logo blog

Perbedaan Antara Kekristenan dan Islam | Bagian Ketiga




Terakhir kali kita sudah mendiskusikan argumen umat Kristen yang mengatakan Yesus Kristus adalah anak Tuhan, tentang trinitas, dan sekarang kita akan membahas ketuhanan Yesus Kritus.

Banyak orang Kristen menganggap Yesus Tuhan karena mukjizat-mukjizatnya. Tapi mukjizat memang salah satu karakteristik nabi. Ada banyak nabi yang melakukan mukjizat dalam Bible.

Dan Islam sendiri meyakini Yesus Kristus melakukan mukjizat. Tapi Islam mengajarkan bahwa dia melakukan mukjizat atas kuasa Tuhan. Dan Yesus sendiri dia berkata tidak bisa melakukan apapun.

Jadi mari kita lihat beberapa mukjizat Yesus. Dia pernah memberi makan ribuan orang dengan sepotong daging ikan dan roti. Tapi apakah hal ini membuat seseorang jadi Tuhan? Elisa memberi makan ratusan orang dengan 20 potong roti gandum dan beberapa potong jagung. Dia membuat guci seorang janda yang hampir kosong terisi penuh dengan minyak sehingga dia hidup makmur dan dapat membebaskan anak lelakinya dari perbudakan.

Yesus Kristus menyembuhkan penderita kusta sedangkan Elisa menyembuhkan Naaman  (II Raja-raja 7-14). Murid-murid Yesus juga bisa menyembuhkan penderita kusta (Matius 10:8). Yesus menyembuhkan orang buta sedangkan Elisa juga bisa memberikan penglihatan kepada orang buta melalui do’a (II Raja-raja 6:17-20). Yesus membangkitkan orang mati sedangkan Elisa membangkitkan 2 orang anak dari kematian (I Raja-raja 7:22 dan II Raja-raja 4:34). Murid-murid Yesus juga bisa membangkitkan orang-orang dari kematian (Matius 10:8). Yesus berjalan di atas air, sedangkan Musa bisa membelah lautan. Dia mengusir setan, begitu juga murid-muridnya dan orang-orang yang Farisi yang ditolak Yesus (Matius 7:22).

Kemudian banyak orang Kristen berkata “Perjanjian Lama memprediksikan kedatangan Yesus Kristus, sehingga dia pasti jelmaan Tuhan.Tapi kitab Maleakhi juga memprediksi kedatangan Yohanes Pembabtis. Bahkan ada banyak ayat yang memprediksikan kedatangan nabi ketiga. Dan prediksi itu tidak dipenuhi oleh Yohanes Pembabtis atau Yesus Kristus. Dalam Perjanjian Baru, para Yahudi mengirimkan pendeta dan rabbi mereka untuk menanyakan Yohanes Pembabtis tentang siapakah dirinya. Mereka bertanya padanya apakah dia sang Kristus, Elia, atau Nabi ketiga? Dan dia menolak semuanya. Jadi kita tahu bahwa mereka mengharapkan 3 nabi yang akan datang. Jadi prediksi kedatangan Yesus Kristus di dalam Perjanjian Lama bukan berarti dia memiliki sifat ketuhanan.

Kemudian umat Kristen menyodorkan argumen ketiga. Yesus Kristus dijelaskan sebagai seorang penyelamat dan Tuhan juga dijelaskan sebagai Penyelamat. Tapi, jika kita menggunakan argumen itu, kita harus mencari tahu kata “penyelamat” dalam bahasa aslinya. Kata itu dalam bahasa Ibrani kuno adalah yasha. Tapi kata ini ditemukan 207 kali dalam Perjanjian Lama dan digunakan dalam Hakim-hakim 3:9 kepada Otniel, Hakim-hakim 3:15 kepada Ehud, Hakim-hakim 3:31 kepada Samgar, Hakim-hakim 8-22 kepada Gideon, dan masih banyak lagi. Jadi argumen ini harus kita buang.

Atau argumen yang keempat. Dalam Yohanes 8:58 tercatat bahwa Yesus Kristus mengatakan “Sesungguhnya sebelum Abraham jadi, aku telah ada." Dalam Exodus 3:14 dikatakan Tuhan telah memberitahu Musa “Aku adalah Aku.” Banyak orang Kristen menjadikan ayat ini sebagai argumen dan berkata “Yesus Kristus mengatakan aku dan Tuhan berfirman Aku, dengan begitu Yesus adalah Tuhan.” Sekali lagi, Bible terdengar lucu karena argumen seperti ini. Apa yang Yesus katakan adalah eimi. Kata-kata ini tidak ditulis dalam huruf besar, ini adalah kata-kata yang penuh kerendahan hati, kata ini tidak berarti memiliki, tidak ekslusif, dan tercatat 152 kali dalam Perjanjian Baru, tapi yang dibuat huruf besar hanya satu kali yaitu ketika Yesus mengatakannya.

Jadi ini seperti sebuah permainan para penerjemah Bible yang kurang jujur dalam menerjemahkan Bible dari bahasa aslinya. Dan karena alasan ini, sarjana Kristen modern telah mengoreksinya menjadi terjemahan yang jujur dan benar. The New International Version, The Revised Standard Version, The American Standard Version, semua Bible itu tidak lagi menjadikan kata “aku” dalam huruf besar. Sekarang sudah dalam huruf kecil.

Atau karena argumen yang memberitahukan bahwa Yesus duduk di sebelah kanan Tuhan dalam Markus 16:19-20. Meskipun begitu, ayat ini telah ditolak dalam banyak Bible modern. Bart D. Ehrman berkomentar:

“Tapi ada satu masalah. Ayat ini sebenarnya tidak ada dalam Gospel Markus. Ayat ini ditambahkan oleh para penerjemah pada masa selanjutnya.”

Tapi meskipun kau berpikir tentang kemungkinan Yesus pernah duduk di sebelah kanan Tuhan, dalam Yesaya 44:6 tertulis:

“Beginilah firman TUHAN "Akulah yang terdahulu dan Akulah yang terkemudian; tidak ada Tuhan selain dari pada-Ku.”

Dalam Markus 16:19-20 Yesus Kristus duduk di sebelah kanan Tuhan tapi Tuhan berfirman tidak ada Tuhan selain dari pada-Ku. Dalam Yesaya 43:11 dia juga berfirman “tidak ada juru selamat selain daripada-Ku.” Juga tercatat dalam Kejadian 5:24 “Dan Henokh hidup bergaul dengan Tuhan." Jadi apakah Henokh berarti memiliki sifat ilahi karena pernah tinggal bersama-Nya?

Kita lanjut lagi pada argumen keenam dimana umat Kristen berkata “Mungkin Yesus adalah Tuhan karena dia memaafkan dosa.” Sekali lagi, dalam Yohanes 5:30 Yesus tercatat pernah berkata “Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diriku sendiri.” Jadi dapat dipahami bahwa memang Yesus menyampaikan pengampunan dosa tapi bukan dia yang mengampuni dosa itu. Jadi apakah hal ini membuatnya setara dengan Tuhan?

Kita lanjut ke argumen ketujuh, bahwa orang-orang Farisi percaya ketuhanan Yesus dalam Lukas 5:21 yang berbunyi:

“Tetapi para penulis dan orang-orang Farisi berpikir dalam hatinya: "Siapakah orang yang menghujat Tuhan ini? Siapa yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Tuhan sendiri?"

Dan argumennya adalah orang-orang Farisi percaya bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan, jadi kita juga harus mempercayainya.

Ini adalah argumen yang liar. Orang-orang Farisi adalah orang-orang yang menganiaya Yesus Kristus, merekalah yang membuatnya dieksekusi. Mereka membenci Yesus dan Yesus memungkiri mereka. Jadi apakah kita harus percaya kata mereka? Ini adalah argumen yang sangat aneh.
Kita dapat lihat bagaimana respon Yesus terhadap mereka dalam ayat berikutnya. Dalam Lukas 5:22 Yesus Kristus menegur orang-orang Farisi "Apakah yang kamu pikirkan dalam hatimu?” Dalam bahasa kasarnya, ini sama saja dengan mencela mereka sebagai orang-orang tolol. Dan tidak mungkin Tuhan yang Maha Kuasa memungkiri Ketuhanan-Nya. Jika orang-orang Farisi mengira bahwa dia Tuhan, maka tentu Yesus tidak akan memungkirinya. Tapi Yesus Kristus malah menegur orang-orang Farisi dan menunjukkan bahwa mereka salah paham. Dengan kata lain, dia bukan Tuhan.
Argumen keenam, konsep bahwa Yesus dipanggil Lord dan Tuhan dipanggil Lord. Jadi kesimpulannya adalah Tuhan adalah Lord dan Yesus adalah Lord, berarti Yesus adalah Tuhan. Tapi sebutan Lord adalah budaya pada masa itu untuk menunjukkan rasa hormat. Sarah juga memanggil Abraham dengan sebutan Lord (I Petrus 3:6).

Thomas memanggil Yesus dengan sebutan: Tuanku dan Tuhanku (my Lord and my God) seakan-akan mereka adalah satu kesatuan, tapi dalam I Korintus 8:6 kita membaca “namun bagi kita hanya ada satu Tuhan (God) saja, yaitu Bapa dan satu Tuan (Lord) saja, yaitu Yesus Kristus” jadi dalam satu ayat, Tuhan dikatakan “Tuanku dan Tuhanku (my Lord and my God) tapi dalam ayat yang lain dikatakan hanya ada satu Tuhan dan satu Tuan (one God and one Lord) dan keduanya terpisah. Dalam Keluaran 4:16 menambah kebingungan ini, karena Musa digambarkan sebagai Tuhan bagi Harun. Jadi ini semua hanyalah kata-kata metafora.

Dan di dalam Bible, Tuhan kaum Pagan dalam Keluaran 12:12, 18:11, dan  18:23 dimana Hakim-hakim dan Mazmur, 82:1 dan 82:6, malaikat dalam Mazmur 8:5, dan nabi dalam Keluaran 4:16 disebut dengan kata elohim sebagaimana kata ini juga dipakai untuk menyebut Tuhan Yang Maha Esa. Jadi, orang yang disebut Lord bukan berarti dia setara dengan Tuhan karena kata ini juga diaplikasikan kepada orang lain.

Argumen kedelapan, orang-orang disebutkan menyembah Yesus Kristus. Ini adalah kesalahan terjemahan dari kata proskuneo, dimana orang-orang dikatakan bersujud pada Yesus Kristus. Tapi jika kita menelusuri kata ini dalam Bible, menurut Kisah Para Rasul 10:25

“Ketika Petrus masuk, datanglah Kornelius menyambutnya, dan sambil tersungkur di depan kakinya, ia menyembah Petrus.”

Dalam I Samuel 25:23:

“Ketika Abigail melihat Daud, segeralah ia turun dari atas keledainya, lalu sujud menyembah Daud”

II Raja-raja 4:37 menceritakan tentang seorang wanita yang bersujud di kaki Elisa, bersujud ke tanah. Dan di dalam Kejadian 50:18, II Samuel 19:18, menggambarkan kejadian yang sama. Sekali lagi, budaya mereka adalah memberikan kehormatan kepada orang-orang yang saleh dan baik, terlebih lagi kepada seorang nabi.

Sebagian orang berkata bahwa Yesus Kristus bisa memprediksi masa depan. Tapi kita tahu bahwa Yesus Kristus berkata bahwa tidak ada yang tahu hari kiamat kecuali Tuhan. Di dalam Markus 13:32 tertulis:

“Tetapi tentang hari atau saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di surga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa saja."

Jadi apa kesimpulannya? Kita telah mendiskusikan dalam tulisan sebelumnya bahwa Bible tidak mendukung keilahian Yesus Kristus. Begitu juga, Yesus Kristus mengatakan bahwa dia hanyalah seorang manusia, dia adalah seorang nabi. Yesus Kristus adalah salah satu di antara orang-orang yang saleh, yang sama-sama melakukan mukjizat. Jelas sekali bahwa mereka semua hanyalah manusia.

Ini adalah topik yang panjang dan kita hanya membahas hal-hal yang penting. Bagi mereka yang ingin melihat lebih jauh bukti-buktinya, tolong kunjungi websiteku www.leveltruth.com dan kau dapat membaca bukuku yang berjudul MisGod’ed kemudian dilanjutkan dengan buku keduaku, God’ed. Untuk mereka yang menyukai sebuah novel aksi dan petualangan, bacalah The Eighth Scroll dalam www.eighthscroll.com.

Ayo Subscribe ke YouTube Channel Lampu Islam: youtube.com/arceuszeldfer
Ayo Like Facebook Page-nya: Lampu Islam


Baca juga artikel-artikel selanjutnya: