logo blog

Lupa Akan Kematian: Indikasi Kebodohan

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيمDengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang


Setiap yang menangis…suatu saat ia akan ditangisi… Setiap yang meratapi suatu saat ialah yang akan diratapi… Akan tetapi kapan..? dan dimana…? Jika setiap kita tahu kapan dan dimana kita akan meninggal maka perkaranya lebih mudah untuk mempersiapkan diri…akan tetapi….tidak ada yang mengetahui…

Betapa banyak orang yang pagi hari tertawa, di sore hari iapun ditangisi. Temanku…di malam hari ia menyolatkan bibinya dan menguburkan bibinya di pekuburan Baqi'…ternyata subuhnya ia yang disholatkan dan dikuburkan di Baqi'…

Janganlah sampai kita lupa … "Kita dilahirkan…untuk menuju kematian…", "Kita tinggal…untuk meninggal…" Orang-orang hebat…para penguasa dunia….ternyata hanya tinggal berita dan kenangan…harta dan kekuasaan yang mereka miliki tak kuasa untuk mengkekalkan mereka…

Quote:Ibnu Umar r.a. berkata :

ﻓﺄﻱ ﺍﻟﻤﺆﻣﻨﻴﻦ ﺃﻛﻴﺲ ﻗﺎﻝ ﺃﻛﺜﺮﻫﻢ ﻟﻠﻤﻮﺕ ﺫﻛﺮﺍ ﻭﺃﺣﺴﻨﻬﻢ ﻟﻤﺎ
ﺑﻌﺪﻩ ﺍﺳﺘﻌﺪﺍﺩﺍ ﺃﻭﻟﺌﻚ ﺍﻷﻛﻴﺎﺱ

"Wahai Rasulullah orang mukmin mana yang paling cerdas?". Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berkata, "Yang paling banyak mengingat kematian, dan yang paling baik persiapannya untuk akhirat, mereka itulah orang-orang cerdas" (HR Ibnu Maajah no 4249, dan dihasankan oleh Syaikh Al-Albani, lihat juga As-Shahihah no 1384)


Benar…dialah mukmin yang cerdas, yang tahu bahwasanya ia tidak tahu kapan meninggalnya dan dimana?, maka iapun selalu mengingat hari perpisahan tersebut…hari tangisan tersebut…, ia tidak tahu apakah ia mendapatkan husnul khotimah ataukan meninggal dalam kondisi bermaksiat..??, ia selalu mempersiapkan diri…ini sungguh orang yang cerdas.

Adapun orang yang bodoh adalah orang yang pura-pura lupa bahwa ia tidak tahu kapan meninggal dirinya lantas ia tidak mempersiapkan dirinya… ia berusaha melupakan hari perpisahan tersebut dengan menghabiskan waktunya untuk menikmati dunia sepuas-puasnya…sungguh ini adalah orang yang bodoh...Namun ia tetap tidak akan bisa lari dari kematian…



Sudah siapkah kita? Mari akhi kita cari bekal buat mati, jangan sampe menyesal yang tidak ada gunanya. Mari kita tobat,tinggalkan segala dosa dan maksiat. Mari kita manfaatkan hidup ini sebaik-baiknya sebelum datang kematian.Mungkin bener Malaikat Maut menjemput kita malam ini.

Kematian adalah hal yang pasti datang, Tak ada yang tahu kapan malaikat maut akan datang mencabut nyawa. Layaknya anak panah yang tak pernah melesat, bagitu juga mati. Ia akan datang pada siapa saja meski orang tersebut menghindarinya. (Ali Imran:185)

Dan tiada seorang jiwa pun yang mengetahui di belahan bumi manakah ia akan mati (Luqman: 34).

Ngga ada tempat buat ngumpet. Di mana saja kita berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh (An-Nisa:78)

Yang ada penyesalan (Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: "Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia), agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan Qs.23:99,100

Dan (alangkah ngerinya), jika sekiranya kamu melihat ketika orang-orang yang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Tuhannya, (mereka berkata): "Ya Tuhan kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami (ke dunia), kami akan mengerjakan amal saleh, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang yakin". Qs.32:12


Quote:ﻗُﻞْ ﺇِﻥَّ ﺍﻟْﻤَﻮْﺕَ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﺗَﻔِﺮُّﻭﻥَ ﻣِﻨْﻪُ ﻓَﺈِﻧَّﻪُ ﻣُﻼﻗِﻴﻜُﻢْ ﺛُﻢَّ ﺗُﺮَﺩُّﻭﻥَ ﺇِﻟَﻰ
ﻋَﺎﻟِﻢِ ﺍﻟْﻐَﻴْﺐِ ﻭَﺍﻟﺸَّﻬَﺎﺩَﺓِ ﻓَﻴُﻨَﺒِّﺌُﻜُﻢْ ﺑِﻤَﺎ ﻛُﻨْﺘُﻢْ ﺗَﻌْﻤَﻠُﻮﻥَ

Katakanlah: "Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, Maka Sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan". (QS Al-Jumu'ah : 8)


Anda orang cerdas ataukah orang bodoh....? semakin sering mengingat kematian semakin cerdaslah anda, semakin lalai dari kematian semakin bodohlah anda… ukurlah kebodohan kita masing-masing !!! Jangan Sampai kita baru merasakan penyesalan tiada guna di akhirat nanti. Karena sikap lalai kita di dunia yang fana ini.
 




Ibnu Abbas r.a. berkata, "Nabi s.a.w terkadang menasehati kami dengan bersabda, 'Bersiaplah untuk menghadapi alam kubur kalian, karena alam kubur setiap hari berseru dengan berkata, 'Wahai anak Adam yang lemah, kasihanilah dirimu dalam hidupmu sebelum kau berjumpa denganku, karena jika kau telah berjumpa denganku dan kau telah beramal serta taat kepada Tuhanmu, aku akan mengasihanimu dan kau akan melihat kebahagiaan padaku.

Dan jika kau tidak mengasihani dirimu, maka aku takkan mengasihimu. Aku adalah tempat cacing dan penyesalan yang panjang. Aku adalah tempat sempit dengan kalajengkingnya. Wahai anak adam, jangan sampai kehidupan dunia memperdayakanmu, karena kau pasti akan melewati diriku dan aku adalah persinggahan pertamamu menuju akhirat. Jika kau selamat dariku, kau akan selamat dari penderitaan yang kau takutkan. Wahai anak Adam, aku adalah tempat kemurkaan dan aku tak pernah mengasihi seorang pun pemuda karena umurnya, anak kecil karena usianya, tidak pula orang tua karena ketuaannya, aku tidak mengasihi kecuali orang yang mengasihi dirinya sendiri!." (Bustan al-wa'zhin, al-Imam Ibnul Jauzi Rahimahullah)

Siapkan dirimu sendiri, selagi kau masih hidup, sebelum buku raportmu diberikan, pintu taubat sudah ditutup, tirai diturunkan, dan kau berangkat menuju alam kuburmu...

Pikirkan orang-orang yang kau cintai, tetanggamu, sahabatmu, saudar-saudaramu, bapak-ibumu dan orang-orang yang jauh darimu. Dunia akan menjadi asing bagimu, jejak menjadi terputus, hidup menjadi penuh dosa, kekasih meninggalkanmu, dan teman memicingkan matanya darimu.

Lahat menjadi sempit untukmu, mata bercucur air mata di pipi, kulit robek dari dirimu, cacing menggerogoti tubuhmu, arwahmu berada di alam barzakh hingga hari Kiamat, semua harta yang kau kumpulkan tak lagi berguna, rumah yang kau bangun tak mampu membentengimu, kubur menjadi tempat terakhirmu, dan orang-orang yang kau cintai meninggalkanmu....

Karena itu, waspadalah, wahai saudaraku, segeralah taati Tuhanmu sebelum kau berpisah dengan negerimu dan orang-orang tercinta...

"Dan (alangkah ngerinya), jika sekiranya kamu melihat ketika orang-orang yang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Tuhannya, (mereka berkata): "Ya Tuhan kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami (ke dunia), kami akan mengerjakan amal saleh, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang yakin". ( Qs.32:12 )
  Sumber: kaskus   YouTube Channel Lampu Islam: youtube.com/ArceusZeldfer
Facebook Page: facebook.com/LampuIslam