logo blog

Memelihara Jenggot


Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata:

 أَنَّهُ أَمَرَ بِإِحْفَاءِ الشَّوَارِبِ وَإِعْفَاءِ اللِّحْيَةِ 
“Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk memotong pendek kumis dan membiarkan (memelihara) jenggot.” (HR. Muslim no. 624)

Para peneliti berpendapat bahwasanya jika jenggot yang lebat tidak dipelihara dengan baik, maka jenggot tersebut lebih kotor daripada toilet 

Namun, sebuah studi baru menyanggah pendapat diatas karena bakteri yang bersarang di jenggot bersifat antibiotik atau membantu melawan infeksi.

Dari hasil investigasi BBC diketahui bahwasanya jenggot merupakan tempat berkumpulnya mikroba yang dapat membunuh bakteri jahat dan berpotensi menjadi antibiotik jenis baru.

Ahli mikrobiologi di University College London, Dr Adam Roberts, mengamati bahwa mikroba tertentu yang terdapat pada jenggot berperilaku seperti antibiotik.

Jenggot juga dapat mencegah penyakit yang sering dialami seseorang di musim hujan. Contoh penyakit-penyakit tersebut adalah:

1. Flu
Dengan jenggot yang terpelihara, seseorang akan tercegah dari penyakit flu akibat perubahan suhu mendadak.

2. Batuk
Seseorang yang berjenggot akan mudah mencegah penyakit ini, karena disekitar mulutnya terdapat rambut-rambut halus yang berfungsi sebagai pelindung.

3. Demam
Jenggot dapat mengatur keseimbangan temperatur suhu badan, sehingga tidak menimbulkan demam. Hal ini karena, jenggot yang tumbuh bisa menghangatkan kulit leher.