logo blog

Perabotan dan Furnitur di Surga



Dalam artikel sebelumnya kita telah membahas mengenai 8 macam pintu gerbang surga. Di samping bangunan pintu masuk yang demikian berbeda dengan yang kita kenal di dunia, maka lebih ke dalam lagi kita akan menyaksikan kedahsyatan lain yang dimiliki oleh tempat istimewa ini. Al-Qur’an sendiri telah menerangkan, bahwa di surga terdapat beberapa dipan atau bangku panjang dan rendah serta banyak digunakan untuk duduk-duduk maupun berbaring. Kalau di dunia, perabotan ini umumnya hanya berjenis ukiran kayu, besi, atau alumunium biasa. Namun di surga kelak, dipan-dipan yang disediakan oleh Allah adalah berlapis emas dan permata. Hal ini sebagaimana ditegaskan dalam firman-Nya:

Berada di atas dipan yang bertahtakan emas dan permata.” (Qs. Al-Waqi’ah: 15)

Mereka bersandar di atas dipan-dipan yang berderetan.” (Qs. Ath-Thuur: 20)

Juga pada surat Ash-Shaffat: 44, Allah memantapkan keterangan ini:

Di atas tahta-tahta kebesaran berhadap-hadapan.” (Qs. Ash-Shaffat: 44)

Kalau pada keterangan sebelumnya telah dikemukakan bahwa di surga Allah telah menyediakan berbagai keindahan sekaligus fasilitas yang amat tidak sebanding dengan kemewahan dan keindahan yang kita miliki atau kita dengar selama di dunia, berikut ini nikmat lain yang telah Allah sediakan kepada hamba-hamba-Nya yang beruntung sebagaimana difirmankan Allah dalam surat al-Ghasyiyah: 15 sebagai berikut:

Dan bantal-bantal sandaran yang tersusun.” (Qs. Al-Ghasyiyah: 15)

Di samping mendapatkan bantal atau pundi-pundi yang diisi dengan barang-barang yang empuk sebagai sandaran kepala, tempat duduk, serta sandaran punggung, juga tentunya disediakan kasur dan permadani. Terhadap hal ini Allah telah melukiskannya dalam Al-Qur’an:

Dan kasur-kasur yang tebal lagi empuk.” (Qs. Al-Waqi’ah: 34)

Juga firman Allah subhanahu wa ta’ala: “Dan permadani-permadani yang terhampar.” (Qs. Al-Ghasyiyah: 16)

Kenikmatan selanjutnya yang diberikan Allah kepada para penghuni surga adalah tersedianya perabotan makan nan mewah yang ketika di dunia tidak pernah digunakan manusia. Kemewahan yang dimaksud adalah adanya piring dan penghargaan yang istimewa:


Diedarkan kepada mereka (ahli surga) piring-piring dari emas, dan piala (dari emas pula).” (Qs. Az-Zukhruf: 71)

Tidak hanya kenikmatan di atas yang diberikan Allah kepada hamba-hamba-Nya yang beriman. Sebagai pelengkap perabotan lainnya, maka Allah pun telah menyediakan berbagai perlengkapan hidangan yang mewah. Hal ini tentunya sebagai penghargaan atas kesediaan hamba-hamba-Nya untuk mengabdi selama di dunia. Kemewahan ini lebih jauh disampaikan pada ayat-ayat berikut:

Dan gelas-gelas yang tersedia (di dekatnya).” (Qs. Al-Ghasyiyah: 14)

Demikian pula kenyamanan yang membuat penghuninya merasakan kenikmatan tiada terhingga di surga seperti tercermin dalam ayat yang lain:

Dengan membawa gelas (piala), ceret, dan minuman yang diambil dari air yang mengalir.” (Qs. Al-Waqi’ah: 18)

Dan untuk mendorong agar manusia dan jin agar mau beriman dan berbuat baik selama hidupnya di dunia, maka Allah mengiming-imingi hamba-hamba-Nya dengan kenikmatan berlimpah seperti dalam ayat berikut:

Dan diedarkan kepada mereka bejana-bejana dari perak, dan piala-piala yang bening laksana kaca. (yaitu) Kaca-kaca (yang dibuat) dari perak yang diukir mereka dengan sebaik-baiknya.” (Qs. Al-Insan: 15-16)

Semoga penjelasan tentang keindahan surga di atas dapat mendorong kita untuk senantiasa berbuat kebaikan dan beramal shaleh. Semoga kita semua selalu ditunjukkan kepada jalan yang lurus oleh Allah subhanahu wa ta’ala sehingga kita menjadi orang-orang beruntung yang kelak akan menjadi penghuni surga. Aamiin ya robbal alamin.

Referensi: Saifulloh dan Abu Shofia (2003). Menyingkap Tabir Alam Malaikat. Surabaya: Karya Agung

YouTube Channel Lampu Islam: YouTube.com/c/LampuIslam

Page Facebook Lampu Islam: Facebook.com/LampuIslam   
Google + Lampu Islam: Plus.google.com/+LampuIslam