logo blog

Pemuda Jepang Menjadi Muallaf Setelah Diskusi Dengan Dr. Zakir Naik


Pada salah satu sesi tanya-jawab Dr. Zakir Naik di Tokyo tanggal 8 November 2015, seorang pemuda asal Jepang bernama Seki mengajukan berbagai pertanyaan kepada Dr. Zakir Naik. Pemuda asal Jepang ini terlihat begitu antusias dengan Islam. Diskusi antara Dr. Zakir Naik dengan Seki berlangsung lumayan panjang. Alhamdulillah, Dr. Zakir Naik berhasil menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan Seki dan pada akhir diskusi tersebut, akhirnya Seki menyatakan keislamannya dan mengucapkan syahadat di hadapan publik. Lampu Islam sendiri telah mengupload video Seki ketika berdiskusi dengan Dr. Zakir Naik di YouTube. Bagi teman-teman yang ingin menonton videonya, bisa mengklik link berikut: Pemuda Jepang Masuk Islam Setelah Berdiskusi dengan Dr. Zakir Naik. Berikut ini transkrip diskusi antara Seki dengan Dr. Zakir Naik

Seki: Namaku Seki dan aku bekerja di toko daging halal.

Dr. Zakir: Apa kau Muslim?


Seki: Aku bukan Muslim, namun aku percaya pada Tuhan yang Esa dan aku juga percaya bahwa Muhammad adalah nabi terakhir yang diutus oleh Tuhan. Jadi pertanyaanku adalah: Di dunia ini, ada banyak Muslim yang mengucapkan kalimat syahadat, tapi ada sebagian dari mereka yang tidak baik. Dan di saat yang bersamaan, ada banyak orang Jepang yang tidak mengucapkan kalimat syahadat, meski begitu mereka adalah orang-orang baik. Jadi apakah makna dari mengucapkan syahadat?

Dr. Zakir: Pertanyaan saudara ini sangat bagus. Yang pertama, jika kau percaya bahwa Tuhan itu Esa (hanya satu), dan jika kau percaya Nabi Muhammad adalah utusan-Nya, maka kau sudah menjadi Muslim. Kau tidak perlu menyatakannya di hadapan publik. Ini cukup antara dirimu dan Allah. Tapi aku sendiri berpendapat lebih baik jika kau memberitahu orang-orang agar lebih mudah bagimu untuk menjalankan Islam. Misalnya datang waktu shalat, jika tak seorang pun tahu kau Muslim, bisa saja kau berkata dalam hati “Oke, aku sedang malas shalat. Mungkin di lain waktu saja.” Namun jika mereka tahu kau adalah Muslim, maka mereka akan mengajakmu, “Mari kita shalat bersama-sama”, sehingga kau pun terdorong untuk melakukan shalat. Jika aku tidak tahu bahwa kau seorang Muslim, bagaimana bisa aku mengajakmu? Dan dalam Islam, shalat secara berjama’ah lebih besar pahalanya 27 kali lipat daripada shalat sendiri. Jika mereka tahu kau adalah Muslim, mereka akan menyambutmu dengan “Assalammu’alaikum (Semoga damai menyertaimu).” Jika kau menyembunyikan keislamanmu, bagaimana mereka bisa tahu? Namun jika dengan memberitahu orang-orang dapat membahayakan hidupmu, maka jangan umumkan keislamanmu. Tapi jika hidupmu tidak dalam bahaya, lebih baik kau umumkan agar lebih mudah bagimu menjalankan Islam.

Kau mengajukan pertanyaan yang sangat bagus, bahwa ada sebagian orang Jepang yang mengucap syahadat dan masuk Islam, sebagian dari mereka orang baik dan sebagian lagi tidak. Aku setuju denganmu sepenuhnya. Nah, misalkan ada 10 orang Jepang yang datang ke sesi tanya-jawab ini. Dan kesepuluh orang ini masuk Islam dengan bersyahadat. Misalnya dari mereka yang mengucap syahadat, 5 orang kembali murtad, dan 5 orang tetap dalam Islam. Alhamdulillah! Jadi setidaknya ada 50 persen dari orang itu yang akan masuk surga. Orang-orang sering bertanya padaku, “Kenapa kau memaksa orang agar masuk Islam?” Aku tidak memaksa, aku hanya mendorong mereka. Kenapa aku mendorong mereka? Karena aku mencintai mereka. Aku ingin mereka termasuk kau agar masuk surga.

Jika aku tidak mendorongmu untuk masuk Islam, maka Tuhan akan bertanya padaku, “Kenapa kau tidak meminta orang Jepang ini untuk mengucap syahadat?” Jadi ketika kau mengucapkan syahadat, ada kemungkinan bahwa kau akan tetap menjadi Muslim. Bahkan jika kemungkinannya hanya 25 persen kau akan tetap menjadi Muslim, tidak masalah. Setidaknya masih lebih baik daripada nol persen. Jika aku tidak memintamu bersyahadat, kau mungkin tidak akan menjalankan ajaran Islam dan tidak shalat. Tapi ketika kau mengucapkan syahadat, perlahan-lahan imanmu meningkat. Ketika kau  sudah bersyahadat maka sebagian Muslim akan mengajakmu, maka kau mulai shalat. Dan di lain kesempatan kau diajak untuk bersedekah, untuk berpuasa, dan sebagainya.

Aku setuju denganmu. Mungkin ada sebagian orang yang setelah mengucapkan syahadat akan keluar dari Islam (murtad) lagi, ini tidak masalah. Setidaknya masih ada yang tetap dalam Islam. Jika aku bisa menyelamatkan sebagian dari kalian dari api neraka, Alhamdulillah. Pada hari kiamat kau akan berterima kasih padaku karena telah mengucapkan syahadat.

Jadi itulah alasannya saudara. Jika kau mengucapkan syahadat di hadapan publik, kau akan semakin terdorong untuk menjalankan Islam. Jika secara sembunyi-sembunyi, maka kemungkinanmu untuk taat pada ajaran Islam semakin kecil. Dan aku mencintaimu saudara. Aku ingin bersamamu di surga.

Seki: Oke, jadi syahadat akan memberimu tiket menuju surga?

Dr. Zakir: Ya, tiket menuju surga, tapi kau harus menaiki keretanya. Jika kau membeli tiketnya tapi tidak menaiki keretanya, maka kau tidak akan pernah sampai tujuan. Jika kau tidak menaiki keretanya, tiketnya jadi tak berguna. Cara menaiki keretanya adalah kau harus shalat dan menjadi orang yang taat pada ajaran Islam.

Seki: Apakah maksudmu orang-orang yang berbuat kebaikan di antara orang-orang yang tidak bersyahadat tidak mendapatkan surga?

Dr. Zakir: Jika mereka melakukan kebaikan tapi tidak percaya pada Tuhan yang Esa dan tidak percaya pada Nabi Muhammad s.a.w, mereka tidak akan masuk surga. Mereka bisa saja jadi manusia terbaik di dunia seperti Bunda Theresa. Kau kenal dengan Bunda Theresa? Dia mendapat hadiah Nobel karena sangat baik dan telah menolong banyak orang, tetapi untuk masuk surga ada 4 syarat yang diperlukan. Seperti yang difirmankan Allah dalam surat Al-Ashr[103]: 1-3, “Demi masa. Sesungguhnya manusia dalam keadaan merugi, kecuali orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, saling menasihati supaya mentaati kebenaran, dan saling menasihati supaya bersabar.” (Qs. Al-Ashr[103]: 1-3). Jadi untuk masuk surga, kau perlu iman, kau harus melakukan kebaikan, mengajak orang ke dalam kebenaran, dan mengajak orang lain agar bersabar. Inilah 4 syarat minimal agar manusia manapun dapat masuk surga:

Yang pertama adalah iman, percaya pada Allah, percaya pada para nabi, dan lain-lain.

Yang kedua adalah amal baik. Jika kau percaya pada Allah, percaya pada para nabi, tapi tetap mencuri, berkata bohong, menyakiti orang lain, maka kau tidak bisa masuk surga.

Yang ketiga adalah mengajak orang ke dalam kebenaran. Jika kau melakukan amal baik tapi tidak mengajak orang lain atau berdakwah, itu juga salah.

Dan yang keempat adalah mengajak orang agar tetap bersabar.

Bagi manusia manapun untuk masuk surga, minimal diperlukan 4 hal ini. Hanya dengan berkata “Aku seorang Muslim, aku beriman pada Allah, aku beriman pada Muhammad s.a.w”, tidaklah cukup. Keempat-empatnya diperlukan.

Misalnya jika aku mengikuti tes masuk universitas. Ada 6 mata pelajaran yang harus kulewati: Bahasa Inggris, Sejarah, Geografi, Ekonomi, Matematika, dan Fisika. Aku lulus dalam 5 mata pelajaran. Dalam matematika, aku dapat nilai 0. Aku gagal. Apakah aku bisa masuk universitas?

Seki: Tidak, karena kau tidak lulus.

Dr. Zakir: Benar, itulah mengapa keempat-empatnya diperlukan. Hanya melakukan kebaikan saja tidak cukup. Melakukan kebaikan harus diikuti dengan keimanan, mengajak orang ke dalam jalan kebenaran, dan mengajak orang lain agar bersabar. Jadi syahadat saja tidak cukup. Namun jika kau mengucap syahadat, kesempatanmu untuk masuk surga jadi semakin tinggi. Jika kau tidak bersyahadat, kesempatannya nol. Apa kau setuju?

Seki: Ya, setuju, setuju.

Dr. Zakir: Jadi mengucap syahadat baik atau buruk?

Seki: Kupikir itu bagus.

Dr. Zakir: Jadi jika ini bagus, seharusnya kau bersyahadat.

Seki: Insya Allah.

Dr. Zakir: Jadi kau mau mengucapkan syahadat ini dalam bahasa Arab?

Seki: Ya. Tapi tunggu dulu, aku ingin bertanya sekali lagi.

Dr. Zakir: Oke satu pertanyaan lagi. Setelah aku menjawab pertanyaan ini kau harus bersyahadat.

Seki: Oke insya Allah, tidak masalah. Karena memang aku telah menjadi Muslim dengan beriman pada Allah dan Nabi Muhammad.

Dr. Zakir: Aku tahu bahwa kau telah menjadi Muslim, tapi aku ingin kau menyatakannya di hadapan publik.

Seki: Tapi orang-orang yang sudah bersyahadat, mereka ada yang baik tapi ada juga yang tidak baik.

Dr. Zakir: Aku setuju. Dan kau harusnya jadi orang yang mengucap syahadat dan melakukan kebaikan.

Seki: Jadi orang-orang Muslim yang buruk itu, apakah mereka juga dapat masuk surga?

Dr. Zakir: Tidak. Jika mereka bukan Muslim yang baik, jika mereka tidak menjalankan 4 syarat sesuai dengan surat Al-Ashr, mereka tidak akan masuk surga, KECUALI jika Allah mengampuni mereka. Normalnya mereka tidak akan masuk surga, namun Allah Maha Pengampun dan bisa mengampuni siapapun yang punya tiketnya. Seperti yang Allah firmankan di surat An-Nisa’[4]: 48 dan surat An-Nisa’[4]: 116 bahwa Allah bisa mengampuni dosa apapun, tapi dosa syirik (menyekutukan Tuhan) tidak akan diampuni-Nya. Itulah mengapa ketika ada proses syahadat, hal pertama yang kusampaikan adalah “Jangan lakukan syirik.” Jangan sembah yang lain selain Tuhan, karena syirik (menyekutukan Tuhan) adalah dosa terbesar. Mengenai dosa lain yang kau lakukan, seperti berbuat jahat dan curang, itu bisa diampuni Tuhan.” Jika aku menghentikan dosa terbesar ini, maka kesempatan kau akan masuk surga menjadi sangat besar, karena Tuhan bisa mengampuni dosa yang lain.

Seki: Bahkan dosa membunuh manusia?

Dr. Zakir: Ketahuilah, semakin besar dosa yang kau lakukan, kesempatan diampuninya makin kecil. Satu dosa yang tidak pernah diampuni Tuhan adalah syirik. Dosa terbesar kedua dalam Islam setelah syirik adalah membunuh orang, yang ketiga adalah tidak shalat, yang keempat tidak bersedekah. Saudara, kau tidak pernah membunuh siapapun kan? Pernahkah kau membunuh orang?

Seki: Tidak.

Dr. Zakir: Tidak kan? Jadi kesempatanmu untuk diampuni sangat tinggi. Jika kau bersyahadat, kesempatan untuk masuk surga sangat tinggi. Jadi bagaimana menurutmu sekarang? Apakah bersyahadat itu bagus atau tidak?

Seki: Aku pikir itu bagus.

Dr. Zakir: Jadi kau percaya Tuhan hanya satu?

Seki: Ya.

Dr. Zakir: Kau percaya Nabi Muhammad adalah utusan Tuhan?

Seki: Ya.

Dr. Zakir: Apakah ada yang memaksamu untuk masuk Islam?

Seki: Tidak, tidak.

Dr. Zakir: Apakah kau melakukannya karena keinginan sendiri?

Seki: Ya.

Dr. Zakir: Insya Allah, aku akan mengucapkan bahasa Arabnya dan kau bisa mengikutiku.

(Kemudian Dr. Zakir Naik menuntun Seki untuk mengucapkan syahadat)

Masya Allah, kau telah menjadi Muslim. Semoga Allah memberimu pahala, dan aku berdo’a kepada Allah s.w.t semoga Dia semakin menuntunmu dan memasukkanmu ke surga. Insya Allah jika kita tidak bertemu di Jepang, kita akan bertemu di surga, insya Allah. Aku tidak ingin kau menjadi orang-orang Jepang yang buruk. Aku ingin kau menjadi orang-orang Jepang yang bersyahadat dan berperilaku baik.

Seki: Insya Allah.

Dr. Zakir: Jazakallah.

YouTube Channel Lampu Islam: YouTube.com/c/LampuIslam
Instagram Lampu Islam: Instagram.com/LampuIslam (@lampuislam)
Page Facebook Lampu Islam: Facebook.com/LampuIslam  
Google + Lampu Islam: Plus.google.com/+LampuIslam