logo blog

10 Macam Siksaan dalam Neraka


Berikut ini adalah 10 macam siksaan dari banyak siksaan lainnya yang akan diberikan sebagai hukuman kepada para penduduk neraka:

1) Api neraka yang menghanguskan kulit. Api neraka ciptaan Allah subhanahu wa ta'ala akan membakar kulit orang-orang kafir. Kulit adalah bagian tubuh yang sangat sensitif, bagian yang merasakan apa yang dirasakan oleh tubuh, dimana rasa sakit akibat kebakaran dirasakan, dan inilah alasannya mengapa Allah subhanahu wa ta'ala akan mengganti kulit yang terbakar itu dengan kulit baru, untuk kemudian dibakar lagi, dan proses tersebut berlangsung terus tanpa henti-hentinya:

"Sesungguhnya orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Kami, kelak Kami akan masukkan mereka ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain (baru), supaya mereka merasakan azab. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana." (Qs. an-Nisa'[4]: 56)

2) Air yang menghancurkan isi perut. Salah satu jenis siksaan yang akan dirasakan oleh penghuni neraka adalah penyiraman hamim ke atas kepala mereka. Hamim adalah air yang sangat panas; karena panasnya yang sangat tinggi, hamim akan menghancurkan semua isi perut mereka.

"Orang kafir akan dibuatkan untuk mereka pakaian-pakaian dari neraka. Disiramkan air yang sedang mendidih ke atas kepala mereka. Dengan air itu, dihancurkan segala apa yang ada dalam perut mereka dan juga kulit mereka." (Qs. al-Hajj[22]: 19-20)

Tirmidzi meriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam bersabda, "Hamim akan dituangkan ke atas kepala mereka dan terus menembus ke dalam perut dan menghancurkan segala apa yang ada di dalamnya, untuk kemudian keluar dari kaki dengan melelehkan semuanya, kemudian orang itu dikembalikan lagi ke bentuk semula." Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan-gharib-shahih. [1]

3) Penyiksaan di wajah. Bagian yang paling agung dan mulia dari tubuh seorang manusia adalah wajah. Karena itu, Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam melarang kita untuk memukul atau menampar wajah orang lain. Salah satu cara yang dilakukan Allah subhanahu wa ta'ala untuk memperlakukan para penghuni neraka dengan hina adalah dengan menumpukkan azab atas mereka di wajah, sehingga mereka berada dalam keadaan buta, tuli, dan bisu pada hari kiamat nanti.

"Dan kami akan mengumpulkan mereka pada hari kiamat (dengan menyeret mereka) pada wajah dalam keadaan buta, bisu, dan tuli. Tempat kediaman mereka adalah neraka jahanam. Tiap kali nyala api jahanam itu akan padam, Kami tambah lagi bagi mereka nyalanya." (Qs. al-Isra'[17]: 97)

Kemudian mereka akan dilemparkan ke dalam neraka dengan muka terlebih dahulu:
"Dan siapa yang membawa kejahatan, disungkurkanlah muka mereka ke dalam neraka. Tidaklah kamu dibalas melainkan (setimpal) dengan apa yang dahulu kamu kerjakan." (Qs. an-Naml[27]: 90)

Api neraka akan menghanguskan muka mereka terus-menerus, tanpa ada batas antara mereka dan api:

"Andaikata orang-orang kafir itu mengetahui, waktu (dimana) mereka tidak mampu mengelakkan api neraka dari muka mereka dan (tidak pula) dari punggung mereka, sedang mereka tidak pula mendapat pertolongan, (tentulah) mereka tidak meminta disegerakan." (Qs. al-Anbiya'[21]: 39)

"Maka mereka dibakar api neraka, dan mereka di dalam neraka itu dalam keadaan cacat." (Qs. al-Mu'minun[23]: 104)

"Pakaian mereka adalah dari pelangkin (ter) dan muka mereka ditutup oleh api neraka." (Qs. Ibrahim[14]: 50)

"Apakah orang yang melindungi dirinya dengan wajahnya dari kejahatan azab pada hari kiamat (sama dengan orang yang bebas dari siksaan)?" (Qs. az-Zumar[39]: 24)

Melihat pemandangan yang menakutkan ini membuat kita gemetar!
"Pada hari ketika wajah mereka dibolak-balikkan dalam neraka, mereka berkata, "Alangkah baiknya, andaikata kami taat kepada Allah dan taat kepada Rasul." (Qs. Al-Ahzab[33]: 66)

Persis seperti kita membolak-balik daging atau ikan di atas pembakaran, begitulah azab yang akan mereka terima di neraka nanti. Semoga Allah subhanahu wa ta'ala melindungi kita dari azab neraka!

4) Diseret. Siksaan lain yang akan dialami orang-orang kafir ialah bahwa mereka akan diseret di atas muka mereka ke dalam neraka.

"Sesungguhnya orang-orang yang berdosa berada dalam kesesatan (di dunia) dan dalam neraka. (Ingatlah) pada hari mereka diseret ke neraka di atas muka mereka. (Dikatakan kepada mereka), "Rasakanlah sentuhan api neraka." (Qs. al-Qamar[54]: 47-48)

Pada waktu mereka diseret itu, penderitaan mereka akan bertambah lagi karena mereka diikat dengan rantai dan belenggu "Kelak mereka akan mengetahui ketka belenggu dan rantai dipasang di leher mereka seray diseret ke dam air yang sangat panas, kemudian mereka dibakar dalam api." (Qs. al-Mu'min[40]: 70-72)

Qatadah berkata, "Mereka akan diseret satu kali di dalam neraka dan satu kali dalam hamim. [2]

5) Penghitaman wajah. Allah subhanahu wa ta'ala akan menghitamkan wajah para penghuni neraka di hari kiamat nanti.

"Pada hari ketika, ada muka yang putih berseridan ada pula muka yang hitam muram. Adapun orang-orang yang hitam muram mukanya (kepada mereka dikatakan), "Kenapa kamu kafir sesudah kamu beriman? Karena itu, rasakanlah azab sebab kekafiranmu itu." (Qs. Ali 'Imran[3]: 106)

Muka mereka begit hitamnya seolah-olah kegelapan malam telah menutup muka mereka:

"Dan orang-orang yang mengerjakan kejahatan (mendapat) balasan yang setimpal dan mereka ditutupi kehinaan. Tidak ada bagi mereka seorang pelindung pun dari (azab) Allah, seakan-akan muka mereka ditutupi dengan kepingan-kepingan malam yang gelap gulita. Mereka itulah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya." (Qs. Yunus[10]: 27)

6) Api neraka akan mengelilingi orang-orang kafir. Para penghuni neraka adalah orang-orang kafir yang dikelilingi (dibelit) olh dosa-dosa dan ketidaktaatan mereka, sehingga bagi mereka tidak ada lagi hasanah (kebaikan). Allah subhanahu wa ta'ala befirman, sebagai jawaban terhadap orang-orang Yahudi yang mengaku bahwa api neraka akan menyentuh mereka hanya sementara waktu: "(Bukan demikian), siapa yang melakukan kejahatan dan dibelit oleh dosa-dosa, merekalah yang menjadi ahli neraka, mereka kekal di dalamnya." (Qs. al-Baqarah[2]: 81)

Hanya orag-orang kafir dan musyrik yang akan menghadapi kenyataan yang demikian itu. Siddiq Hasan Kan berkata, "Apa yang dimaksud disini dengan kejahatan atau perbuatan jahat adalah perbuatan-perbuata tertentu yang karena alasan-alasan yang sudah jelas tidak akan dapat mengantarkan para pelakunya untuk mencapai hasanah. Kekekalan di neraka adalah untuk orang-orang kafir dan musyrik, sehingga perbuatan jahat dan dosa dalam ayat ini harus ditafsirkan sebagai kata yang berarti kafir dan syirik. Jadi, argumentasi kaum Mu'tazilah dan Khawarij telah dibuktikan kesalahannya oleh hadits-hadits mutawatir yang menyatakan bahwa orang-orang Muslim yang berdosa pada akhirnya nanti akan dikeluarkan dari neraka."

Dosa-dosa dan perbuatan jahat mengelilingi orang-orang kafir seperti gelang melingkari pergelangan tangan. Oleh sebab itu, hukuman yang ditimpakan atas mereka sepadan dengan kejahatan-kejahatan mereka. Karenanya orang-orang kafir akan dikelilingi oleh api neraka, sebagaimana yang difirmankan Allah subhanahu wa ta'ala, "Mereka mempunyai tikar tidur dari api neraka dan di atas mereka ada selimut (api neraka)." (Qs. al-A'raf[7]: 41)

"Tikar tidur" ada di bawah badn mereka, dan "selimut" di atasnya. Maksudnya, api neraka akan mengelilingi mereka dari atas dan bawah, sebagaimana firman Allah subhanahu wa ta'ala:

"Pada hari mereka ditutup oleh azab dari atas mereka dan dari bawah mereka." (Qs. al-'Ankabut[29]: 55)

"Bagi mereka lapisan-lapisan dari api di atas mereka dan di bawah mereka pun lapisan-lapisan api..." (Qs. az-Zumar[39]: 16)

"Dan sesungguhnya jahanam itu benar-benar mengelilingi orang-orang kafir." (Qs. at-Taubah[9]: 49)

Sebagian ulama salaf menginterpretasikan kata mihad (tikar tidur) dengan makna "kasur" dan ghawasy dengan "selimut." [3]

Kata "mengelilingi" dapat ditafsirkan lain, yaitu bahwa neraka mempunyai dinding yang mengelilingi (mengepung) orang-orang kafir, sehingga mereka tidak bisa keluar untuk melarikan diri, sebagaimana firman Allah subhanahu wa ta'ala, "Sesungguhnya telah Kami sediakan bagi orang-orang lalim itu neraka. Dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi mendidih yang melelehkan muka. Itulah minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek." (Qs. al-Kahfi[18]: 29)

7) Api neraka menjilat jantung mereka. Di atas telah diterangkan bahwa ukuran tubuh para penghuni neraka besar sekali. Namun demikian, api neraka akan menembus ke dalam tubuh mereka dan menjalar sampai ke bagian-bagian tubuh yang paling dalam.

"Aku akan memasukkannya ke dalam neraka saqar. Tahukah kamu apa neraka saqar itu? Saqar itu tidak meninggalkan dan tidak membiarkan. Neraka saqar itu adalah pembakar kulit manusia." (Qs. al-Muddatstsir[18]: 29)

Menurut sebagian ulama salaf, frase "tidak meninggalkan" mempunyai makna bahwa "api neraka itu memakan tulang-tulang, daging-daging, dan otak, dan tidak ada yang tidak disentuhnya." [4]

"Sekali-kali tidak! Sesungguhnya ia benar-benar akan dilemparkan ke dalam huthamah. Dan tahukah kamu apa huthamah itu? (Yaitu) api (yang disediakan) Allah yang dinyalakan, yang membakar sampai ke jantung." (Qs. al-Humazah[104]: 4-7)

Muhammad ibn Ka'ab al-Qurthubi berkata, "Api huthamah membakarnya sampai ke jantungnya, dan kemudian Allah menciptakan tubuh yang baru. Ada yang mengatakan bahwa ketika Tsabit al-Banani membacakan ayat tersebut, ia berkata, 'Api huthamah akan membakar mereka (orang-orang kafir), sampai api tersebut menjalar ke jantung mereka, tetapi mereka tetap hidup, agar mereka merasakan betapa pedihnya azab tersebut.' Kemudian ia menangis. [5]

8) Semua isi perut mereka akan keluar dan terburai di neraka. Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Usamah ibn Zaid bahwa Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam bersabda:

"Seseorang akan ditarik dan dilemparkan ke dalam neraka pada hari kiamat nanti. Kemudian semua isi perutnya akan keluar dan terburai di dalam neraka, dan ia dipaksa berjalan berkeliling seperti seekor keledai yang menarik sebuah jentera. Penduduk neraka berkumpul di sekelilingnya dan berkata, "Hai Fulan, apa kesalahanmu? Apakah kamu tidak menyuruh kami berbuat baik dan melarang kami melakukan kejahatan?" Ia menjawab, "Saya selalu menyuruh kamu berbuat baik, tetapi saya sendiri tidak melakukannya, dan saya selalu melarang kamu melakukan kejahatan, tetapi saya sendiri sering melakukannya." [6] Kemudian ia berjalan berkeliling seperti seekor keledai menarik jentera."

Salah seorang penduduk neraka yang seluruh isi perutnya akan dikeluarkan di neraka nanti adalah 'Amr ibn Lahiy, orang pertama yang mengubah agama masyarakat Arab. Nabi Muhammad shalallahu 'alaihi wassalam melihatnya menarik isi perutnya sendiri di neraka. Muslim meriwayatkan dari Jabir ibn 'Abdullah bahwa Nabi Muhammad shalallahu 'alaihi wassalam bersabda, "Saya melihat 'Amr ibn 'Amir al-Khuza'i menarik isi perutnya sendiri di neraka, dan ia adalah orang pertama yang memulai tradisi sa'ibah (melepas unta betina untuk makan rumput dengan bebas demi berhala)." [7]

9) Rantai, belenggu, dan martil para penghuni neraka. Allah subhanahu wa ta'ala telah menjanjikan bahwa para penghuni neraka akan "diberi" rantai, dibelengggu, dan martil:

"Sesungguhnya Kami menyediakan bagi orang-orang kafir rantai, belenggu, dan neraka yang menyala-nyala." (Qs. al-Insan[76]: 4)

"Karena sesungguhnya pada sisi Kami ada belenggu-belenggu yang berat dan neraka yang menyala-nyala, serta makanan yang menyumbat di kerongkongan dan azab yang pedih." (Qs. al-Muzammil[73]: 12-13)

Belenggu-belenggu tersebut akan dipasang di leher mereka:

"Dan kami pasang belenggu di leher orang-orang kafir. Mereka tidak dibalas melainkan dengan apa yang telah mereka kerjakan." (Qs. Saba'[34]: 33)

"Ketika belenggu dan rantai dipasang di leher mereka seraya mereka diseret." (Qs. al-Mu'min[40]: 71)

Rantai-rantai atau belenggu-belenggu itu sengaja digunakan Allah subhanahu wa ta'ala untuk menghukum mereka: "Karena sesungguhnya pada sisi Kami ada belenggu-belenggu..." (Qs. al-Muzammil[73]: 12)

Rantai-rantai tersebut adalah sejenis hukuman yang lain, yang digunakan unuk mengikat orang-orang yang berdosa,  sebagaimana layaknya para penjahat di dunia ini dirantai dan diikat. Simak bagaimana Al-Qur'an menggambarkannya, "(Allah berfirman), 'Pegangilah ia, lalu belenggulah tangannya ke lehernya. Kemudian masukkanlah dia ke dalam api neraka yang menyala-nyala. Kemudian belitlah dia dengan rantai yang panjangnya tujuh puluh hasta.'" (Qs. al-Haqqah[69]: 30-32)

Allah subhanahu wa ta'ala telah menjanjikan bahwa orang-orang kafir yang mencoba melarikan diri dari neraka akan dicambuk dengan batang-batang besi dan kemudian dilemparkan lagi ke bagian neraka yang lebih dalam:

"Dan untuk mereka cambuk-cambuk dari besi (untuk menghukum mereka). Setiap kali mereka hendak keluar dari neraka lantaran kesengsaraan mereka, niscaya mereka dikembalikan ke dalamnya. (Kepada mereka dikatakan), "Rasakanla azab yang membakar ini." (Qs. al-Hajj[22]: 21-22)

10) Mereka akan ditemani oleh sembahan-sembahan dan setan-setan mereka di neraka. Kaum kafir dan musyrik mempunyai kebiasaan untuk mengagung-agungkan berhala-berhala yang mereka sembah, bukannya mengagungkan dan menyembah Allah subhanahu wa ta'ala. Mereka dengan cara apapun juga akan berusaha membela berhala-berhala tersebut, bahkan bersedia mengorbankan diri dan harta mereka demi pengabdian mereka kepada berhala-berhala dan sembahan-sembahan mereka itu. Pada hari kiamat nanti, Allah subhanahu wa ta'ala akan memasukkan sembahan-sembahan mereka itu ke dalam neraka, sebagai penghinaan atas mereka agar menyesal dan mereka tahu bahwa mereka telah sesat dan menyembah sesuatu yang tidak mempunyai kekuatan yang dapat memberi mereka keuntungan atau mencelakakan mereka.

"Sesungguhnya kamu dan apa yang kamu sembah selain Allah adalah umpan jahanam, kamu pasti masuk ke dalamnya. Andaikata berhala-berhala itu tuhan, tentulah mereka tidak masuk neraka. Dan (mereka) semua kekal di dalamnya." (Qs. al-Anbiya'[21]: 98-99)

Ibn Rajab mengatakan, "Karena orang-orang kafir itu menyembah berhala-berhala, bukannya menyembah Allah subhanahu wa ta'ala, dan mereka percaya berhala-berhala tersebut dapat menjadi perantara antara mereka dengan Allah sehingga dapat mendekatkan mereka kepada Allah subhanahu wa ta'ala, mereka akan dihukum dengan mengikutsertakan berhala-berhala tersebut bersama mereka di neraka untuk menghina dan mempermalukan mereka, dan untuk membuat mereka menyesali perbuatan-perbuatan mereka. Karena, apabila suatu hukuman disertai dengan sesuatu yang menjadi penyebab dijatuhkannya hukuman tersebut, hal ini akan menambah kepedihandan penyesalan bagi si pelaku kejahatan." [8]

Karena alasan ini pula, matahari dan bulan akan dilemparkan ke dalam neraka dan menjadi bahan bakarnya, untuk menghukum orang-orang kafir yang suka menyembah keduanya, bukannya menyembah Allah. Ini sebagaimana dikatakan dalam sebuah hadits, "Matahari dan bulan akan digulingkan dalam neraka." [9]

Al-Qurthubi mengatakan, "Benda-benda tersebut dimasukkan ke dalam neraka, karena merekalah--bukannya Allah subhanahu wa ta'ala--yang telah disembah oleh orang-orang kafir. Benda-benda tersebut dimasukkan ke dalam neraka bukan dengan maksud untuk menghukum benda-benda itu, karena benda-benda itu adalah benda mati yang tidak bernyawa, melainkan untuk menambah rasa penyesalan dan malu orang-orang kafir. Hal inilah yang dikatakan oleh sebagian ulama." [10]

Untuk alasan yang sama, orang-orang kafir akan dikumpulkan bersama setan-setan mereka agar hukuman mereka terasa lebih berat dan lebih pedih:

"Siapa yang berpaling dari ajaran Tuhan Yang Maha Pemurah (Al-Qur'an), Kami adakan baginya setan (yang menyesatkan), maka setan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya. Dan sesungguhnya setan-setan itu benar-benar menghalangi mereka dari jalan yang benar dan mereka menyangka bahwa mereka mendapat petunjuk. Sehingga apabila orang-orang yang berpaling itu datang kepada Kami (di hari kiamat) ia berkata, "Aduhai, andai saja (jarak) antara aku dan kamu seperti jarak antara timur dan barat." Setan itu adalah sejahat-jahat teman (yang menyertai manusia). (Harapanu itu) sekali-kali tidak akan memberi manfaat kepadamu di hari itu karena kamu telah menganiaya (dirimu sendiri). Sesungguhnya kamu bersama-sama dalam azab." (Qs. az-Zukhruf[43]: 36-39)




[1] Ibn Rajab, at-Takhwif min an-Naar, hal. 145; Jami’ al-Ushul, X, hal. 540
[2] Ibn Rajab, hal. 147
[3] Tafsir ibn Katsir, III, hal. 168
[4] Ibn Rajab, at-Takhwif min an-Naar, hal. 146
[5] Ibid.
[6] Bukhari dan Muslim. Misykat al-Mashabih, II, hal. 642, hadits no. 5139
[7] Misykat al-Mashabih, II, hal. 642. ‘Amr adalah orang pertama yang memulai tradisi ini di kalangan masyarakat Arab. Ia melarang apa yang telah diizinkan Allah untuk dilakukan terhadap jenis-jenis ternak tertentu (seperti menyembelih, memerah susu, atau menungganginya) tanpa izin, karena Allah tidak memerintahkannya.
[8] At-Takhwif min an-Naar, hal. 105
[9] Diriwayatkan oleh al-Baihaqi dalam Syu’ab al-Iman, serta oleh al-Bazzar, al-Isma’ili, dan al-Khaththabi. Lihat Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah, I, hal. 32
[10] Al-Qurthubi, at-Tadzkirah, hal. 392