logo blog

Keutamaan Membaca, Menghafal, dan Mengkaji Al-Qur'an


Sebagaimana ditegaskan oleh Allah dalam Al-Qur’an yaitu surat al-Hijr ayat 9:

Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al-Qur’an dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.” (Qs. Al-Hijr: 9)

Ayat di atas dengan sangat jelas memberikan jaminan akan kemurnian Al-Qur’an sebagai wahyu dari Allah. Allah sendiri yang telah menjamin terhadap kemurnian dan keaslian Al-Qur’an. Hal ini menandakan bahwa kemurnian dan keaslian Al-Qur’an adalah sesuatu yang tidak perlu disangsikan lagi kebenarannya, karena Allah sendiri yang akan menjaga Al-Qur’an. Kita sebagai seorang Muslim juga harus berkontribusi dan berkewajiban untuk menjaga ayat-ayat ilahi ini dengan cara melakukan kajian dan memahami isi Al-Qur’an dan berusaha untuk menghafalkan ayat-ayat di dalamnya.

Karena hal itulah, maka kepada berbagai pihak yang memiliki kepedulian untuk menjaga dan memelihara hal ini, maka Allah akan memberikan penghargaan berupa perlindungan dari para malaikat. Mereka yang peduli dengan ayat-ayat Al-Qur’an bisa berupa para hafizh atau hafizhah (para penghafal Al-Qur’an), ataupun mereka yang gemar membaca dan memahami kandungan Al-Qur'an, serta berusaha untuk mempraktekkan ayat-ayatnya dalam kehidupan sehari-hari mereka. Bagi orang-orang seperti ini akan mendapat perhatian dari para malaikat. Jama’ah ini akan senantiasa ditemani oleh serombongan malaikat yang senang berada di tengah-tengah mereka.

Adapun keterangan yang menyatakan tentang adanya malaikat yang bertugas untuk mengelilingi majelis-majelis pembacaan Al-Qur’an adalah sebagaimana yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah radiyallahu 'anhu bahwasanya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam telah bersabda:

Tidak berkumpul suatu kaum dalam majelis (baitullah) untuk membaca kitab Allah dan mempelajarinya, kecuali turun atas mereka ketenangan diliputi oleh rahmat, serta dikelilingi para malaikat dan diingat oleh Allah di depan para malaikat yang ada padanya.” (H.R. Muslim)


Keberadaan mereka yang gemar kepada Al-Qur’an mendapatkan tempat tersendiri di sisi Allah. Bahkan dalam sebuah keterangan lain dikemukakan bahwa posisi mereka juga sangat mulia. Hal itu terjadi karena dari merekalah ayat-ayat Allah senantiasa dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari dan diajarkan kepada orang lain. Dengan demikian kesinambungan ajaran agama akan senantiasa terjaga dengan sangat rapi. Tidak jarang, merekalah yang nanti menjadi pengoreksi utama bila terjadi penyelewengan dari teks-teks Al-Qur’an, baik itu berupa penafsiran ataupun kesalahan lainnya.

Dengan tugas mulia yang diemban, maka wajar dan sudah sepantasnya kalau berbagai penghargaan dan penghormatan diberikan oleh Allah kepada para penggemar Al-Qur’an ini. Dan untuk memperkuat argumen tersebut, perhatikan beberapa keterangan dari Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam dimana beliau bersabda: “Pada malam Isra’ Mi’raj, aku mendengar Allah berfirman:

Wahai Muhammad, perintahkan umatmu agar memuliakan tiga orang. (Ketiganya adalah): Ayah, orang alim, dan penghafal Al-Qur’an. Cegahlah umatmu menghina atau membuat mereka marah. Sebab kemurkaan-Ku akan bertambah terhadap siapa saja yang membuat mereka marah.

Wahai Muhammad, warga Al-Qur’an adalah wargaku. Aku menempatkan mereka di dunia untuk keselamatan penduduknya. Karena, seumpama Al-Qur’an tidak tersimpan di hati mereka, maka binasalah dunia dan para penghuni di atasnya.

Wahai Muhammad, penghafal-penghafal Al-Qur’an ini tidak akan dihisab dan disiksa di hari kiamat.

Wahai Muhammad, jika mereka meninggal, maka langit, bumi, dan malaikat-malaikat-Ku menangisinya.

Wahai Muhammad, sesungguhnya surga telah rindu kepada tiga orang, yaitu dirimu sendiri, Abu Bakar, dan Umar, serta penghafal Al-Qur’an.” (Dalam kitab Durratun Nashihiin)

Ini berita yang sangat menggembirakan bagi orang-orang yang memiliki kegemaran untuk secara kontinyu mengkaji, membaca, atau menghafalkan Al-Qur’an baik secara kelompok maupun sendiri. Dalam keterangan lain disebutkan bahwa jika seseorang mengkhatamkan Al-Qur’an, maka 60.000 malaikat memohon rahmat. Ini seperti keterangan hadits yang diriwayatkan oleh Ad-Dailami radiyallahu anhu bahwa Amir bin Su’aib berkata, “Jika seorang telah mengkhatamkan al-Qur’an, maka enam puluh ribu malaikat ikut memohonkan rahmat (baginya).”

Referensi: Saifulloh dan Abu Shofia (2003). Menyingkap Tabir Alam Malaikat. Surabaya: Karya Agung

YouTube Channel Lampu Islam: YouTube.com/c/LampuIslam

Page Facebook Lampu Islam: Facebook.com/LampuIslam   
Google + Lampu Islam: Plus.google.com/+LampuIslam