logo blog

Makanan, Minuman, dan Pakaian Penduduk Neraka


Makanan penduduk neraka adalah dhari’ dan zaqqum, dan minuman mereka adalah hamim, ghislin, dan ghassaq. Allah berfirman:

Mereka tidak memperoleh makanan selain dari dhari’ (pohon yang berduri), yang tidak menggemukkan dan tidak pula menghilangkan lapar.(Qs. Al-Ghasyiyah[88]: 6-7)

Dhari’ adalah sejenis pohon berduri seperti shubruq yang tumbuh di Hijaz. Ibn ‘Abbas berkata, “Pohon ini adalah sejenis tanaman berduri yang rendah; apabila ia tumbuh tinggi, ia disebut dhari’.” Qatadah berkata, “Makanan tersebut merupakan salah satu jenis makanan yang paling buruk.” [1] Makanan penduduk neraka ini tidak ada manfaat dan nikmatnya sama sekali bagi mereka dan merupakan salah satu bentuk hukuman yang harus mereka jalani. Allah berfirman, “Sesungguhnya pohon zaqqum itu makanan orang yang berdosa, ia seperti kotoran minyak yang mendidih dalam perut, seperti mendidihny air yang sangat panas.” (Qs. Ad-Dukhan[44]: 43-46)

Bagaimana wujud pohon zaqqum tersebut diterangkan dalam sebuah ayat yang lain:


Makanan surga itukah hidangan yang lebih baik atau pohon zaqqum? Sesungguhnya Kami menjadikan pohon zaqqum itu sebagai siksaan bagi orang-orang yang lalim. Sesungguhnya ia adalah sebatang pohon yang keluar dari dasar neraka jahim. Mayangnya seperti kepala setan. Sesungguhnya mereka benar-benar memakan sebagian dari buah pohon itu, maka mereka memenuhi perut mereka dengan buah zaqqum itu. Kemudian sesudah memakan pohon tersebut, mereka pasti mendapat minuman yang bercampur dengan air yang sangat panas. Kemudian sesungguhnya tempat kembali mereka benar-benar ke neraka jahim.” (Qs. Ash-Shaffat[37]: 62-68)

Di bagian lain dalam Al-Qur’an, Allah berfirman, “Kemudian sesungguhnya kamu, hai orang yang sesat lagi mendustakan, benar-benar akan memakan pohon zaqqum, dan akan memenuhi perutmu dengannya. Sesudah itu kamu akan meminum air yang sangat panas. Maka kamu minum seperti unta yang sangat kehausan. Itulah hidangan untuk mereka pada Hari Pembalasan.” (Qs. Al-Waqi’ah[56]: 51-56)

Dari ayat-ayat tersebut dapat kita pahami bahwa zaqqum adalah sejenis pohon yang benar-benar memuakkan; akar-akarnya terhujam dalam sampai ke dasar neraka, dan cabang-cabangnya menyebar kemana-mana. Buahnya sangat jelek sehingga diserupakan dengan kepala setan, agar semua orang dapat memahami dengan mudah betapa jeleknya pohon ini, walaupun kita tidak pernah melihatnya. Meskipun pohon ini sangat menjijikkan, penduduk neraka akan mengalami kelaparan yang begitu dahsyat sehingga mereka tidak punya pilihan lain kecuali memakannya untuk menghilangkan rasa lapar tersebut. Dan apabila mereka telah kenyang, makanan yang baru saja mereka makan itu mulai mendidih seperti minyak panas dalam perut mereka sehingga menambah azab mereka. Karena rasa haus yang tidak tertahankan, mereka saling berebut untuk meminum hamim, air mendidih yang sangat panas, dan mereka akan meminumnya seperti unta, tetapi air tersebut tidak dapat menghilangkan rasa dahaga mereka, karena adanya sejenis penyakit di air itu yang akan merobek-robek isi perut mereka: “Dan diberi minum dengan air yang mendidih sehingga memotong-motong ususnya.” (Qs. Muhammad[47]: 15)

Demikianlah perlakuan yang akan diberikan kepada mereka pada Hari Pembalasan nanti. Semoga Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang melindungi kita semua dari azab tersebut.

Ketika penduduk neraka makan dhari’ dan zaqqum yang menjijikkan itu, kerongkongan mereka tersumbat karena bau busuknya yang tidak tertahankan: “Karena sesungguhnya pada sisi Kami ada belenggu-belenggu yang berat dan neraka yang menyala-nyala, serta makanan yang menyumbat di kerongkongan dan azab yang pedih.” (Qs. Muzammil[73]: 12-13)

Makanan yang membuat kerongkongan tersumbat adalah makanan yang lengket di kerongkongan.

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam menceritakan kepada kita bagaimana jelek dan menjijikkannya makanan bernama zaqqum itu, “Jika satu tetes saja dari zaqqum ditumpahkan bumi ini, maka penduduk serta semua kekayaan yang mereka miliki akan hancur. Bayangkan, bagaimana jadinya seseorang yang memakanny?” Hadits ini diriwayatkan oleh Tirmidzi, yang mengatakan bahwa hadits ini hasan-sahih. [2]

Makanan jenis lain yang akan dimakan oleh penduduk neraka bernama ghislin, sebagaimana firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Maka tiada seorang teman pun baginya pada hari ini disini. Dan tiada pula makanan sedikit pun baginya kecuali dari darah dan nanah (ghislin). Tidak ada yang memakannya kecuali orang-orang yang berdosa.” (Qs. Al-Haqqah[69]: 35-37)

Inilah azab neraka, biarlah mereka merasakannya. Minuman mereka air yang sangat panas dan air yang sangat dingin (ghassaq). Dan azab yang lain yang serupa itu berbagai macam.” (Qs. Shad[38]: 57-58)

Ghislin dan ghassaq sama saja artinya, yakni cairan yang keluar dari kulit penduduk neraka. Ada yang berpendapat bahwa yang dimaksud dengan kedua kata tersebut adalah cairan busuk yang keluar dari bagian-bagian rahasia tubuh wanita dewasa, dan kulit atau daging orang kafir yang membusuk. Al-Qurthubi berkata, “Ghislin adalah jus yang diminum penghuni neraka.” [3] Allah subhanahu wa ta’ala berfirman bahwa ghislin merupakan satu dari sekian banyak azab bagi penduduk neraka.

Minuman penduduk neraka adalah hamim. Allah berfirman:

Dan diberi minum dengan air yang mendidih sehingga memotong-motong ususnya.” (Qs. Muhammad[47]: 15)

Dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka. Itulah minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek.” (Qs. Al-Kahfi[18]: 29)

Dan ia akan diberi minum dengan air nanah; diminumnya air nanah itu dan hampir ia tidak bisa menelannya.(Qs. Ibrahim[14]: 16-17)

Inilah azab neraka, biarlah mereka merasakannya; (minuman mereka) air yang sangat panas dan air yang sangat dingin.(Qs. Shad[38]: 57)

Menurut ayat-ayat tersebut, terdapat empat macam minuman yang harus diminum oleh para penghuni neraka:

1) Hamim, yakni air yang sangat panas, sebagaimana firman Allah subhanahu wa ta’ala, “Mereka berkeliling di antaranya dan di antara (hamimin) air panas yang memuncak panasnya.(Qs. Ar-Rahman[55]: 44)

Sebagaimana diterangkan Allah subhanahu wa ta’ala dalam ayat berikut, “air ini sangat panas sekali: “... diberi minum (dengan air) dan sumber yang sangat panas.” (Qs. Al-Ghasyiyah[88]: 5)

2) Ghassaq, yang telah dibicarakan sebelumnya. Selain sebagai minuman, ghassaq juga sejenis makanan yang harus dimakan penduduk neraka.

3) Shadid (nanah), yang keluar dari daging dan kulit orang kafir. Muslim meriwayatkan dari Jabir bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam telah bersabda, “Siapa saja yang meminum minuman yang mengandung alkohol, akan minum lumpur khabal.” Para Sahabat bertanya, “Ya Rasulullah, apakah lumpur khabal itu?” Beliau menjawab, “Keringat para penduduk neraka.” –atau “Nanah yang dikeluarkan oleh para penghuni neraka.”

4) Mahl. Menurut hadits yang berasal dari Abu Said al-Khudri yang diriwayatkan oleh Ahmad dan Tirmidzi, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda, “Ia seperti minyak yang mendidih, yang apabila didekatkan kepada wajah seseorang, maka kulit wajahnya akan meleleh ke dalamnya.” Ibn ‘Abbas berkata, “Ia seperti minyak yang sangat kental.”

Makanan Mereka Api
Sebagian penghuni neraka akan diberi makan dengan batu bara neraka yang menyala, sebagai hukuman yang layak untuk mereka:

Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara lalim, sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala.” (Qs. An-Nisa’[4]: 10)

Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah diturunkan Allah, yaitu al-Kitab dan menjualnya dengan harga yang sedikit (murah), mereka itu sebenarnya tidak memakan (menelan) ke dalam perutnya melainkan api...(Qs. Al-Baqarah[2]: 174)

Mengenai pakaian para penghuni neraka, Allah subhanahu wa ta’ala mengatakan bahwa pakaian yang dibuatkan untuk mereka adalah pakaian yang terbuat dari api, sebagaimana difirmankan-Nya dalam Al-Qur’an, “Maka orang kafir akan dibuatkan untuk mereka pakaian-pakaian dari api neraka. Disiramkan air yang sangat mendidih ke atas kepala mereka.” (Qs. Al-Hajj[22]: 19)

Ketika Ibrahim at-Taimi membacakan ayat ini, ia berkata, “Mahabesar Allah subhanahu wa ta’ala yang telah menciptakan pakaian dari api neraka.” [4]

Dan kamu akan melihat orang-orang yang berdosa pada hari itu diikat bersama-sama dengan belenggu. Pakaian mereka adalah pelangkin (ter) dan wajah mereka ditutup dengan api neraka.” (Qs. Ibrahim[14]: 49-50)

Pelangkin atau ter ini sebetulnya adalah lelehan tembaga panas. Menurut sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Muslim dan Abu Malik al-Asy’ari, Rasulullah bersabda, “Wanita yang meratapi orang yang meninggal, jika ia tidak menyesali perbuatannya sebelum ia meninggal, ia akan dibangkitkan pada hari kiamat dengan memakai baju ter dan perisai kudis.” Ibn Majah meriwayatkannya dengan kata-kata, “Wanita yang meratapi orang yang meninggal, yang tidak menyesali perbuatannya, Allah subhanahu wa ta’ala akan membuatkan untuknya baju dari ter dan perisai dari kudis.”



[1] Ibn Rajab, at-Takhwif min an-Naar, hal. 115
[2] Misykat al-Mashabih, III, hal. 105. Perawi hadits ini adalah Ibn ‘Abbas.
[3] Yaqazah Uli al-I’tibar, hal. 86
[4] At-Takhwif min an-Naar, hal. 126