logo blog

Keutamaan Wukuf di Arafah

 
Wukuf merupakan sebuah kegiatan utama dalam melaksanakan haji. Wukuf di padang Arafah dikatakan sebagai inti dari ibadah haji yang memiliki banyak keutamaan. Apabila seseorang telah melakukan serangkaian kegiatan ibadah haji, namun tidak dapat melakukan wukuf dengan baik, maka ibadah haji orang tersebut tidak sah. Ibadah wukuf dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah di siang harinya. Untuk melaksanakan wukuf, seseorang haruslah berdiam diri dan berdo’a di sebuah padang luas yang terletak di sisi timur luar dari kota Mekkah, Arab Saudi. Di daerah padang yang gersang dan tanpa ada bangunan apapun inilah jutaan umat Islam yang datang dari segala penjuru dunia setiap tahunnya melakukan wukuf.

Padang Arafah sendiri merupakan tempat yang memiliki nilai sejarah dalam Islam. Hal ini dikarenakan di padang Arafah inilah Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wassalam menyampaikan khutbah terakhirnya yang sangat menyentuh. Dan tidak lama setelah menyampaikan khutbah itu, beliau pun meninggal dunia. Pada saat berada di padang Arafah itulah, Allah menurunkan ayat ketiga dari surat al-Ma’idah dimana di dalamnya Allah berfirman bahwa Dia telah ridha terhadap agama Islam sebagai agama yang harus diikuti seluruh manusia, dan bahwa Islam itu sendiri telah sempurna. Berikut ini firman Allah dalam surat Al-Ma’idah ayat 3:

Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni'mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.” (Qs. Al-Ma’idah: 3)


Dalam sebuah riwayat diceritakan bahwa Allah subhanahu wa ta’ala akan membanggakan orang-orang yang wuquf di Arafah kepada para malaikat. Ketika itu Allah berfirman, “Wahai malaikat-Ku, perhatikan hamba-hamba yang datang kepada-Ku dari segala penjuru yang jauh sehingga rambut mereka terurai, dan tubuhnya berdebu. Aku persaksikan kepada kalian, bahwa Aku telah menerima do’a dan memperkenankan permintaan mereka. Selain itu telah Aku gabungkan orang-orang yang berdosa dengan orang-orang yang baik, dan Aku beri semua orang yang baik semua permintaan mereka, selain penganiayaan yang terjadi di antara sesama mereka. Kemudian setelah mereka keluar dari Arafah menuju Muzdalifah, dan bermalam disana, dan mereka kembali bermunajat, Aku persaksikan kepada kalian bahwa Aku telah menerima do’a mereka, dan memperkenankan keinginan-keinginan mereka. Lalu (Aku) menggabungkan orang-orang yang berdosa dengan orang-orang yang baik, memberi semua orang-orang yang baik semua permintaan mereka, dan Aku tanggung (hapus) segala sengketa yang terjadi di antara mereka.”

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda, “Tiada seorang Muslim yang berdiri pada sore hari Arafah sambil menghadap kiblat kemudian membaca Laa ilaaha illallaah wahdahu laa syariikalah lahul mulku walahul hamdu wahuwa ‘alaa kullis syai’in qadiir sebanyak seratus kali. Kemudian membaca Qul huwallaahu ahad seratus kali, dilanjutkan membaca Allaahumma shalli ‘alaa Ibraahim wa ‘ala aali Ibrahim, innaka hamidun majid sebanyak seratus kali, (bila telah melakukan itu) melainkan Allah berfirman: ‘Hai malaikat-Ku, balasan apakah kiranya yang pantas bagi hamba-Ku itu? Aku persaksikan kepadamu bahwa Aku telah mengampuni dosa-dosanya, dan andaikata ia mohon kepada-Ku pasti akan Kuterima syafaatnya untuk semua orang yang sedang wukuf di Arafah itu.” (H.R. Al-Baihaqi)

Referensi: Saifulloh dan Abu Shofia (2003). Menyingkap Tabir Alam Malaikat. Surabaya: Karya Agung

YouTube Channel Lampu Islam: YouTube.com/c/LampuIslam

Page Facebook Lampu Islam: Facebook.com/LampuIslam   
Google + Lampu Islam: Plus.google.com/+LampuIslam