logo blog

Perbedaan Antara Kekristenan dan Islam | Bagian Kedua




Dalam tulisan sebelumnya, kita sudah membahas peran Yesus Kristus sebagai seorang messiah dalam Kekristenan dan Islam. Kami telah menunjukkan bahwa kata “Kristus” berarti messiah. Dan messiah artinya adalah “yang diurapi.” Kami juga telah menunjukkan bahwa di dalam Bible, ada 38 messiah. Dari 38 orang messiah ini, ada sebagian yang merupakan nabi, dan sebagian nabi adalah messiah tapi tidak semuanya. Jadi seorang messiah tidak menunjukkan kenabian, dan kenabian tidak berarti messiah. Berarti ketika seseorang mendapat gelar messiah, tidak berarti orang itu memiliki sifat ketuhanan, layaknya anggapan umat Kristen.

Tapi bagaimana mungkin para penerjemah menerjemahkan kata Kristus dengan huruf “K” besar? Tidak ada yang tahu kecuali mereka sendiri. Kata dalam bahasa Yunani-nya adalah christo tapi semua bahasa Yunani kuno tidak memiliki huruf besar. Kata kerja “crio” yang berarti “yang diurapi” ditemukan 69 kali di dalam Perjanjian Lama dan diberikan kepada Daud, Solomon, dan Joah. Lalu, kita menemukan kata “christo” dan kata inilah yang diterjemahkan sebagai “Kristus” dengan huruf besar ketika diaplikasikan kepada Yesus, tercatat sebanyak 38 kali di dalam Bible. 30 kali sebagai julukan kepada raja-raja, 6 kali kepada pendeta besar, dan 2 kali kepada para pemimpin dalam Perjanjian Lama, jadi totalnya 38 kali. Semuanya menggunakan kata christo yang sama yang digunakan untuk menjuluki Yesus, tapi ketika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, mereka menerjemahkannya dengan berbeda. Khusus untuk Yesus, diterjemahkan menjadi Yesus Kristus dengan huruf K besar.

Jika kita membaca The Theological Dictionary of the New Testament yang merupakan salah satu kamus Perjanjian Baru yang terkenal, tertulis:

“Saul sering disebut juga sebagai “Tuan yang diurapi.” Selain Saul, hanya raja-raja Davidic yang mempunyai gelar itu (kecuali dalam Yesaya 45:1).

Dalam Yesaya 45:1, Koresh (orang Persia dan pemimpin dari para penyembah api) dijuluki sebagai “christos” atau “yang diurapi.” Gelar yang sama yang diterjemahkan menjadi “Kristus” pada Yesus.

Graham Stanton yang merupakan seorang sarjana Bible yang terkenal menuslis dalam bukunya:

Kata Ibrani untuk messiah yang berarti seseorang yang diurapi, kata dalam bahasa aslinya adalah “Christos” atau “Kristus” dari terjemahan Perjanjian Lama dalam Bahasa Yunani. Dalam Perjanjian Lama, “yang diurapi” diaplikasikan kepada para raja yang memiliki sifat ilahi. Contohnya dalam I Samuel 12:3 dan dalam II Samuel 19:22. Dalam beberapa ayat, “yang diurapi” digunakan sebagai gelar nabi, yang paling mudah ditemukan adalah dalam Yesaya 61:1 dan juga untuk para pendeta. Dan dalam beberapa ayat, “yang diurapi” digunakan untuk para nabi dan pendeta, dan tidak untuk menunjukkan jabatan, istilah ini sebenarnya merujuk pada raja-raja dari Israel.

Jadi kata Yesus “kristus” atau Yesus “christos” juga digunakan untuk Saul sang kristus, Koresh sang kristus, banyak dari raja-raja Dividic.

Dalam Al-Qur’an, kita tahu bahwa agama Islam menghormati Yesus Kristus, mengenalinya sebagai sang kristus, mengenalinya sebagai orang yang diurapi Tuhan, dan kita lihat ayat ini:

“Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Yesus Kristus, anak Maria itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maria, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya.”
 (Q.S. An-Nisaa’:171)

Dan inilah pesan Islam tentang Yesus sebagai sang kristus. Islam mengenalinya sebagai kristus, sebagai seorang manusia, sebagai seorang nabi, tapi dengan jelas menyatakan janganlah melampaui batas lebih daripada itu, jangan melebih-lebihkan, “janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar” dan kebenaran yang disampaikan Yesus kristus sendiri.

3 kali dalam Perjanjian Baru dia ditanya tentang Perintah Tuhan yang paling utama dan dia berkata “Ketahuilah wahai Israel, Tuhanmu adalah satu.”

Sekarang kita akan membahas konsep kelahiran dari perawan. Umat muslim percaya bahwa melalui kelahiran Yesus Kristus, Allah menunjukkan Kekuasaannya terhadap manusia. Dia menciptakan Adam tanpa ibu, dia menciptakan Yesus Kristus tanpa ayah, dan dia menciptakan manusia lainnya melalui perkawinan.

Sekarang mari kita membahas tentang Yesus Kristus sebagai hasil peranakan atau seperti yang umat Kristen katakan “dilahirkan, bukan dijadikan.” Tapi jika kau menanyakan mereka “Apakah kau percaya bahwa Yesus Kristus dilahirkan, bukan dijadikan?” Dilahirkan mengisyaratkan kelakuan binatang yaitu, mmm.... hubungan seksual. Bagaimana mungkin kau percaya hal itu?

Aku pernah berbincang-bincang dengan seorang Kristen yang taat. Keluarganya mengabdi pada gereja dan berhubungan dengan kependetaan. Aku bertanya padanya “ Kau mempunyai keluarga yang bekerja di gereja, apakah kau percaya bahwa Tuhan berhubungan intim dengan Maria?” Dan dia berkata “Oh tidak... tentu... Mungkin... Ya... Ya, itulah yang kukatakan.” Lidahnya kepeleset sendiri.

Apakah ini masuk akal? Ketika masih kanak-kanak, kita mendengar dongeng tentang mitologi Yunani. Kita tahu kisah tentang Zeus yang turun ke bumi dan mengubah dirinya menjadi pria yang gagah dan melakukan hubungan intim dengan manusia, dan kita semua tertawa mendengarnya dan mengatakan betapa tidak masuk akalnya hal itu. Sang Pencipta jagat raya yang sangat luas, sebuah jagat raya yang menurut perhitungan terakhir mengandung milyaran galaksi. Sang Pencipta datang ke bumi dalam wujud ciptaan-Nya sendiri (manusia)? Oh, betapa tidak masuk akal. Bagaimana mungkin seseorang percaya hal ini? Tapi kita menemukan doktrin Kristendilahirkan, bukan dijadikan."

Tantangan langsung muncul dari Bible sendiri. Jika Yesus adalah satu-satunya anak yang dilahirkan dari Tuhan, jadi siapakah Daud? Mari kita lihat jawabannya dalam Bible.

TUHAN telah berkata kepadaku (Daud). Engkau adalah anak-Ku! Engkau telah Kuperanakkan pada hari ini.” (Mazmur:2:7)

Tunggu sebentar. Kau adalah anak-Ku? Tidak mungkin. Karena dikatakan bahwa Yesus Kristus adalah satu-satunya anak Tuhan. Itulah yang dipercaya umat Kristen. Bagaimana mungkin Yesus Kristus adalah satu-satunya anak Tuhan yang dilahirkan, tapi Daud berkata bahwa Tuhan telah berbicara dengan-Nya dan berkata “Engkau adalah anak-Ku! Engkau telah Kuperanakkan pada hari ini.” Tidak mungkin ada 2 anak satu-satunya yang dilahirkan dan tidak mungkin Pencipta kita mempunyai anak.

Hal ini menarik karena Matius, Markus, dan Lukas tidak mengaplikasikan istilah ini pada Yesus. Ketiga Gospel tidak pernah menyebut Yesus dilahirkan, bukan dijadikan. Hanya satu Gospel yang mengatakannya. Dan satu Gospel yang menyebutnya dilahirkan, sebagai anak satu-satunya Tuhan, berkontradiksi dengan ayat yang menjelaskan tentang Daud. Berarti ketiga Gospel ini menang voting 3 melawan 1.

Kita menemukan masalah ketika membaca Ibrani 11:17. Karena dalam Ibrani 11:17, Ishak adalah anak yang dilahirkan dan satu-satunya anak Abraham menurut Ibrani 11:17. Kenapa hal ini penting? Karena Ishak tidak pernah dalam waktu kapanpun menjadi satu-satunya anak Abraham. Ismael terlahir 14 tahun sebelumnya. Keduanya masih hidup ketika Abraham wafat.

Dan jika kau mencoba menjelaskan hal ini dengan mengatakan “Ismael adalah anak Hagar dan Ishak adalah anak Sarah, dan pernikahan antara Abraham dengan Hagar tidak sah karena merupakan poligami.” Maka kau memiliki 2 masalah besar. Masalah pertama, poligami diperbolehkan dalam Perjanjian Lama dan ada banyak contohnya. Bahkan poligami hanya dilarang oleh Yahudi Ashkenazi pada tahun 1.000 M, dan dilarang di Israel pada tahun 1950. Poligami diperbolehkan dalam kitab hukum di zaman Musa dan Yesus. Kita punya banyak contoh, Rahel, Lea (Kejadian 29:28) dan Gideon juga melakukannya (Hakim-hakim 8:30), Daud melakukannya, Solomo melakukannya. Karena hukum Perjanjian Lama memperbolehkan poligami, begitu juga Abraham mempunyai 2 istri yaitu Hagar dan Sarah.

Jika kau tidak percaya bahwa Ismael adalah anak Abraham maka lihatlah Bible-mu sendiri karena Tuhan menyebut Ismael sebagai anaknya Abraham dalam Kejadian 16:11, 16:15, 17:7, 17:23, 17:25, 21:11.

Kembali ke poin utama. Jadi Ibrani 11:17 tidak benar. Jika ayat ini tidak benar dan Ishak bukan satu-satunya anak Abraham, jadi bagaimana dengan Yesus Kristus karena dikatakan dialah satu-satunya anak yang terlahir dari Tuhan? Tapi kita juga menemukan ayat lainnya yang menunjukkan bahwa Daud adalah anak Tuhan, dilahirkan oleh Tuhan.

Jadi kupikir sangat jelas dari hasil diskusi ini, seharusnya jelas bagi siapapun bahwa kita jadi mengerti tentang sudut pandang Kristen. Kita tahu umat Kristen mengatakan bahwa Yesus Kristus adalah anak yang dilahirkan, bukan dijadikan, anak Tuhan. Tapi Islam menyatakan bahwa Yesus Kristus adalah seorang manusia dan seorang nabi. Seperti yang disebutkan dalam Al-Qur’an:

“Dan tidak layak bagi Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak.”
(Q.S. Maryam:92)

“Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan (Q.S. Al-Ikhlash:3).

Dan banyak orang lain yang digambarkan sebagai anak Tuhan, dan istilah ini ditemukan 9 kali di dalam Bible. Banyak terjemahan Bible modern yang setuju. The Revised Standard Version, The New Revised Standard Version, The New International Version, Good News Bible, New English Bible, Jerussalem Bible, dan banyak lagi yang lainnya telah membuang kata “dilahirkan” karena mereka telah menyadari ketidakcocokannya. Dan itulah hasil kejujuran para sarjana agama Kristen. Mereka mengenali kesalahan mereka dan membuangnya.