logo blog

Percakapan Antara Allah dengan Penghuni Surga dan Neraka

Diterjemahkan dari artikel pada situs: islamreligion.com

Baca juga dua artikel sebelumnya tentang dialog-dialog yang terjadi di dalam surga maupun neraka:


Dialog sesama penghuni surga / neraka


Ketika semua perkara telah diputuskan, dan para penduduk neraka telah dibakar di dalamnya, dan penduduk surga telah memasuki taman-tamannya, mereka akan saling bercakap-cakap kepada sesama mereka. Mereka tidak melupakan kehidupan mereka semasa di dunia dan saling menceritakan kisah-kisah semasa mereka hidup di dunia. Semua perkara telah diputuskan, waktu singkat yang dihabiskan dalam kehidupan dunia ini telah berakhir dan kehidupan yang kekal baru saja dimulai.

Allah bertanya: "Berapa tahunkah lamanya kamu tinggal di bumi?" Mereka menjawab: "Kami tinggal (di bumi) sehari atau setengah hari, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang menghitung." Allah berfirman: "Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar saja, kalau kamu sesungguhnya mengetahui.” (Quran 23: 112-114)

Kita tahu bahwa para penghuni surga dan neraka akan saling bertanya kepada satu sama lain, namun apa yang akan penduduk neraka katakan kepada diri mereka sendiri, bagaimana perasaan mereka? Tentunya mereka merasa kehilangan, kesepian, terhina, ditinggalkan, dan menyesal. Lebih jauh, Allah menjelaskan bahwa mereka merasa sangat ketakutan dan frustrasi. Sulit bagi kita untuk membayangkannya, yang jelas mereka tampak telah kehilangan segala harapan.

"Adapun orang-orang yang celaka, maka (tempatnya) di dalam neraka, di dalamnya mereka mengeluarkan dan menarik nafas (dengan merintih)." (Quran 11: 106)

Sesungguhnya Allah melaknat orang-orang kafir dan menyediakan bagi mereka api yang menyala-nyala (neraka), mereka kekal di dalamnya selama-lamanya; mereka tidak memperoleh seorang pelindung pun dan tidak (pula) seorang penolong. Pada hari ketika muka mereka dibolak-balikan dalam neraka, mereka berkata: "Alangkah baiknya, andaikata kami ta’at kepada Allah dan ta'at (pula) kepada Rasul." (Quran 33: 64-66)

Ketika para penduduk neraka memikirkan mengapa orang-orang yang mereka ikuti di dunia ini tidak dapat menolong mereka, di dalamnya ada pelajaran yang berharga bagi kita, sehingga kita dapat melakukan yang terbaik di dunia ini dan menghindari langkah-langkah yang sesat agar tidak terjerumus ke dalam api neraka.

Benar-benar perbedaan yang sangat kontras dengan mereka yang masuk ke dalam surga. Mereka dengan sukacita akan berkesempatan melihat wajah Allah, dan kenikmatan ini tidak akan diberikan kepada para penduduk neraka.

"Sekali-kali tidak, sesungguhnya mereka pada hari itu benar-benar tertutup dari (rahmat) Tuhan mereka." (Quran 83:15)

Penghuni Surga dan Neraka Bercakap-cakap dengan Anggota Keluarga Mereka


Tidak banyak ayat-ayat Quran atau hadits Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wassalam, yang menunjukkan kepada kita tentang percakapan yang terjadi antara orang-orang di surga maupun neraka dengan anggota keluarga mereka. Namun ada bukti yang menunjukkan bahwa mereka memang akan mengingat kehidupan mereka di dunia ini dan anggota keluarga mereka.

"Dan sebahagian mereka menghadap kepada sebahagian yang lain saling tanya-menanya. Mereka berkata: "Sesungguhnya kami dahulu, sewaktu berada di tengah-tengah keluarga kami merasa takut (akan diazab). Maka Allah memberikan karunia kepada kami dan memelihara kami dari azab neraka. Sesungguhnya kami dahulu menyembah-Nya. Sesungguhnya Dia-lah yang melimpahkan kebaikan lagi Maha Penyayang." (Quran 52: 25-28)

Percakapan antara Allah dan Penghuni neraka

Percakapan antara Allah dan penghuni neraka tidak banyak dijelaskan dalam Quran. Ada lebih banyak ayat-ayat Quran di mana para penghuni neraka berkomunikasi di antara sesama mereka atau dengan malaikat yang menjaga pintu-pintu neraka. Namun ada satu percakapan antara mereka dengan Allah dalam Quran, dan ini harus kita camkan dalam pikiran kita, sehingga kita bisa melindungi diri kita agar jangan sampai mendengar kata-kata yang mengerikan berikut ini. Penghuni neraka akan berkata:

"Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami daripadanya (dan kembalikanlah kami ke dunia), maka jika kami kembali (juga kepada kekafiran), sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zalim." Allah berfirman: "Tinggallah dengan hina di dalamnya, dan janganlah kamu berbicara dengan Aku." (Quran 23: 107-108)

Percakapan antara Allah dan Penduduk Surga

Dalam berbagai hadits Nabi Muhammad, kita menemukan percakapan yang sangat menyentuh antara Allah dengan orang terakhir yang dikeluarkan dari api neraka karena rahmat-Nya. Orang itu diundang untuk masuk surga, sehingga dia pun mendatangi pintu surga dan mengira bahwa surga telah penuh. Orang itu kembali kepada Allah dan berkata "Ya Tuhanku, aku menemukan surga telah penuh," dan Allah akan menjawab, "Masuklah ke dalam surga karena kamu di dalamnya akan Kuberikan sesuatu yang sepuluh kali lipat lebih baik daripada dunia dan segala isinya." Nabi Muhammad bersabda, "Itulah orang yang derajatnya paling rendah di antara para penduduk surga." [1]

Ada orang lain yang akan ditanya oleh Allah apakah dia sudah memiliki segala yang diinginkannya, dan dia akan menjawab "Ya, tapi aku ingin menanam sesuatu." Jadi dia akan pergi dan menanam benihnya, dan dalam sekejap mata tanaman-tanamannya akan tumbuh dan siap dipanen, dan akan bertumpuk-tumpuk seperti gunung. [2]

Dalam riwayat yang lain, ada sebuah percakapan yang sangat indah. Semoga setiap orang yang membaca atau mendengar percakapan indah ini menjadi bagian dari percakapan ini di akhirat kelak.

Allah akan berfirman kepada para penduduk surga: "Wahai penduduk surga! Mereka akan menjawab: "Disinilah kami, wahai Tuhan kami, dan semua kebaikan berada dalam genggaman-Mu." Allah akan berfirman: "Apakah kalian puas?” Mereka akan menjawab: "Bagaimana mungkin kami tidak puas sementara Engkau telah memberikan kepada kami apa-apa yang belum pernah diberikan pada setiap ciptaan lainnya." Allah akan berfirman "Maukah kalian Aku berikan sesuatu yang lebih baik daripada itu? Mereka akan berkata: "Ya Tuhan kami! Apakah yang bisa lebih baik daripada itu?” Allah akan berfirman: "Aku meridhai kalian selamanya dan aku tidak akan pernah murka dengan kalian." [3]

Baca juga artikel-artikel menarik lainnya: 


YouTube Channel Lampu Islam: YouTube.com/c/LampuIslam
Page Facebook Lampu Islam: facebook.com/LampuIslam

Catatan Kaki

[1] Sahih Bukhari
[2] Sahih Bukhari
[3] Sahih Bukhari