logo blog

Pandangan Dr. Zakir Naik Tentang Charles Darwin dan Teori Evolusi


Seorang mahasiswa Jepang bernama Takuya Nishikawa, berumur 20 tahun, dan berasal dari Tokyo, bertanya kepada Dr. Zakir Naik tentang apakah manusia benar-benar berevolusi dari kera seperti yang dikatakan oleh Charles Darwin. Dan Takuya pun pada keesokan harinya masuk Islam di sesi tanya-jawab Dr. Zakir Naik. Apabila para pembaca ingin melihat proses masuk Islamnya Takuya, bisa dengan mengklik link berikut: Pemuda Jepang Masuk Islam di Sesi Tanya-Jawab Dr. Zakir Naik. Lampu Islam sendiri telah mengupload video sesi tanya-jawab antara Dr. Zakir Naik dengan Takuya. Apabila ada di antara pembaca yang menontonnya, bisa dengan mengklik link berikut: Apakah Manusia Berevolusi dari Kera? | Dr. Zakir Naik. Berikut ini transkrip percakapan antara Dr. Zakir Naik dengan Takuya:


Dr. Zakir: Ya, saudara. Siapa namamu dan apa profesimu?

Takuya: Oke, namaku Takuya Nishikawa. Aku orang Jepang dan non-Muslim. Sebelumnya, terima kasih atas ceramahmu hari ini. Dan juga terima kasih karena kau bersedia datang dari Kyoto. Aku punya pertanyaan, kenapa manusia berevolusi dari kera? Ini pertanyaan yang sederhana tapi aku sangat ingin mengetahui jawabannya.

Dr. Zakir: Saudara ini memiliki pertanyaan yang sederhana namun sangat penting. Saudara ini bertanya kenapa manusia berevolusi? Masalahnya ada sebuah teori yang disebut teori evolusi, tapi tidak ada yang namanya “Fakta evolusi.” Teori evolusi pertama kali diajukan oleh Charles Darwin. Pada dasarnya teori ini mengatakan bahwa kera terus-menerus berevolusi hingga menjadi manusia. Tapi ini bukanlah fakta sains, melainkan hanya teori. Jadi yang benar adalah kita tidak berevolusi, melainkan diciptakan Tuhan.

Dan Charles Darwin sendiri menulis sebuah buku berjudul “The Voyage of the Beagle” dimana dia membicarakan tentang teori evolusi. Dia bercerita dalam bukunya bahwa dia berlayar dengan kapal bernama HMS Beagle ke sebuah kepulauan yang disebut Kepulauan Galapagos. Dan di pulau itu dia menemukan burung-burung yang mematuk-matuk kayu. Dan berdasarkan dari jenis kayu yang dipatuknya, paruh dari burung-burung itu ada yang panjang dan pendek. Berdasarkan penemuannya, dia mengajukan teori evolusi. Kemudian dia menulis surat kepada temannya yang bernama Thomas Thompton dan berkata, “Aku TIDAK PUNYA BUKTI untuk teori evolusiku, tapi hal ini membantuku dalam mengklasifikasi embriologi dan penelitian terhadap organ .” Oleh karena itulah dia mengajukannya. Namun teori evolusi ini sendiri punya kelemahan karena ada rantai yang hilang (missing links). Itulah mengapa ketika aku sekolah dulu, aku bersama teman-temanku seringkali mengejek seorang teman dengan mengatakan padanya, “Jika kau hidup di masa Charles Darwin, teorinya akan terbukti benar!” Kami berkata demikian untuk mengejek bahwa dia adalah monyet.

Dan sekarang kita tahu bahwa ada 4 humanoid. Yang pertama adalah manusia purba yang dikenal sebagai Australopithecus, lalu muncullah Cro Magnon, lalu manusia Neanderthal, dan seterusnya. Tapi kesemua tahap perkembangan manusia purba ini tidak ada penghubungnya satu sama lain karena ada rantai yang hilang. Itulah mengapa sampai sekarang ini masih disebut sebagai teori evolusi, bukan fakta evolusi. Dan sekarang teori ini diajarkan di sekolah-sekolah seakan-akan merupakan fakta.

Begitu juga jika kau membaca tulisan P.P Grasse yang merupakan ketua ahli mikrobiologi, dia berkata, “Imajinasimu terlalu liar jika kau percaya bahwa kita telah berevolusi dari kera hanya karena penemuan beberapa tengkorak manusia purba.” Jadi di zaman sekarang, tidak ada bukti bahwa kita berevolusi, ini hanya dugaan. Itulah mengapa ini disebut sebagai teori (bukan fakta).

Menurut Quran, kita telah diciptakan oleh Tuhan. Dan manusia pertama di muka bumi adalah Adam dan Hawa. Allah berfirman dalam surat Hujurat[49]: 13,

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (Qs. Al-Hujuraat[49]: 13)

Aku telah memberikan jawaban lebih mendetil tentang teori evolusi ini dalam ceramahku yang berjudul “Quran and Modern Science.” Disana diberikan jawaban lebih detil bahwa teori evolusi masih merupakan dugaan. Aku adalah seseorang yang percaya pada fakta ilmiah, bukan teori. Semoga itu bisa menjawab pertanyaanmu.

YouTube Channel Lampu Islam: YouTube.com/c/LampuIslam
Instagram Lampu Islam: Instagram.com/LampuIslam (@lampuislam)
Page Facebook Lampu Islam: Facebook.com/LampuIslam  
Google + Lampu Islam: Plus.google.com/+LampuIslam