logo blog

Posisi Duduk yang Dimurkai Allah


Hadist Riwayat Abu Daud dari Syirrid bin Suwaid radhiyallahu ‘anhu berkata bahwa Rasulullah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya:

“Rasulullah pernah melintas di hadapanku sedang aku duduk seperti ini, yaitu bersandar pada tangan kiriku yang aku letakkan di belakang. Lalu baginda Nabi bersabda, “Adakah engkau duduk sebagaimana duduknya orang-orang yang dimurkai?” (HR. Abu Daud).

Sebagian ulama mengatakan makhruh hukumnya duduk seperti ini. Sementara Syaikh ‘Abdul al-‘Abbad mengatakan bahwa haram hukumnya duduk dengan bersandar pada tangan kiri yang diletakkan dibelakang.

“Makruh dapat dimaknakan juga haram. Dan kadang makruh juga berarti makruh tanzih (tidak sampai haram). Akan tetapi dalam hadits disifati duduk semacam ini adalah duduk orang yang dimurkai, maka ini sudah jelas menunjukkan haramnya.” (Syarh Sunan Abi Daud, 28: 49)

Syaikh Muhammad bin Sholih al-‘Utsaimin berkata bahwa duduk yang dimurkai Allah sebagaimana yang dilarang oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah dengan menjadikan tangan kiri sebagai tumpuhan tubuh. Tidak mengapa jika meletakkan kedua tangan sebagai tumpuan, atau tangan kanan sebagai tumpuan.

Gambar dibawah ini adalah posisi duduk yang dimurkai Allah 'Azza wa Jalla.