfiah. Teologi Paulus mengajarkan tentang pengakuan dosa, tapi Yesus Kristus mengajarkan tentang pertanggungjawaban langsung kepada Tuhan. Seharusnya seseorang tidak perlu membuat pengakuan dosa dan menerima pengampunan dari seorang pendeta. Sebenarnya, pertanggung-jawabanmu langsung antara kau dan Tuhan. Paulus-lah yang membuat seolah-olah Yesus sebagai perantara. Yesus menyebut dirinya sebagai nabi yang diutus kepada domba-domba yang tersesat dari Bani Israel, tapi Paulus menyebut Yesus sebagai seorang nabi untuk seluruh dunia. Yesus Kristus mengajarkan hukum Perjanjian Lama tapi Paulus menentangnya. Bahkan hampir semua yang diajarkan Yesus, maka Paulus mengajarkan kebalikannya. Jadi cukup menyedihkan ketika melihat umat Kristen zaman sekarang lebih mengikuti ajaran Paulus yang sangat bertentangan dengan ajaran Yesus Kristus.

Umat Muslim mengharapkan kedatangan Yesus untuk menegakkan iman yang benar dan untuk mengajarkan apa yang dia ajarkan sebelumnya.

Sekarang apakah kita mempunyai sedikit petunjuk di Perjanjian Baru yang membuktikan bahwa sudut pandang Islam-lah yang benar? Ya kita punya.

Ketika Yesus kembali, maka dia akan menolak orang-orang yang melakukan tindakan atas namanya. Jika kita membaca Matius 7:21-23, maka ayatnya berbunyi sebagai berikut:

“Bukan setiap orang yang berseru kepadaku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepadaku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi namamu, dan mengusir setan demi namamu, dan mengadakan banyak mujizat demi namamu juga? Pada waktu itulah aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari padaku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"

Dalam Kristen disebutkan jika beriman pada Yesus Kristus maka akan diampuni. Tapi dalam ayat ini Yesus Kristus sendiri mengatakan bahwa iman saja tidak cukup. Menurut Injil Yakobus, ini juga tidak cukup. Disebutkan bahwa iman tanpa tindakan sama dengan kematian. Hati-hatilah. Aksi panggung dalam gereja termasuk dalam kategori ini, yaitu bernubuat demi nama Yesus, mengusir setan demi nama Yesus, dan mengadakan banyak mukjizat demi namanya.

Meskipun mereka telah melakukan mukjizat yang seakan-akan mereka lakukan atas namanya, namun mereka akan ditolak karena tidak peduli pada hukum yang diperintahkan oleh Yesus. Pesan yang disampaikan Yesus adalah hukum Perjanjian Lama. Itulah mengapa dia dijuluki Rabbi Yesus.

Mari kita lanjutkan. Dalam Bible, Yohanes 1:1 berbunyi “Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Tuhan dan Firman itu adalah Tuhan.” Jika kau bertanya pada orang Kristen apa artinya? Mereka berkata artinya Yesus Kristus adalah logos. Logos sebenarnya hanyalah kata dalam Bahasa Yunani yang berarti firman. Mengatakan bahwa Yesus adalah logos, sama saja dengan mengatakan bahwa Yesus adalah firman. Ini hanyalah argumen yang berputar-putar, tidak menyelesaikan masalah apapun.

Menurut Islam, Yesus Kristus bukanlah jelmaan firman Tuhan, dia adalah firman dimana Allah menciptakan segala sesuatu hanya dengan berfirman “Jadilah”, maka hal itu tercipta. Dalam surat Ali Imran ayat 47 menegaskan:

“Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Apabila Allah berkehendak menetapkan sesuatu, maka Allah hanya cukup berkata kepadanya: "Jadilah", lalu jadilah dia.”

Apakah kita dapat menemukan hal serupa di dalam Bible? Tentu saja. Dalam Kejadian 1:3, Tuhan berfirman “Berfirmanlah Allah: "Jadilah terang." Lalu terang itu jadi.”

Jika kita membaca Al’Quran surat Ali Imran ayat 59:

“Sesungguhnya permisalan(penciptaan) Isa A.S. (Yesus Kristus) di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: "Jadilah" (seorang manusia), maka jadilah dia.”

Jadi bagi mereka yang mengatakan bahwa dalam Yohanes 1:1 merupakan ayat yang menegaskan bahwa Yesus sama kualitasnya dengan Tuhan, maka kita menemukan masalah. Masalah itu ada pada I Korintus 3:23:

Dan kau adalah milik Kristus, dan Kristus adalah milik Tuhan.”

Apa artinya “kau adalah milik Kristus?” Ini bukan berarti bahwa kau adalah bagian dari Kristus. Ini berarti kau mungkin adalah pengikut Kristus, kau mungkin seorang yang beriman pada Kristus, tapi tidak berarti kau adalah bagian dari Kristus. Dan kemudian Kristus adalah milik Tuhan dalam hubungan apa? Jika analogi ini ingin kita luruskan, maka Kristus adalah pengikut dari ajaran Tuhan, seorang yang beriman pada Tuhan, seorang yang hidup karena Tuhan, dan seorang nabi Tuhan. Dan jika ada yang mengatakan Yesus adalah Tuhan, kenapa tidak tertulis bahwa Kristus adalah Tuhan jika memang dia benar-benar Tuhan? Inilah pengertian umat muslim, bahwa Yesus Kristus adalah seorang nabi Tuhan untuk menyampaikan wahyu-Nya, seorang manusia yang hidup karena Tuhan, bukannya jelmaan Tuhan.

Jadi tidakkah hal ini masuk akal bahwa Tuhan itu berdiri sendiri tanpa sekutu dan tanpa trinitas? Hal ini tergantung sudut pandangmu. Jika kau melihatnya berdasarkan kitab suci, tentu saja hal ini benar. Dalam Yesaya 45:22 “...sebab hanya Akulah Tuhan, tak ada yang lain!” Jika kau masih ragu, mari kita baca Yesaya 44:6 “Beginilah firman TUHAN, Raja dan Penebus Israel, TUHAN semesta alam: "Akulah yang terdahulu dan Akulah yang terkemudian; tidak ada Tuhan selain dari pada-Ku.” Jika kau mengatakan “Oke memang Tuhan berkata bahwa dia adalah satu, tapi itu sebelum Yesus datang, tapi setelah Yesus datang, maka dia adalah jelmaan dari Tuhan”, tapi ini tidak sesuai dengan firman Tuhan “Akulah yang terdahulu dan Akulah yang terkemudian; tidak ada Tuhan selain dari pada-Ku.”

Dalam Ulangan 4:39, Tuhan berfirman:

“bahwa Tuhanlah yang di langit di atas dan di bumi di bawah, tidak ada yang lain.”

Dalam Ulangan 6:4:

Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa!

Sekarang, kita akan membahas tentang arti kata Kristus. Banyak orang tidak tahu apa arti kata “Kristus.” Kata “Kristus” berarti messiah. Namun, kata ini sering digunakan para misionaris Kristen untuk mempengaruhi pandangan orang-orang. Mereka bertanya “Apakah Yesus itu sang Kristus?” Dan kau menjawab “Ya.” Kemudian mereka bertanya “Apakah Muhammad juga Kristus?” dan kau menjawab “Bukan.Kemudian mereka berkata “Nah, berarti Nabi Muhammad adalah nabi palsu.”

Tapi, apakah Ibrahim juga Kristus? Dia bukan kristus tapi tetap seorang nabi. Apakah Musa seorang Kristus? Bukan, tapi dia tetap nabi. Apakah harus menjadi Kristus agar bisa menjadi nabi? Tidak. Selain Yesus, ada 38 messiah lainnya yang tercatat di dalam Bible. Jangan lihat kata “Kristus” dalam Bible terjemahan milikmu. Lihatlah kata “messiah” dalam kitab aslinya yang berbahasa Yunani dan Ibrani. Semua messiah dalam Bible yang di antaranya merupakan raja dan pendeta besar dari Palestina zaman kuno bukanlah nabi. Artinya gelar messiah bukan untuk nabi dan tidak semua nabi adalah messiah.

Yang terakhir, jika ada messiah dalam Bible yang bukan nabi, jadi ini artinya menjadi seorang messiah bukan berarti setara derajatnya dengan Tuhan.