logo blog

Seberapa Luaskah Neraka?

Neraka sangat luas dan sangat dalam, sebagaimana dibuktikan oleh beberapa hal berikut ini:

1) Orang-orang yang masuk ke dalam neraka tidak terbilang jumlahnya, dan ukuran tubuh mereka demikian besarnya sehingga gerahamnya sama besarnya dengan Gunung Uhud (baca juga: Gigi Penghuni Neraka Akan Sebesar Gunung Uhud), dan jarak antara kedua bahunya sama jauhnya dengan tiga hari perjalanan kaki. Neraka cukup luas untuk menampung semua orang kafir yang hidup sepanjang sejarah, yang jumlahnya sangat besar, walaupun ukuran badan mereka demikian besarnya. Itu pun masih terdapat lowongan untuk lebih banyak lagi orang-orang kafir, sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an, “(Ingatlah) pada hari tatkala Kami berkata kepada neraka jahannam, “Apakah engkau sudah penuh?” Dan neraka menjawab, “Apakah ada tambahan lagi?” (Qs. Qaaf[50]: 30)

Neraka jahannam tersebut ibarat sebuah mesin penggilingan, tempat orang membawa ribuan ton gandum untuk digiling tanpa henti-hentinya, dan apabila semuanya telah habis digiling, ia masih menanti tambahannya. Dalam hadits diriwayatkan bahwa Allah subhanahu wa ta’ala berkata kepada neraka, “Engkau adalah tempat-Ku menghukum; Aku akan menghukum di dalam kamu siapa saja yang Aku kehendaki.” Surga maupun neraka akan diisi, tetapi neraka tidak akan berhenti diisi sebelum Allah subhanahu wa ta’ala menginjakkan kaki-Nya di dalamnya sampai neraka berkata, “Cukup, cukup!” Barulah setelah itu neraka berhenti diisi, dan bagian-bagiannya akan makin berdekatan. Allah subhanahu wa ta’ala tidak akan melakukan kesalahan terhadap satu pun ciptaan-Nya.” (H.R. Bukhari dan Musim dari Abu Hurairah). [1]

Anas meriwayakan bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda, “Orang-orang kafir akan dilemparkan ke dalam neraka, dan neraka akan bertanya, “Apakah masih ada lagi?” sampai Tuhan yang Mahakuasa meletakkan kaki-Nya di dalamnya, dan bagian-bagian neraka akan mendekat satu sama lain, dan neraka akan berkata, “Cukup, cukup, demi keagungan dan kehormatan-Mu!” (H.R. Bukhari dan Muslim) [2]

2) Indikasi lain tentang luas dan dalamnya neraka adalah fakta bahwa jika sebuah batu dilemparkan dari atasnya, maka batu tersebut akan memakan waktu yang sangat lama untuk mencapai dasarnya. Muslim meriwayatkan bahwa Abu Hurairah berkata, “Kami berada bersama Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam, dan kami mendengar suara sesuatu yang jatuh. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda, “Tahukah kalian suara apa itu?” Kami menjawab, “Allah dan rasul-Nya yang lebih mengetahui.” Rasulullah bersabda “Itu suara batu yang dilemparkan ke neraka tujuh puluh tahun yang lalu, tetapi baru jatuh di dasarnya sekarang.” [3]

Hakim meriwayatkan dari Abu Hurairah, dan Thabarani dari Mu’adz dan Abu Umamah, bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda “Jika ada sebuah batu sebesar tujuh kali batu khalfat dan dilemparkan dari bibir neraka, batu itu akan melayang jatuh ke dalamnya selama tujuh puluh tahun sebelum mencapai dasarnya.” [4]

3) Banyaknya jumlah malaikat yang akan menggiring neraka pada hari kiamat. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam pernah memberikan gambaran bagaimana neraka akan diperlihatkan pada hari kiamat nanti. Mengenai hal ini, Allah subhanahu wa ta’ala telah berfirman, “Dan pada hari itu akan diperlihatkan neraka jahanam...” (Qs. Al-Bahad[89]: 23)

Rasululullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda, “Neraka jahannam akan diperlihatkan pada hari kiamat dengan 70 ribu utas tali, yang masing-masingnya akan dipegang oleh 70 ribu malaikat.” (Diriwayatkan oleh Muslim dari ‘Abd Alah ibn Mas’ud) [5]

Kita dapat membayangkan betapa luasnya ciptaan Allah subhanahu wa ta’ala yang menakutkan ini yang memerlukan begitu banyak malaikat yang kuat dan kekar, yang kekuatannya hanya diketahui oleh Allah subhanahu wa ta’ala.

4) Indikasi lain tentang luasnya neraka adalah kenyataan bahwa dua ciptaan Allah yang besar, matahari dan bulan, akan menjadi dua ekor banteng yang berguling-guling di neraka. Ath-Thahawi meriwayatkan, dalam Misykil al-Atsar, bahwa Salamah ibn ‘Abd ar-Rahman mengatakan bahwa Abu Hurairah mengatakan kepada kami bahwa Rasululullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda, “Matahari dan bulan akan menjadi dua ekor banteng yang berguling-guling di dalam neraka pada hari kiamat nanti.” Baihaqi juga meriwayatkan hadits ini dalam al-Ba’ats wa an-Nusyur, dan begitu juga dengan al-Bazzar, al-Isma’ili, dan al-Khaththabi, dengan sanad yang sahih menurut syarat-syarat yang ditetapkan Bukhari, dan meriwayatkannya dalam ash-Shahih al-Mukhtasar dengan lafal, “Matahari dan bulan akan berguling-guling di neraka pada hari kiamat.” [6]

Referensi: Al-Asyqar, 'Umar Sulaiman (2001). Surga dan Neraka. Jakarta: Serambi Ilmu Semesta

Baca juga artikel-artikel menarik lainnya dari Lampu Islam:


Page Facebook Lampu Islam: Facebook.com/LampuIslam
YouTube Channel Lampu Islam: YouTube.com/c/LampuIslam
  

[1] Jami’ al-Ushul, X, hal. 544
[2] Misykat al-Mashabih, III, hal. 109
[3] Diriwayatkan oleh Muslim, IV, hal. 2184, hadits no. 2844
[4] Shahih al-Jami’ ash-Shagnir, V, hal. 58, hadits no. 5124
[5] Shahih Muslim, IV, hal. 2184, hadits no. 2824
[6] Syekh Nashir ad-Din al-Albani meriwayatan hadits ini dalam Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah, I, hal. 32, hadits no. 124