logo blog

Apakah Manusia Tercipta dari Tanah atau Sperma?



Pertanyaan:

Di satu ayat Al-Qur'an berfirman bahwa manusia diciptakan dari sperma/air mani dan di tempat lain disebutkan bahwa manusia diciptakan dari tanah. Apakah kedua ayat ini tidak bertentangan? Bagaimana Anda bisa membuktikan secara ilmiah bahwa manusia diciptakan dari tanah?

Dijawab oleh Dr. Zakir Naik dari irf.net

1. Manusia diciptakan dari sperma dan tanah

Al-Qur'an menyebutkan bahwa awal mula manusia adalah dari setetes mani, dalam beberapa ayat termasuk ayat berikut dalam Surat Al-Qiyamah:

"Bukankah dia dahulu setetes mani yang ditumpahkan (ke dalam rahim)?" [Al-Qur'an 75:37]

Al-Qur'an juga menyebutkan di beberapa ayat bahwa manusia tercipta dari tanah. Ayat berikut menjelaskan tentang asal-usul manusia:

"...maka (ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah." [Al-Qur'an 22: 5]

Di zaman sekarang, kita mengetahui bahwa semua elemen yang ada dalam tubuh manusia, yaitu unsur-unsur penyusun tubuh manusia juga berasal dari tanah baik dalam jumlah kecil maupun besar. Itulah mengapa ketika jasad manusia dikuburkan, lama-lama jasadnya akan terurai dan menjadi tanah.

Inilah penjelasan ilmiah untuk ayat Al-Qur'an yang mengatakan bahwa manusia diciptakan dari tanah.

Dalam ayat-ayat yang lain, Al-Qur'an menjelaskan bahwa manusia diciptakan dari sperma, sedangkan di ayat lainnya menjelaskan bahwa manusia diciptakan dari tanah. Namun hal ini bukanlah kontradiksi. Kontradiksi berarti pernyataan yang saling bertentangan dan tidak bisa keduanya benar secara bersamaan.

2. Manusia diciptakan dari air

Pada ayat-ayat lainnya Al-Qur'an juga menjelaskan bahwa manusia diciptakan dari air. Misalnya dalam Surat Al-Furqan dijelaskan:

"Dan Dia (pula) yang menciptakan manusia dari air." [Al-Qur'an 25:54]

Ilmu sains telah membuktikan bahwa ketiga pernyataan ini adalah benar. Manusia memang diciptakan dari sperma, tanah, serta air. Bahkan sekitar 70 persen tubuh manusia terdiri dari air.

3. Jadi tidak kontradiksi dalam ayat-ayat ini

Misalkan saya mengatakan bahwa untuk membuat secangkir teh dibutuhkan secangkir air. Kemudian juga diperlukan bubuk teh. Dua pernyataan tadi tidak bertentangan karena baik air dan bubuk daun teh memang diperlukan untuk membuat secangkir teh. Selanjutnya jika saya ingin teh manis, saya dapat menambahkan gula. Dengan demikian seseorang tidak salah jika menyebut teh manis dibuat dari air. Begitu juga dia tidak salah bila menyebut bahwa teh manis dibuat dari bubuk teh. Jadi tidak ada kontradiksi dalam Al-Qur'an ketika dijelaskan bahwa manusia diciptakan dari sperma, tanah, dan air. Kontradiksi berarti dua konsep yang membicarakan objek yang sama namun saling bertentangan. Misalnya jika saya mengatakan bahwa Tuan Kumar adalah pria yang jujur, baik, dan penuh kasih, maka tidak ada kontradiksi disini. Tetapi jika saya mengatakan bahwa Tuan Kumar adalah orang yang selalu jujur ​​tapi seringkali berbohong, maka itu adalah kontradiksi.

Baca juga artikel-artikel lainnya:


Facebook Page Lampu Islam: facebook.com/LampuIslam
Channel YouTube Lampu Islam: YouTube.com/c/LampuIslam