logo blog

Kekhawatiran Umat Manusia di Hari Penghisaban


Sesudah kiamat terjadi dimana bumi beserta alam semesta dihancurkan oleh Allah subhanahu wa ta'ala, maka seluruh makhluk hidup, baik manusia maupun bangsa jin dihidupkan kembali dari kematian. Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala mengumpulkan mereka semua di padang mashyar. Kala itu, manusia dan jin hanya dapat meratapi seluruh perjalanan hidupnya selama di dunia. Rasa bersalah dan sesal yang tiada terhingga tercermin dari wajah mereka. Mereka semua tersadar akan kenyataan alam akhirat.

Kala itu, satu per satu manusia diproses amal perbuatannya. Dan kala dikumpulkan itulah setiap manusia akan tersadar. Dan keyakinan kemana tempat terakhir mereka nantinya semakin nyata ketika Allah membagikan seluruh catatan amal manusia. Kala itu, masing-masing manusia dapat menerima sekaligus menyaksikan prosentase amal ibadahnya ketika berada di dunia. Kejadian saat itu berlangsung sangat dramatis. Sebab ketika catatan amal itu hendak diberikan, mereka yang amal ibadahnya baik secara otomatis menerima buku catatan amalnya dengan tangan kanan. Dengan demikian dapat ditebak bahwa orang tersebut akan masuk ke surga Allah. Akan tetapi, bila buku catatan amal itu diterima dengan tangan kiri, hal ini mengindikasikan bahwa orang tersebut akan masuk neraka. Maka dari itu, sungguh sebuah kecelakaan yang besar bagi orang-orang yang sering melakukan perbuatan dosa semasa di dunia dan menerima buku catatan amalnya dengan tangan kiri.

Dalam sebuah riwayat diceritakan bahwa manakala manusia akan dibagikan catatan amalnya, maka terdengar Allah berfirman: “Wahai fulan bin fulan, terimalah buku catatan amal dengan tangan kirimu. Wahai fulan bin fulan, terimalah buku catatan amal dengan tangan kananmu.” Oleh karena itu, orang-orang yang akan menerima buku catatan amal dengan tangan kiri segera menyembunyikan tangan kiri mereka ke belakang punggung, dan mengulurkan tangan kanan mereka. Ini mereka lakukan dengan harapan untuk menerima buku catatan amal dengan tangan kanan. Namun buku catatan amal tetap akan muncul di tangan kiri yang mereka sembunyikan ke balik punggung mereka.

Hal ini sebagaimana firman Allah subhanahu wa ta’ala dalam Al-Qur’an:

Adapun orang-orang yang disodorkn kitab amalnya dari sebelah kanannya...(Qs. Al-Insyiqaaq: 7)


Adapun orang yang disodorkan kitab amalnya dari belakang, maka ia akan berteriak: “Aduh celakanya.” Dia akan masuk neraka dalam api yang menyala-nyala.” (Qs. Al-Insyiqaaq: 10)

Dengan keterangan di atas, maka kita wajib untuk percaya bahwa Allah telah menugaskan beberapa malaikat untuk mencatat semua perbuatan hamba-hamba-Nya yang baik maupun buruk, dalam keadaan bergurau atau serius, ketika sadar atau saat lupa, di saat sakit atau dalam keadaan sehat. Tidak hanya itu saja, sampai-sampai nafas dan rintihan manusia pun dicatat oleh malaikat.

Kalau saja hal ini telah tertanam dalam pribadi masing-masing Muslim, maka diharapkan akan ada ketakutan dan juga kehati-hatian dalam melakukan berbagai aktivitas. Dalam kondisi apapun dan dimanapun, kita dituntut untuk senantiasa merasa diawasi. Dengan demikian akan ada kendali pada diri masing-masing untuk senantiasa melakukan kebaikan dalam segala kondisi.

Referensi: Saifulloh dan Abu Shofia (2003). Menyingkap Tabir Alam Malaikat. Surabaya: Karya Agung

YouTube Channel Lampu Islam: YouTube.com/c/LampuIslam

Page Facebook Lampu Islam: Facebook.com/LampuIslam   
Google + Lampu Islam: Plus.google.com/+LampuIslam