logo blog

Masa Depan Koalisi Partai Islam

Oleh: Akmal Sjafril || Twitter: twitter.com/malakmalakmal

Segera setelah Pileg usai, ada sebuah keinginan kuat di tengah-tengah umat Muslim untuk menyerukan Koalisi Islam. Jauh sebelum itu, sejak 1998, sudah banyak pertanyaan: mengapa parpol-parpol Islam tidak bersatu? Pertanyaan ini berulang setiap menjelang pemilu. Mungkin ada benarnya, pertanyaan ini selalu relevan. Saya pun mengerti, banyak yang ingin mengulangi romantisme Masyumi di masa lampau. Koalisi Islam adalah impian kita bersama. Sayangnya, permasalahannya tidak pernah sesederhana itu. Yang mengenang Masyumi harus pula mengingat bahwa sebelum Masyumi ‘dibunuh’ oleh Orde Lama, sudah ada perpecahan. Jika ingin bangkitkan persatuan itu, kita tidak bisa begitu saja melompat pada masa-masa sebelum perpecahan terjadi.

Apalagi, kita ketahui bersama, sepanjang masa puluhan tahun itu umat Muslim selalu dipecah-belah. Persoalan seperti qunut, yasinan, tahlilan dan maulidan saja sudah cukup untuk memecah-belah kita, apalagi politik. Oleh karena itu, persatuan adalah hal yang jauh lebih mudah diimpikan ketimbang diwujudkan, tapi tidak mustahil. Jika parpol-parpol Islam sulit bersatu, ketahuilah bahwa masalahnya mengakar lebih jauh daripada eksistensi parpol-parpol itu sendiri.

Tak lama setelah pileg 9 April 2014 beberapa waktu yang lalu, Quick Count segera dihitung. Sementara yang lain sibuk dengan Quick Count, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menjadi sorotan karena selalu menjadi ‘acuan’ Tabulasi Nasional. Tidak berlebihan kiranya jika dikatakan bahwa Tabulasi Nasional Partai Keadilan Sejahtera (PKS) lebih dipercaya ketimbang Quick Count. Dengan bekal data yang akurat, PKS sejak awal telah menggagas Koalisi Islam (Baca: Sekjen PKS : Perolehan Partai Islam Kalau Dikumpulkan Bisa 31 Persen).

Kita juga mendengar seruan Koalisi Islam yang kuat dari Ustad Al-Muzammil Yusuf, anggota DPR RI dari fraksi PKS (Baca: Almuzzammil Yusuf Sarankan Parpol Islam Satukan Ide dan Gagasan). Sayangnya, seperti kita saksikan sendiri, bisa dikatakan gayung tidak bersambut. Amien Rais, yang dikenal sebagai tokoh Islam era reformasi, justru berpendapat lain. Dari PKB, yang mengalami peningkatan signifikan di Pileg kali ini, juga tidak ada sambutan. PPP, selain dirundung konflik internal, tak lama setelah pertemuan Cikini malah bermanuver lain. Kemana seluruh mata memandang? Jangan heran kalau semua (lagi-lagi) mempertanyakan posisi PKS. Meski prosentase jumlah suara menurun, tapi jumlah kursi PKS di DPR RI diperkirakan relatif stabil. Jauh lebih stabil, misalnya, daripada proyeksi jumlah kursi PADA di DPR.

Ketika membicarakan Koalisi Islam, mau tidak mau, memang harus memperhitungkan PKS. Sementara yang lain berusaha ‘menggebuk’ gagasan Koalisi Islam, Ustad HNW lantang membela. Dalam pertemuan di Cikini pun kita dapat melihat pendirian PKS. Kehadiran Presiden, Wakil Sekjen, dan Ketua Fraksi dari PKS, jelas membuktikan bahwa gagasan Koalisi Islam dianggap serius oleh PKS. Kita amat menyayangkan gagasan Koalisi Islam ini kurang mendapat sambutan dari pihak-pihak lain.

Tak putus kita berdoa, semoga di masa depan apa yang kita impi-impikan itu benar-benar menjadi kenyataan. Akan halnya sekarang, marilah kita hadapi kenyataan pahit bahwa umat ini memang hatinya belum bersatu. Tidak semua parpol Islam memperjuangkan isi hati umat Muslim. Ini pun pelajaran yang pahit. Ada bara dalam sekam, ada banyak persoalan yang harus kita pecahkan sebelum persatuan itu benar-benar terwujud. Kita tidak boleh berputus asa, karena putus asa bukanlah sikap seorang Mu’min. Di samping itu, pertalian ukhuwwah Islamiyyah jauh lebih kuat daripada sekedar kontrak koalisi. Ada-tidaknya koalisi, masih ada ikatan persaudaraan dalam hati umat ini. Kita harus meyakini itu. Perbedaan pendapat memang pasti ada. Akal tak bisa dipersatukan, hatilah yang bisa bersatu.

Sementara itu, marilah kita berjuang untuk segera mewujudkannya. Selama kita masih punya hati, insya Allah bisa bersatu. Salam hormat saya kepada para pemimpin umat yang konsisten berupaya mewujudkan Koalisi Islam. Semoga hati kita semua dipersatukan dalam ketaatan kepada Allah. Aamiin yaa Rabbal ‘aalamiin...


YouTube Channel Lampu Islam: youtube.com/ArceusZeldfer
Facebook Page Lampu Islam: facebook.com/LampuIslam