logo blog

3 Fakta Menakjubkan Tentang Neraka


1. Neraka Dapat Melihat, Berbicara, dan Menyampaikan Keluh Kesah

Siapa yang membaca penjelasan tentang neraka dalam Al-Qur’an dan hadits akan mengetahui bahwasanya neraka adalah sebuah ciptaan Allah yang dapat melihat, berbicara, dan menyampaikan keluh kesah. Al-Qur’an memberitahu kita bahwa neraka dapat melihat para penghuninya dari kejauhan ketika mereka sedang menuju ke arahnya. Kemudian ia akan mengeluarkan teriakan-teriakan yang menakutkan sebagai pertanda betapa besar amarah, kegeraman, dan kebenciannya terhadap orang-orang yang durhaka tersebut, “Apabila neraka melihat mereka dari tempat yang jauh, mereka mendengar kegeramannya dan suara nyalanya.(Qs. Al-Furqan[25]: 12)

Ibnu Jarir meriwayatkan bahwa Ibn ‘Abbas mengatakan: “Seseorang akan diseret ke neraka, dan neraka akan menciutkan dirinya. Allah berfirman, “Ada apa dengan engkau?” Neraka berkata, “Ia berusaha mencari perlindungan kepada-Mu dari aku.” Allah berfirman, “Bebaskan hamba-Ku!” Seorang lagi diseret ke neraka, dan orang itu berkata, “Oh Tuhanku, aku tidak mengharapkan hal ini dari-Mu.” Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, “Apa yang engkau harapkan?” Orang itu berkata, “Bahwa ampunan-Mu juga akan diberikan kepadaku.” Allah subhanahu wa ta’ala berkata, “Bebaskan hamba-Ku!” Seorang yang lain lagi diseret ke neraka, lalu neraka menyemburkan udara seperti keledai mendengus kepada seekor unta, kemudian neraka menghirup udara sebanyak-banyaknya, sehingga tidak ada lagi yang tertinggal.

Imam Ahmad dan Tirmidzi meriwayatkan dari Abu Shalih dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda, “Pada hari kiamat, sebuah leher akan menjulur dari neraka; leher tersebut mempunyai dua mata untuk melihat, dua telinga untuk mendengar, dan lidah untuk berbicara. Leher tersebut berkata, “Saya ditunjuk untuk mengawasi tiga jenis manusia: penguasa yang lalim dan sombong, orang yang meminta kepada sembahan selain Allah subhanahu wa ta’ala, dan orang yang suka membuat gambar.” [1]

2. Neraka Memiliki Tanduk-tanduk


Bukhari dan Muslim meriwayatkan bahwa Ibn ‘Umar mengatakan, “Aku melihat dalam mimpi bahwa dua orang malaikat datang kepadaku. Masing-masing dari mereka memegang sebuah cemeti besi di tangannya. Kemudian aku bertemu dengan seorang malaikat lain yang juga sedang memegang cemeti besi. Mereka berkata, “Jangan khawatir, engkau orang baik; kami hanya menginginkan agar engkau lebih banyak shalat pada malam hari.” Mereka membawa aku ke pinggir neraka, yang terlihat seperti sebuah sumur dengan tanduk-tanduk: setiap antara dua tanduk berdiri seorang malaikat yang sedang memegang cemeti besi. Aku melihat seseorang yang sedang tergantung terbalik, diikat dengan rantai, dan aku mengenal beberapa orang dari mereka sebagai orang-orang Quraisy. Kemudian kedua malaikat itu membawa aku ke sebelah kanan. Aku bercerita kepada Hafshah tentang mimpiku itu, dan ia (Hafshah) memberitahu Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam mengenai mimpi tersebut, dan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam berkata, “Abdullah benar.” [2]

3. Neraka Berpengaruh Terhadap Bumi dan Penduduknya


Bukhari meriwayatkan dalam kumpulan hadits-hadits sahihnya bahwa Abu Hurairah mengatakan, “Neraka mengadu kepada Tuhannya, dan berkata, “Oh Tuhanku, sebagian dariku telah menghabiskan sebagian yang lain.” Allah lalu mengizinkannya menghembuskan napas dua kali: sekali dalam musim dingin dan sekali dalam musim panas. Itulah sebabnya mengapa udara sangat dingin pada musim dingin dan sangat panas pada musim panas.”

Bukhari juga meriwayatkan dari Abu Sa’id bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda, “Tunda shalatmu sampai udara terasa sejuk, karena udara yang panas itu berasal dari neraka.” [3]



[1] At-Takhwif min an-Naar, hal. 179. Lihat juga Jami’ al-Ushul, X, hal. 518; pentahkiknya mengatakan, “Sanadnya hasan.” Tirmidzi mengatakan, “Hadits ini gharib-sahih.”
[2] At-Takhwif min an-Naar, hal. 51.
[3] Lihat Shahih al-Bukhari, bab “Bad ‘al-Khalq”, sub-bab “Shifat an-Nar wa Annaha Makhluqah”, dan Fath al-Bari, VI, hal. 330. Penulis Jami’ al-Ushul, X, hal. 517, mengatakan bahwa kedua riwayat ini berasal dari Bukhari, Muslim, dan Tirmidzi.