logo blog

Sebagian Besar Penghuni Neraka Adalah Wanita


Sebagian besar Muslim yang berdosa dan masuk neraka berasal dari kalangan wanita. Diriwayatkan dalam dua hadits sahih (Bukhari-Muslim) melalui Ibn ‘Abbas bahwa dalam khutbah yang diberikannya ketika terjadi gerhana matahari, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda, “Aku melihat neraka, dan aku melihat sebagian besar isinya adalah wanita.”

Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Abu Said al-Khudri bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam telah bersabda, “Wahai kaum wanita, bersedekahlah, karena aku telah melihat bahwa kalian (wanita) merupakan sebagian besar penduduk neraka.” Mereka bertanya, “Kenapa begitu ya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam?” Rasulullah menjawab, “Karena kalian terlalu banyak mengumpat dan tidak berterima kasih atas kebaikan-kebaikan yang telah diberikan kepada kalian.”

Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Usamah ibn Zaid bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda, “Aku berdiri di depan pintu neraka dan melihat bahwa sebagian besar orang yang masuk ke dalamnya adalah wanita.”

Muslim meriwayatkan dari ‘Imran ibn Hushain bahwa Rasulullah bersabda, “Sedikit sekali jumlah wanita yang menjadi penduduk surga.”

Hal ini tidak bertentangan dengan kenyataan bahwa setiap lelaki di surga akan mempunyai lebih dari seorang istri. Apa yang dimaksud dengan wanita merupakan mayoritas penduduk neraka adalah wanita-wanita keturunan Adam; sedangkan wanita-wanita yang menjadi istri-istri para lelaki di surga adalah wanita-wanita dari kalangan al-hur al-‘ain (bidadari).

Al-Qurthubi dalam kitabnya, al-Tadzkirah, menulis sebagai berikut: “Jumlah wanita yang menjadi penduduk surga sedikit sekali karena umumnya kaum wanita lebih menyenangi kesenangan yang langsung dapat mereka nikmati dalam kehidupan sekarang ini, sebab mereka kurang bijak dan tidak mampu terus mengingat akan adanya hari kiamat nanti. Mereka terlalu lemah untuk menghadapi hal itu, dan lebih condong kepada kehidupan dunia ini. Namun demikian, kaum wanita merupakan faktor paling kuat di dunia ini untuk mengalihkan perhatian kaum lelaki dari hari kiamat, karena lelaki cendrung menyenangi mereka padahal mereka tidak peduli dengan hari kiamat. Mereka cepat terpengaruh dan mengikuti orang yang menyeru mereka untuk berpaling dari Islam, dan enggan mengikuti orang-orang shaleh yang menyeru mereka untuk mengingat hari kiamat dan melakukan amal-amal baik.” [1]

Kendatipun demikian, masih banyak wanita yang tetap berada dalam batas-batas yang ditetapkan Allah subhanahu wa ta’ala, mematuhi hukum-hukum-Nya, serta menaati Allah dan Rasul-Nya. Banyak dari wanita-wanita seperti ini akan masuk surga. Banyak pula di antara mereka yang lebih tinggi kedudukannya daripada lelaki, baik dari segi keimanan maupun dari segi amal. Di antara wanita yang beriman, ada yang mendapatkan derajat yang tinggi ketika melakukan amal-amal kebaikan kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Allah subhanahu wa ta’ala pun tidak menyia-nyiakan amal-amal kebaikan yang telah dilakukan seseorang, dari kalangan lelaki maupun wanita, dan bagi mereka telah disiapkan pahala yang besar. 

Maka Tuhan mereka memperkenankan permohonannya (dengan berfirman), “Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amalan bagi orang yang beramal di antara kamu, baik laki-laki maupun perempuan, karena sebagian kamu adalah (keturunan) dari sebagian yang lain.” (Qs. Ali Imran: 195)

Allah subhanahu wa ta’ala memuji para wanita yang shaleh dengan berfirman,

…Maka perempuan-perempuan yang saleh adalah mereka yang taat (kepada Allah) dan menjaga diri ketika (suaminya) tidak ada, karena Allah telah menjaga mereka  (Qs. An Nisa: 34)

Demikian pula, Allah telah menyiapkan pahala yang besar bagi para wanita yang banyak berdzikir kepada Allah, menjaga dirinya, dan taat. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

Sungguh, laki-laki dan perempuan muslim, laki-laki dan perempuan mukmin , laki-laki dan perempuan yang taat dalam ketaatannnya,  laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk , laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah,  Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar. (QS Al Ahzab: 35)

Ayat-ayat dalam Al-qur’an menunjukkan  bahwa Allah tidak akan menganiaya sedikitpun dari mereka. Setiap amal baik dan buruk mereka akan diadili dengan seadil-adilnya. Oleh karena itu, bagi seorang perempuan yang beriman, dia akan senantiasa berusaha untuk mendapatkan tempat, rumah, dan kediaman di surga yang abadi disisi Allah subhanahu wa ta’ala  dengan menempuh jalan-Nya yang lurus. Dia tidak menjadikan dunia sebagai tujuan utama karena dunia dan segala perhiasannya adalah fana, sementara, dan tidak berharga.



[1] Al-Qurthubi, at-Tadzkirah, I, hal. 369