logo blog

Kalau Allah Mencintai Kita, Maka...

Seluruh cerita tentang kesabaran, keikhlasan, berdo’a, bersyukur, cinta, memompa pengetahuan, dan melakukan pengabdian terhadap sesama dan diri sendiri juga semesta, dan lain-lainnya; pada saat itu anda sedang menjadikan diri anda menjadi sang ideal. Kalau anda sudah ideal dengan cara-cara itu, niscaya anda akan dicintai Allah.

Apa sih enaknya dicintai Allah? Kalau sudah dicintai Allah, artinya anda sudah mengenali diri anda. Anda sudah sampai pada ingatan murni pada saat menerima alastu. Artinya, anda sudah menjadi diri yang tangguh. Itulah balasan dicintai Allah. Atau kalau ingin jelas, kita lihat Hadist Qudsi berikut: “Aku mencintai hamba-Ku yang tidak pernah berhenti mendekati-Ku lewat amalan-amalan sunnah-Ku. Kalau Aku mencintai seorang hamba, maka Aku akan membuat hamba-Ku mendengar melalui pendengaran-Ku, melihat melalui penglihatan-Ku, memegang melalui tangan-Ku, dan melangkah dengan kaki-Ku.

Anda harus benar-benar perhatian dengan kebaikan-kebaikan diri sendiri, menciptakan banyak hal untuk kebaikan tubuh, kebaikan pikiran, dan kebaikan hati sendiri. Anda juga benar-benar peduli dengan orang-orang yang punya hubungan dengan anda, seperti ayah, ibu, saudara, tetangga, teman-teman. Hak mereka ada dalam diri anda, anda harus membayarnya.

Allah memberi anda telinga, mata, mulut, tangan, kaki, dan semua anggota badan. Telinga menikmati lagu, mata menikmati warna-warni keindahan, mulut menikmati kata-kata dan makanan, tangan menikmati karya dan pemberian, kaki menikmati pijakan, dan semua anggota badan anda menikmati apa yang diberi-Nya. Allah beri, kita terima. Beres, kan?

Belum. Allah tidak sekadar memberi. Dia juga menyuruh kita memanfaatkan apa yang diberi-Nya. Seperti Diri-Nya sendiri yang Maha Pengasih, kita juga diperintah-Nya untuk jadi Pengasih kepada sesama. Kita, harus “menjadi” Diri-Nya.

Tunggu, jadi Diri-Nya, apa maksudnya?

Maksudnya, anda harus berusaha memiliki sifat-sifat terpuji dan sempurna. Anda tidak mendengar kecuali suara-suara yang baik, yang mendapat ridha-Nya, yang tidak membuat otak anda tumpul atau batin anda menjerit. Anda memilih musik yang bisa membuat cinta anda kepada-Nya kian tinggi, rasa belas kasih anda tumbuh, dan rasa sayang anda bersemi.

Anda tidak mau melihat sesuatu secara sembarangan, melihat hal-hal yang diharamkan oleh agama, yang membuat benak anda keruh, atau pikiran anda kotor.

Anda juga berusaha agar senantiasa berkata jujur, benar, dan bijak. Semua kata-kata anda akan membawa dampak yang bermanfaat kepada yang lain. Pendapat anda yang dicintai-Nya dapat diandalkan dalam menyelesaikan setiap permasalahan. Sikap anda juga harus mencerminkan sikap seorang yang dewasa. Anda rajin bekerja dan setiap pekerjaan anda adalah pekerjaan yang bermanfaat, bukan pekerjaan yang sia-sia, yang membuang waktu dan tenaga.

Aktivitas dan kreativitas anda yang dicintai-Nya selalu diarahkan agar membawa manfaat baik bagi diri sendiri, orang lain, dan alam semesta. Itulah makna “mendengar, melihat, memegang, dan melangkah melalui-Ku.”

Cinta Allah itu datang dan kembali kepada-Nya. Kalau Allah mulai mencintai anda, maka tangan anda akan bekerja sesuai dengna kehendak-Nya, kaki anda akan melangkah sesuai arah-Nya, dan mata anda akan melihat sesuai pandangan-Nya. Hanya cinta Allah yang membuat anda mencintai-Nya. Hanya panggilan-Nya yang membuat hati anda merasa ingin dekat kepada-Nya. Kalau dalam hati anda terbersit rasa cinta yang mendalam, itu karena Allah terlebih dulu mencintai anda. Air akan selalu mengalir ke bawah. Yang banyak selalu memberikan isinya pada yang sedikit. Ketika anda mulai menggunakan tangan, mata, telinga, dan kaki anda untuk menunjukkan cinta anda kepada-Nya, sebenarnya Allah-lah yang sedang memanggil anda dengan cinta-Nya.

Apa asyiknya kalau semua hal berarti milik Allah? Allah itu Maha Baik, dan tentu saja jadi menyenangkan kalau anda terus dibimbing oleh yang Maha Baik.


----------------------------------------------------------------------------------------------------------
Dikutip dari buku Nyari Identitas Diri Karangan M. Ikhsan Hal. 138-142 dengan perubahan
YouTube Channel Lampu Islam: youtube.com/ArceusZeldfer
Facebook Page: facebook.com/LampuIslam