logo blog

Aqidah Absurd


Oleh: Akmal Sjafril || Twitter: twitter.com/malakmalakmal

Aqidah Absurd yang saya maksud adalah aqidah yang merancukan sifat-sifat ketuhanan dengan makhluk-makhluk-Nya. Ada salah satu komentar absurd yang saya liat adalah 'tuntutan' agar Tuhan 'di-manusia-kan'. Ada yang bilang, “Tuhan yang gak bisa menjelma manusia itu justru tuhan khayalan.” Ini gak jauh beda dengan komen orang-orang ateis sejak lama. Logikanya sama absurd-nya.

Retorika mereka: “Bisakah Tuhan ciptakan batu sangat besar sehingga Dia tak bisa mengangkatnya?” Retorika ini sebenarnya absurd. Sebab, Tuhan 'dipaksa' men-downgrade dirinya. Sama juga dengan gagasan Tuhan yang menjelma menjadi manusia, itu absurd. Sebab manusia itu makhluk Tuhan. Dengan menjelma jadi manusia, Tuhan bukannya sempurna, malah kehilangan kesempurnaan-Nya. Absurd kan? Bagaimana pun, aqidah absurd ini sejak dulu sudah ada. Ya, paganisme di berbagai belahan dunia itulah aqidah absurd tersebut! Dan dimana-mana, ketika 'Tuhan' men-downgrade dirinya, hilanglah kesempurnaan-Nya. Ini sesuai logika setiap zaman.

Mitologi dewa-dewi Yunani, misalnya, gak seindah yang dibayangkan orang.

Zeus sebagai tokoh sentral sangat jauh dari kemuliaan. Banyak perilakunya yang bejat. Karena dewa-dewi ini 'tidak sempurna', maka mereka melakukan segala hal demi kepentingannya sendiri. Kisah Zeus sampai menjadi dewa terkuat juga banyak lika-likunya, mulai dari mengkudeta dewa terkuat sebelumnya, yaitu Chronos, ayahnya sendiri. Kemudian bersaing pula dengan Hades dan Neptunus, lalu kongkalikong dengan Titan. Ya begitu deh dewa yang tak sempurna. Saking 'manusiawinya' Zeus, akhirnya malah ia memiliki sifat-sifat manusia yang bejat. Metis, istri pertamanya, malah dia makan, karena Zeus merasa terancam olehnya. Bagi yang kurang yakin atau memang belum pernah berkenalan dengan yang namanya Metis, silakan mampir ke halaman wiki di bawah ini. Di dalamnya juga ada referensi dari buku Theogony yang juga saya gunakan: Metis (Mythology)

Hera, istrinya yang lain, dinikahinya setelah diperkosa. Ada dewi-dewi lain yang juga diperkosa oleh Zeus. Zeus juga menghamili manusia, maka lahirlah Hercules dan lain-lain. Di halaman wiki berikut ini ada silsilah anak-anak Zeus, baik dari kalangan dewa atau yang semi-dewa: http://en.wikipedia.orang/wiki/Zeus

Banyak ahli di Barat sekarang berpendapat bahwa trinitas dalam agama Kristiani sangat terpengaruh mitologi seperti yang di Yunani. Polanya mirip: Dewa menghamili manusia, melahirkan manusia setengah dewa, tapi ibunya tetap manusia. Dalam agama Kristen pun banyak sifat 'manusiawi' tuhan yang kemudian dipertanyakan. Misalnya ketika Yesus berteriak lirih ketika disalib. Kok tuhan bisa kesakitan dan mengeluh kepada tuhan yang lain lagi? Persoalan-persoalan ini muncul karena manusia membayangkan Tuhan yang sudah ter-downgrade sehingga seperti makhluk-makhluk-Nya.

Orang-orang Yunani keasyikan dengan mitologinya sehingga lupa bahwa aqidahnya sangat absurd. Oleh karena itu, mereka menyibukkan diri dengan cerita-cerita, gambar-gambar, dan patung yang indah-indah. Mereka tergila-gila dengan fisik. Gaya seni mereka yang sangat mendewakan fisik tercermin pada kehidupan mereka yang tidak pernah jauh dari penyimpangan seks. Bagi orang Yunani, homoseksualitas itu biasa, pedofili pun tidak aneh, bahkan seks dengan binatang pun mereka lakukan. Maka jangan heran kalau ada seniman yang suka mengeksploitasi erotisme lalu terjerat skandal seks. Ya, karena isi kepalanya begitu.

Khusus untuk agama Kristiani di abad pertengahan, Prof. Al-Attas pernah menggarisbawahi. Menurut beliau, karena kebingungan dengan masalah-masalah teologisnya itulah maka Kristiani bertumpu pada seni dalam menjelaskan agamanya. Berbeda dengan Islam yang konsep Tuhan-nya abstrak namun tidak kontradiktif. Bagi kita, Tuhan menjelaskan diri-Nya dengan kata-kata. Bagi logika yang sehat, sangat aneh jika Tuhan digambarkan seperti makhluk-Nya karena dengan demikian malah membatasi-Nya. Allah s.w.t tidak punya sifat manusiawi. Dia tidak serupa dengan apapun. Bacalah Surah Al-Ikhlas.

Jika manusia banyak berdosa, maka Allah akan tetap mengampuninya, asal ia sempat taubat. Tidak sama seperti Kristen, dimana Tuhan harus menyalib 'anaknya' agar dosa-dosa manusia terampuni. Allah s.w.t tidak dalam keadaan berperang dengan siapa pun, termasuk Iblis. Iblis sebelum menggoda manusia pun minta izin kepada Allah. Semua perbuatan Allah dilakukan karena Dia berkehendak melakukannya, bukan karena 'dipaksa keadaan.' Kalau manusia gak mau taubat, ya tidak merugikan Allah, manusialah yang rugi. Akhirnya masuk neraka deh.

Mungkin ada yang berpikir Allah itu diktator, bahkan arogan, karena memaksakan kehendak-Nya. Tapi yang sombong sebenarnya yang berpikir begitu, sebab ia merasa berhak mendikte Allah. Adapun Allah, justru Dia-lah satu-satunya yang berhak akan kesombongan. Manusia yang sombong tidak berbakat menjadi hamba-Nya yang beriman. Yang sombong tapi mengaku taat ya bohong.

Tidak selayaknya seorang Muslim mengadopsi aqidah absurd yang sudah sekian lama bermasalah dengan logika. Kerancuan itulah yang membuat sains di Barat tak bisa bertemu dengan agama. Adapun bagi umat Muslim, kita bisa religius dan rasional pada saat yang bersamaan. Agama kita sangat jelas secara konseptual. Semoga kita terhindar dari kejahilan yang mendorong kita untuk mengikuti aqidah absurd, aamiin...


YouTube Channel Lampu Islam: youtube.com/ArceusZeldfer
Facebook Page Lampu Islam: facebook.com/LampuIslam