logo blog

Langit dan Bumi Diciptakan dalam 6 Masa Atau 8 Masa?


Pertanyaan:

Al-Qur'an menyebutkan di beberapa ayat bahwa langit dan bumi itu diciptakan dalam 6 masa tetapi dalam Surat Fussilat dijelaskan bahwa langit dan bumi diciptakan dalam 8 masa. Bukankah ini sebuah kontradiksi? Ayat tersebut menjelaskan bahwa bumi diciptakan dalam 6 masa dan kemudian langit diciptakan dalam 2 masa. Ini bertentangan dengan teori Big Bang karena menurut teori Big Bang, langit dan bumi diciptakan secara bersamaan.

Dijawab oleh Dr. Zakir Naik dari irf.net

1. Langit dan Bumi diciptakan dalam enam masa

Saya setuju Al-Qur’an berfirman bahwa langit dan bumi diciptakan dalam dalam 6 masa dan ini disebutkan dalam

-          Surat Al A'raf[7] ayat 54
-          Surat Yunus[10] ayat 3
-          Surah Hud pasal 11 ayat 7
-          Surat Al Furqan[25] ayat 59
-          Surat Al Sajdah[32] ayat 4
-          Surat Qaaf[50] ayat 38
-          Surat Al Hadid[57] ayat 4

Ayat Al-Qur'an yang menurut Anda menjelaskan bahwa langit dan bumi diciptakan dalam 8 masa adalah Surat Fussilat[41]: 9-12

"Katakanlah: "Sesungguhnya patutkah kamu kafir kepada Yang menciptakan bumi dalam dua masa dan kamu adakan sekutu-sekutu bagiNya? (Yang bersifat) demikian itu adalah Rabb semesta alam;

Dan dia menciptakan di bumi itu gunung-gunung yang kokoh di atasnya. Dia memberkahinya dan Dia menentukan padanya kadar makanan-makanan (penghuni)nya dalam empat masa. (Penjelasan itu sebagai jawaban) bagi orang-orang yang bertanya.
Kemudian Dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: "Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa". Keduanya menjawab: "Kami datang dengan suka hati".

Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa. Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.” [Al-Qur'an 41: 9-12]

Jika dilihat sekilas, tampak seakan-akan ayat-ayat Al-Qur'an di atas memberi kesan bahwa langit dan bumi diciptakan dalam 8 masa.

Allah berfirman dalam permulaan ayat ini bahwa orang-orang yang mengeksploitasi ayat-ayat ini untuk menyebarkan keraguan tentang keaslian Al-Qur’an sebenarnya ingin menyebarkan hujatan dan menyangkal keesaan-Nya. Allah telah berfirman kepada kita bahwa seiring berjalannya waktu, akan muncul orang-orang kafir yang mengatakan bahwa ayat ini berkontradiksi.

2. Tsumma berarti “Lebih Jauh”


Jika Anda menganalisis ayat-ayat ini dengan seksama, ia menjelaskan tentang 2 penciptaan: bumi dan langit. Bumi (tidak termasuk pegunungan) diciptakan dalam 2 masa dan pegunungan yang berdiri kokoh di muka bumi diciptakan dalam 4 masa. Dengan demikian bumi beserta pegunungan diciptakan dalam 6 masa menurut ayat 9 dan 10. Ayat 11 dan 12 mengatakan, “lebih jauh, langit diciptakan dalam 2 masa.” Kata Arab yang digunakan di awal ayat 11 dari Surat Fussilat adalah tsumma yang berarti; 'bersamaan dengan itu' atau 'lebih jauh'. Sebagian dari terjemahan Al-Qur'an menerjemahkan kata tsumma menjadi 'kemudian' yang berarti 'setelah itu'. Jika 'kemudian' (terjemahan yang salah) digunakan untuk menerjemahkan kata ‘tsumma’, maka total penciptaan langit dan bumi akan menjadi 8 masa dimana hal ini bertentangan dengan ayat-ayat lain Al-Qur'an yang menjelaskan bahwa langit dan bumi diciptakan dalam 6 masa. Selain daripada itu, hal ini juga akan bertentangan dengan Teori Big Bang serta Surat Al Anbiyya[21] ayat 30 yang menjelaskan bahwa langit dan bumi diciptakan secara bersamaan.

Oleh karena itu terjemahan yang benar untuk kata ‘tsumma’ dalam ayat ini adalah ‘bersamaan dengan itu’ atau ‘lebih jauh.’ Abdullah Yusuf Ali dengan benar menerjemahkan kata summa menjadi ‘lebih jauh’ yang menandakan bahwa sementara bumi diciptakan bersamaan dengan pegunungan dan hal-hal lainnya dalam 6 masa, bersamaan dengan itu, langit diciptakan dalam 2 masa. Oleh karena itu totalnya tidak sampai 8 masa melainkan 6 masa.

Sebagai contoh, jika seorang tukang bangunan mengatakan bahwa ia akan membangun sebuah gedung dan ia akan membangun pagar di sekitar bangunan itu dalam waktu 6 bulan. Dan setelah menyelesaikan proyeknya, ia memberikan gambaran yang lebih rinci dengan menjelaskan bahwa ruang bawah tanah bangunan ini dibangun dalam waktu 2 bulan sedangkan gedungnya sendiri membutuhkan waktu 4 bulan. Seiring ruang bawah tanah dan gedungnya sedang dibangun, ia juga membangun pagar di sekitar gedung tersebut yang membutuhkan waktu 2 bulan. Jadi pagar tersebut dibangun bersamaan dengan dibangunnya gedung dan ruang bawah tanahnya. Dengan demikian, total pengerjaan gedung itu adalah 6 bulan, BUKAN 8 bulan. Oleh karena itu penjelasannya yang pertama dan kedua tidak bertentangan melainkan pernyataan kedua memberikan detil yang lebih rinci akan pembangunannya.

3. Langit dan Bumi diciptakan secara bersamaan

Al-Qur'an menggambarkan penciptaan alam semesta di beberapa ayat, kadang-kadang Qur’an mengatakan langit dan bumi (Qs. 7:54, Qs. 10: 3, Qs. 11: 7, Qs. 25:59, Qs. 32: 4, Qs. 50:38, Qs. 57: 4 ) sementara di ayat-ayat lainnya dikatakan bumi dan langit (Qs. 49: 9-12, Qs. 2:29, Qs. 20: 4) sehingga semakin melengkapi ayat Surat Al Ambiya[21] ayat 30 yang menjelaskan tentang Big Bang serta bahwa langit dan bumi diciptakan secara bersamaan.

Demikian pula dalam Surah Al Baqarah[2] ayat 29

huwa ladzii khalaqa lakum maa fii l-ardhi jamii'an tsumma istawaa ilaa ssamaa-i fasawwaahunna sab'a samaawaatin wahuwa bikulli syay-in 'aliim

"Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu." [Al-Qur'an 2:29]

Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi tsumma (secara bersamaan) juga menciptakan langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit.