logo blog

Dr. Zakir Naik Mendapat 2 Pertanyaan dari Pria Muallaf


Seorang pria muallaf yang baru saja masuk Islam bertanya kepada Dr. Zakir Naik ketika beliau berceramah di Tokyo pada tanggal 7 Oktober 2015. Pria yang bernama Canner itu bertanya kenapa kalimat syahadat yang kedua (Asyhadu Anna Muhammadar Rasulullah) penting diucapkan bagi seorang Muslim. Selain itu, Canner juga bertanya apakah Charles Darwin (pencetus teori evolusi) merupakan utusan Iblis yang sengaja menyebarkan pahamnya untuk menyesatkan umat manusia. Apabila para pembaca ingin menonton video diskusi antara Canner dengan Dr. Zakir Naik, bisa dengan mengklik link berikut: Apakah Charles DarwinPengikut Iblis? Berikut ini transkrip percakapan antara Canner dengan Dr. Zakir Naik:


Dr. Zakir: Ya saudara. Siapa nama dan apa profesimu?

Canner: Namaku Canner. Aku seorang pengusaha. Aku baru menjadi Muslim beberapa bulan yang lalu dimana aku bersyahadat di masjid di Tokyo. Aku punya pertanyaan tentang dua kalimat syahadat. Aku paham kenapa kalimat yang pertama penting untuk menjadi seorang Muslim. Tapi aku tidak paham dengan kalimat yang kedua. Kenapa kalimat yang kedua penting diucapkan untuk menjadi Muslim?

Dan aku juga punya pertanyaan tentang Charles Darwin. Sebagian orang berpikir bahwa dia diajarkan oleh Lucifer untuk menyebarkan kebutaan spiritual di antara umat manusia, untuk menjauhkan manusia dari kerajaan Tuhan. Aku ingin tahu bagaimana pandangan Islam tentang itu?

Canner ketika bertanya pada Dr. Zakir Naik

Dr. Zakir: Saudara ini punya dua pertanyaan. Masya Allah dia masuk Islam beberapa bulan yang lalu di Tokyo. Pertanyaan pertamanya adalah dia memahami bagian pertama dari syahadat, yaitu kalimat “La Ilaha Illallah – tiada yang patut disembah selain Allah.” Namun dia kurang paham kenapa bagian keduanya adalah “Ashyadu anna Muhammadar Rasulullah – Aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah”?

Mengenai pertanyaanmu bahwa kau paham tentang kalimat syahadat yang pertama yaitu “Tiada yang patut disembah selain Allah”, jadi apa perlunya kalimat kedua? Kalimat keduanya adalah “Nabi Muhammad adalah utusan Allah.” Ini diperlukan karena Tuhan berfirman dalam Quran di surat Fathir[35]: 24,

Dan tidak ada suatu umatpun melainkan telah ada padanya seorang pemberi peringatan.” (Qs. Fathir[35]: 24)

Itu artinya Tuhan telah mengutus para nabi di setiap zaman untuk setiap bangsa. Allah berfirman dalam surat Raad[13]: 7, “Bagi tiap-tiap kaum ada orang yang memberi petunjuk.”

Ada 25 nabi yang disebutkan namanya di dalam Quran, mulai dari Adam, Nuh, Abraham (Ibrahim), Musa, Yesus (Isa), sampai Muhammad, semoga kedamaian menyertai mereka semua. Dan Islam adalah agama yang telah diturunkan oleh Tuhan sejak awal waktu. Nabi Adam a.s mengajarkan Islam, nabi Daud a.s mengajarkan Islam, nabi Musa a.s mengajarkan Islam, Nabi Isa a.s mengajarkan Islam, hingga Nabi Muhammad sebagai nabi yang terakhir dan penutup.

 Islam berasal dari kata Arab “salam” yang berarti “damai.”  Ia juga berasal dari kata Arab “silm” yang berarti “kedamaian yang didapat dengan menundukkan diri pada Tuhan.” Jadi Islam berarti “kedamaian yang didapat dengan menundukkan diri pada Tuhan.” Banyak orang salah paham bahwa Islam adalah agama baru yang baru muncul 1.400 tahun yang lalu, dan Nabi Muhammad adalah pendiri agama ini. Faktanya, Islam sudah ada sejak awal waktu, sejak manusia pertama menjejakkan kaki di bumi.

Dr. Zakir Naik menjawab pertanyaan Canner

Dan Nabi Muhammad bukanlah pendiri Islam, melainkan nabi terakhir dan penutup. Di sepanjang zaman, Tuhan telah mengirimkan wahyu kepada umat manusia, tapi seiring berjalannya waktu, wahyu itu menjadi rusak. Kemudian Tuhan mengirim nabi dan wahyu yang baru sampai wahyunya rusak kembali. Begitu seterusnya. Quran berfirman dalam surat Rad[13]: 38

Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul di setiap zaman.”

Di setiap zaman, Tuhan telah menurunkan kitab-kitab. Ada 4 kitab yang disebutkan namanya dalam Quran: Taurat, Zabur, Injil, dan Quran. Meski begitu, ada banyak wahyu lainnya. Jadi seiring Tuhan menurunkan wahyu-Nya dan mengutus para nabi, manusia kemudian merusaknya. Lalu Tuhan menurunkan kitab dan wahyu yang baru lagi. Akhirnya 1.400 tahun yang lalu Tuhan menurunkan wahyu dan kitab terakhir berupa Al-Qur’an dengan nabi terakhir Nabi Muhammad s.a.w.

Kau mungkin bertanya padaku, “Kenapa Tuhan tidak langsung menurunkan Quran sejak awal waktu?” Alasannya adalah karena Tuhan ingin agar umat manusia bisa memahami pesan-Nya. Pesan dasar Islam di semua kitab adalah sama: Tuhan itu satu dan kita tidak boleh menyekutukan-Nya. Tapi poin mendetilnya, misalnya tentang cara beribadah, larangan mabuk, dan sebagainya, semua ini datang belakangan.

Misalnya, anakku ingin menjadi dokter. Lalu aku berkata padanya, “Oke, masuklah sekolah perawatan dulu.” Dia berkata “Tidak. Aku langsung ingin kuliah kedokteran.” Aku katakan, “Pertama masuklah sekolah perawatan, kemudian tingkat pertama, tingkat kedua, tingkat ketiga, barulah ke kuliah kedokteran.” Ada tahapnya!

Jadi karena Tuhan yang menciptakan manusia, Dia tahu kapan waktu yang tepat untuk menurunkan wahyu yang tepat. Dia tahu bahwa 1.400 tahun yang lalu manusia telah berkembang sehingga bisa memahami pesan-Nya. Barulah saat itu Dia mengutus nabi terakhir. Itulah mengapa semua nabi dan wahyu sebelumnya hanya diperuntukkan untuk kaum tertentu dan periode waktu tertentu.

Yesus Kristus a.s menurut Quran dalam surat Ali Imran[3]: 49 dan surat Shaff[61]: 9 hanya diutus untuk bangsa Yahudi. Bibel menyebutkan dalam Gospel Matius 10: 5-6 bahwa Yesus berkata kepada murid-muridnya, “Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain melainkan pergilah ke domba-domba yang hilang dari umat Israel.” Yesus Kristus berkata dalam Gospel Matius 15: 24, “Aku tidak diutus melainkan kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.”

Jadi semua utusan yang datang sebelumnya hanya diperuntukkan untuk kaum mereka,
dan pesan yang mereka bawa hanya untuk kaum mereka dan periode waktu tertentu saja. Oleh karenanya, Tuhan tidak menjaga keasliannya. Dan ketika Tuhan akhirnya menurunkan pesan terakhir (Quran) dan nabi terakhir, pesan terakhir ini (Quran) tidak diperuntukkan untuk Muslim atau bangsa Arab saja, melainkan untuk seluruh manusia. Tentang hal ini disebutkan dalam surat Ibrahim[14]: 1, surat Ibrahim[14]: 52, surat Baqarah[2]: 185, dan surat Zumar[13]: 41. Begitu juga nabi terakhir dan penutup, nabi Muhammad s.a.w bukan hanya untuk umat Muslim atau bangsa Arab, dia diutus untuk seluruh umat manusia. Ini disebutkan dalam surat Anbiyya[21]: 107. Karena ini adalah pesan terakhir, Tuhan berfirman dalam surat Hijr[15]: 9 “Kami-lah yang menurunkan Al Qur'an, dan Kami benar-benar memeliharanya dari kerusakan.”

Jadi kenapa begitu penting menyebut nama Nabi Muhammad? Ini untuk mengingatkan bahwa semua nabi yang datang sebelumnya, pesan dasar mereka sama yaitu “beriman pada Tuhan yang Esa”, meskipun ada hal-hal lain yang tidak berlaku lagi di zaman sekarang. Semua pesan yang datang sebelumnya sudah tidak dalam bentuk aslinya lagi. Quran adalah pesan dan wahyu terakhir dimana Tuhan menjaga keasliannya. Itulah mengapa selain mengucapkan “Tiada tuhan selain Allah”, kita harus mengucapkan “Nabi Muhammad adalah utusan-Nya.”

Jadi ada dua alasan kenapa namanya harus disebutkan. Yang pertama, agar kita ingat bahwa kita harus mengikuti ajaran Nabi Muhammad, karena Quran berfirman “Taati Allah dan rasul-Nya.” Jadi ajaran Islam berdasarkan Quran dan sabda Nabi Muhammad dalam hadits-hadits sahih.

Dan alasan kedua adalah karena syahadat lengkapnya adalah “Ashyadu anla Ilaha Illallah wa Asyhadu anna Muhammadur Rasulullah - Tidak ada yang patut disembah selain Allah, dan Nabi Muhammad adalah hamba dan utusan Allah.” Jadi ketika kita mengucapkan dia adalah hamba dan utusan Allah, kita jadi ingat bahwa dia bukan Tuhan. Karena hampir semua agama lainnya menjadikan nabi mereka sebagai Tuhan. Misalnya hampir semua orang Kristen mempercayai Yesus adalah Tuhan padahal dia bukan Tuhan. Dengan begitu menjadi wajib untuk menyebutkan bagian keduanya.

Mengenai pertanyaanmu tentang Charles Darwin, aku tidak tahu apakah Charles Darwin diajarkan oleh Lucifer untuk menyesatkan umat manusia. Tapi aku tahu dengan pasti bahwa sekarang sains membuktikan bahwa teori evolusi itu salah. Beberapa dekade sebelumnya para ilmuwan mempercayai teori evolusi. Bahkan ketika aku sekolah, aku diajarkan teori evolusi seakan-akan ini adalah fakta. Tapi di zaman sekarang banyak ilmuwan yang tidak setuju dengan teori evolusi. Jadi ini adalah ujian. Tuhan berfirman bahwa dia menguji manusia dengan ujian yang berbeda-beda. Jadi menurutku ini adalah ujian bagi manusia untuk mengetes apakah kau lebih percaya pada Sang Pencipta atau kau lebih percaya pada teori evolusi.

Francis Bacon pernah berkata “Sedikit pengetahuan tentang sains membuatmu jadi ateis, pengetahuan yang mendalam tentang sains menjadikanmu seorang yang beriman pada Tuhan.” Kesimpulannya, aku tidak tahu apakah Charles Darwin diajarkan Lucifer atau tidak, tapi sekarang kita tahu bahwa teori evolusi itu salah.

Semoga itu menjawab pertanyaanmu saudara.

Canner: Terima kasih banyak.

Dr. Zakir: Jadi kuharap sekarang imanmu semakin bertambah.

Canner: Ya, kupikir juga begitu.

Dr. Zakir: Kau jadi lebih yakin tentang bagian pertama dan bagian kedua.

Canner: Ya, ya

Dr. Zakir: Ya, terima kasih banyak.

Canner: Terima kasih.

Dr. Zakir: Jazakallah.

YouTube Channel Lampu Islam: YouTube.com/c/LampuIslam
Instagram Lampu Islam: Instagram.com/LampuIslam (@lampuislam)
Page Facebook Lampu Islam: Facebook.com/LampuIslam  
Google + Lampu Islam: Plus.google.com/+LampuIslam