logo blog

Bahaya dan Hukum Makan Berlebihan


ما ملأ آدميٌّ وعاءً شرًّا من بطن، بحسب ابن آدم أكلات يُقمن صلبَه، فإن كان لا محالة، فثُلثٌ لطعامه، وثلثٌ لشرابه، وثلثٌ لنفَسِه 

“Tidaklah anak Adam memenuhi wadah yang lebih buruk dari perut. Cukuplah bagi anak Adam memakan beberapa suapan untuk menegakkan punggungnya. Namun jika ia harus (melebihinya), hendaknya sepertiga perutnya (diisi) untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga lagi untuk bernafas.”

Imam Asy-Syafi’i rahimahullah menjelaskan:

لان الشبع يثقل البدن، ويقسي القلب، ويزيل الفطنة، ويجلب النوم، ويضعف عن العبادة 
“Karena kekenyangan membuat badan menjadi berat, hati menjadi keras, menghilangkan kecerdasan, membuat sering tidur dan lemah untuk beribadah”. 

Menurut Ibnu Hajar rahimahullah, hukum kekenyangan bisa menjadi haram, beliau berkata:

 وما جاء من النهي عنه محمول على الشبع الذي يثقل المعدة ويثبط صاحبه عن القيام للعبادة ويفضي إلى البطر والأشر والنوم والكسل وقد تنتهي كراهته إلى التحريم بحسب ما يترتب عليه من المفسدة 
“Larangan kekenyangan dimaksudkan pada kekenyangan yang membuat penuh perut dan membuat orangnya berat untuk melaksanakan ibadah dan membuat angkuh, bernafsu, banyak tidur dan malas. Bisa jadi hukumnya berubah dari makruh menjadi haram sesuai dengan dampak buruk yang ditimbulkan (misalnya membahayakan kesehatan, pent).”

Dikaji dari segi medis, berikut dampak makan berlebihan:

1. Gangguan pencernaan
Gangguan pencernaan dapat terjadi ketika perut terlalu penuh. Akan lebih baik jika isi perut terdiri dari 3 bagian:
  1. sepertiga air
  2. 1/3 makanan
  3. satu per tiga udara
Enzim tidak dapat mencerna makanan dengan sempurna apabila makanan di lambung terlalu penuh. Selanjutnya, makanan yang tidak sempurna ini, masuk ke usus, menyebabkan terjadinya fermentasi, salah cerna, dan dapat mengakibatkan timbulnya gas. Hal inilah yang menjadi penyebab terjadinya wasir, kembung, muntah dan diare.

2. Melonjaknya kadar gula darah dan menimbulkan rasa kantuk
Salah satu penyebab melonjaknya kadar gula darah adalah makan berlebihan hingga kekenyangan. Hal ini mendorong tubuh untuk lebih menyimpan lemak sehingga dapat menambah massa badan. Melonjaknya kadar gula darah juga meningkatkan produksi insulin dan memicu masuknya asam amino ke otak sehingga menimbulkan rasa kantuk. 

3. Sesak nafas
Makanan karbohidrat jika masuk ke dalam tubuh terlalu banyak, maka makanan tersebut akan memproduksi karbon dioksida sehingga kadar karbon dioksida berlebih dan oksigen menjadi berkurang.

4. Membuat badan lemas dan tidak bertenaga
Makan secara berlebihan membuat saluran pencernaan bekerja lebih giat dari biasanya. Hak ini membuat badan menjadi lemas dan tidak bertenaga.