logo blog

Gambaran Tentang Hukuman di Neraka


Hukuman yang akan diterima para penghuni neraka akan bertingkat-tingkat. Karena neraka mempunyai berbagai tingkat, dimana satu tingkat hukumannya lebih pedih daripada tingkat yang lain, maka para penghuni neraka akan memperoleh tingkat hukuman yang berbeda. Menurut sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Muslim dan Ahmad dari Samurah, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda mengenai para penghuni neraka, “Ada di antara mereka yang dibakar api neraka sampai pergelangan kakinya, yang lain sampai ke lututnya, dan yang lain lagi sampai ke tulang selangkanya.” Menurut riwayat lain, “sampai ke lehernya.”

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam juga menceritakan kepada kita tentang orang-orang yang akan menerima hukuman yang paling ringan di neraka. Bukhari meriwayatkan dari an-Nu’man ibn Basyir, yang mengatakan, “Aku mendengar Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda, ‘Orang yang akan menerima hukuman paling ringan di antara para penduduk neraka di hari kiamat nanti adalah orang yang di bawah telapak kakinya ditaruh bara yang menyala, yang akan membuat otaknya mendidih.’” (Baca juga: Siksa Neraka yang Paling Ringan Membuat Seseorang Hilang Ingatan).

Dalam sebuah hadits lain yang diriwayatkan oleh Bukhari dari an-Nu’man ibn Basyir, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda, “Orang yang akan menerima hukuman paling ringan di antara para penghuni neraka pada hari kiamat nanti adalah seseorang yang di bawah telapak kakinya akan ditaruh dua batu bara yang menyala, yang akan membuat otaknya mendidih seperti air mendidih dalam sebuah mirjal (bejana dari tembaga) atau qumqum (bejana seperti ceret).” [1]

Menurut sebuah hadits dari an-Nu’man ibn Basyir yang diriwayatkan oleh Muslim, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda, “Orang yang akan menerima hukuman paling ringan di antara para penduduk neraka di hari kiamat nanti adalah seseorang yang akan diberi sepatu dan tali dari api, yang akan membuat otaknya mendidih seperti mendidihnya air dalam sebuah mirjal. Ia tidak berpikir bahwa ada orang yang lebih berat hukumannya dari dia, padahal dialah orang yang paling ringan hukumannya.” [2]



Muslim meriwayatkan dari Abu Sa’id al-Khudri bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda, “Orang yang akan menerima hukuman paling ringan di antara para penduduk neraka nanti akan disuruh memakai sepatu dari api neraka, dan karena panasnya api tersebut, otaknya mendidih.” [3]

Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Abu Sa’id al-Khudri bahwa ia mendengar Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda, ketika menyebut-nyebut paman beliau, Abu Thalib, “Mungkin syafaatku akan menolongnya pada hari kiamat, sehingga ia dapat ditempatkan di bagian neraka yang dangkal, dimana api neraka akan menjalar sampai ke pergelangan kakinya yang menyebabkan otaknya mendidih.” [4]

Banyak ayat Al-Qur’an yang menerangkan berbagai tingkatan hukuman yang akan diberikan kepada para penghuni neraka:

Sesungguhnya orang-orang yang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka...(Qs. An-Nisa’[4]: 15)

Dan pada hari terjadinya kiamat, (dikatakan kepada malaikat), “Masukkanlah Fir’aun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras.” (Qs. Al-Mu’min[40]: 46)

Orang-orang yang kafir dan menghalangi (manusia) dari jalan Allah, kami tambahkan kepada mereka siksaan demi siksaan disebabkan mereka selalu berbuat kerusakan.” (Qs. An-Nahl[16]: 88)

Al-Qurthubi berkata, “Hal ini menunjukkkan bahwa orang yang kafir karena semata-mata tidak percaya, tidak sama dengan orang yang kafir yang melakukan penindasan, tidak mempercayai Allah, dan membangkang. Dengan demikian, jelaslah bahwa kaum kafir akan memperoleh berbagai tingkatan hukuman di neraka, sebagaimana yang kita ketahui dari Al-Qur’an dan Sunnah. Kita mengetahui dengan pasti bahwa hukuman bagi orang-orang kafir yang melakukan penindasan dan membunuh para nabi dan orang-orang Islam, dan berbuat kerusakan di muka bumi tidak akan sama dengan hukuman yang akan dijalani oleh orang-orang kafir yang semata-mata tidak mempercayai kebenaran yang dibawa para nabi, tetapi memperlakukan mereka dan orang-orang Islam dengan baik. Apakah anda tidak melihat Abu Thalib, bagaimana Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam akan mengupayakannya supaya ia ditempatkan di neraka yang dangkal karena ia menolong, melindungi, dan memperlakukan Rasulullah dengan baik? Hadits yang diriwayatkan Muslim yang berasal dari Samurah tadi dapat ditafsirkan sebagai menerangkan hukuman bagi orang-orang kafir.” [5]

Ibn Rajab berkata, “Ketahuilah bahwa perbedaan tingkatan hukuman yang akan diderita oleh para penghuni neraka sesuai dengan perbedaan tingkatan perbuatan yang mengantarkan mereka ke dalam neraka.” Selanjutnya ia mengutip bukti-bukti tentang hal ini, misalnya kata-kata Ibn ‘Abbas: “Hukuman bagi orang-orang yang ekstrim dalam kekafirannya dan suka berbuat bencana di muka bumi, dan mengajak orang lain kepada kekafiran, tidak akan sama dengan hukuman atas orang-orang kafir yang tidak melakukan hal-hal yang demikian itu.” Ibn Rajab selanjutnya mengatakan, “Begitu juga dengan hukuman atas orang-orang Muslim yang berdosa di neraka, akan berbeda tingkatannya sesuai dengan perbuatan mereka. Hukuman atas orang-orang yang melakukan dosa-dosa besar (kaba’ir) tidak sama dengan hukuman atas orang-orang yang melakukan dosa-dosa kecil (shagha’ir). Hukuman tersebut mugnkin akan dikurangi untuk sebagian mereka karena perbuatan-perbuatan baiknya, atau karena alasan apa saja yang dikehendaki Allah subhanahu wa ta’ala. Oleh karena itu, sebagian dari mereka mungkin mati dalam neraka.” [6]


[1] Diriwayatkan oleh Bukhari dalam Shahih-nya. Lihat, Fath al-Bari, XI, hal. 417; dan oleh Muslim, I, hal. 196, no. 363
[2] Shahih Muslim, I, hal. 196, hadits no. 364
[3] Ibid, I, hal. 195, hadits no. 361
[4] Diriwayatkan oleh Bukhari. Lihat, Fath al-Bari, XI, hal. 417. Juga oleh Muslim, I, hal. 195, hadits no. 360. Muslim menyebut sejumlah hadits yang sama.
[5] Al-Qurthubi, at-Tadzkirah, hal. 409
[6] At-Takhwif min an-Naar, hal 142-143